Pelatihan Resusitasi Neonatus, Pelatihan Resusitasi Neonatus 2024, Pelatihan Resusitasi Neonatus Adalah, Resusitasi Neonatus, Resusitasi Neonatus Adalah, Resusitasi Neonatus Terbaru

Resusitasi Neonatus – Pelatihan Resusitasi Neonatus

Resusitasi neonatus

 

Resusitasi neonatus adalah pertolongan pertama untuk mengatasi bayi yang kesulitan bernapas akibat kekurangan oksigen. Beberapa kondisi tersebut, termasuk sesak napas hingga henti napas. Resusitasi neonatus terkadang di perlukan di waktu yang tak terduga, sehingga setiap orang tua perlu memahami cara melakukannya. Langkah pertama di lakukan dengan memeriksa kondisi kesadaran bayi. Tempatkan ia di area yang empuk dan aman. Ajak ia bicara sembari menepuk badan untuk memastikan kesadarannya. Kemudian, periksa kondisinya, apakah ia mengalami cedera atau perdarahan. Jika tidak ada respons, posisikan leher dan kepala bayi dalam keadaan lurus, tidak menekuk atau mendongak. Cara ini di lakukan untuk membuka jalan napas dan mempermudah laju pernapasan.

Langkah yang Di lakukan Saat Resusitasi Neonatus Pada Bayi

Prosedur resusitasi neonatus di lakukan bada bayi yang baru lahir, terutama saat melihat tanda kesulitan bernapas setelah memotong tali pusar. Prosedur di lakukan hingga bayi bisa bernapas dengan normal. Beberapa kondisi yang membutuhkan resusitasi neonatus, termasuk bayi prematur, bayi lahir dengan proses persalinan yang lama dan bayi dari ibu yang mengonsumsi obat penenang saat persalinan.

Tak hanya di lakukan pada bayi, prosedur juga bisa di terapkan pada anak berusia di bawah 1 tahun yang mengalami kesulitan bernapas hingga kehilangan kesadaran. Menyambung dari langkah pertama di atas, prosedur di lakukan dengan:

  • Memeriksa Pernapasan

Langkah ini di lakukan dengan meletakkan pipi ibu di dekat mulut dan hidung bayi. Rasakan tarikan dan hembusan napasnya, sembari memperhatikan gerak dada yang naik turun. Periksa juga bagian dalam mulut dan hidungnya dengan seksama. Jika ada benda asing yang menyumbat jalan napasnya, segera keluarkan. Sebab, tersedak bisa jadi salah satu pemicu sesak napas.

  • Memberikan Bantuan Pernapasan

Jika langkah sebelumnya tidak menunjukkan respons, di sarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Sembari menunggu bantuan datang, ibu bisa melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) dengan cara:

  1. Posisikan kepala dan leher bayi dalam keadaan lurus.
  2. Kemudian, angkat sedikit dagunya, Hembuskan udara dari mulut ibu ke mulut atau hidung bayi.
  3. Pastikan tidak ada celah agar udara tidak keluar kembali.
  4. Perhatikan apakah dada bayi terangkat saat ibu melakukan teknik di atas.
  5. Lihat juga apakah dadanya kembali turun saat udara keluar.
  • Melakukan Teknik Kompresi Dada

Jika terlihat tanda-tanda kesadaran setelah melakukan dua langkah di atas, terus berikan bantuan pernapasan hingga napasnya kembali normal. Setelah itu, segera buat janji rumah sakit guna memastikan kondisinya. Namun, jika bayi belum memberikan respons, lanjutkan pertolongan dengan melakukan kompresi dada. Pertama, tekanan bagian tengah dada bayi dengan jari telunjuk dan tengah. Lalu lepaskan.

Ulangi cara yang di sebutkan dengan kecepatan 100 tekanan dada per menit. Bisa juga dengan melakukan kompresi dada sebanyak 30 kali dan di selingi dengan 2 kali bantuan pernapasan langsung seperti pada poin dua. Jika ibu melihat ada yang tidak beres dengan kesehatan bayi, segera buat janji medis untuk melakukan pemeriksaan. Jangan sampai terlambat, karena gangguan pernapasan pada bayi bisa berdampak pada kematian.

 

Resusitasi neonatus

 

Resusitasi neonatus

 

 

 

Pelatihan Resusitasi Neonatus, Pengertian Resusitasi Neonatus, Resusitasi Neonatus, Resusitasi Neonatus Adalah, Resusitasi Neonatus Terbaru

Pelatihan Resusitasi Neonatus – Resusitasi Neonatus – Resusitasi Neonatus Adalah – Resusitasi Neonatus Terbaru – Pengertian Resusitasi Neonatus

 

“Resusitasi Neonatus”

 

Sekitar 90% bayi baru lahir mengalami transisi dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin tanpa masalah. Dalam hal ini dapat memperkirakan sekitar 5-10% kelahiran memerlukan intervensi saat lahir berupa stimulasi taktil atau pembersihan jalan nafas, bantuan ventilasi. Dan sekitar 1% membutuhkan resusitasi lanjut berupa intubasi, kompresi dada, dan obat-obatan.

Tindakan resusitasi dimaknai sebagai bantuan memberikan usaha napas dan sirkulasi yang adekuat. Rekomendasi resusitasi di daerah dengan sumber daya terbatas dikenal sebagai gerakan ‘Helping Babies Breathe’(HBB). Dan berdasarkan penelitian retrospektif terbukti meningkatkan luaran perinatal. Penundaan bantuan napas meningkatkan morbiditas dan mortalitas neonatus sebesar 16% setiap 30 detik dan terjadinya efek sekunder yaitu bradikardia.

Pelatihan resusitasi neonatus (PRN) terancang untuk menolong sebagian kecil bayi baru lahir, walaupun presentasi bayi yang membutuhkan bantuan ini kecil, akan tetapi jumlah bayi yang sebenarnya membutuhkan adalah cukup banyak. Karena banyaknya persalianan, bayi yang tidak mendapat pertolongan yang baik mungkin akan mendapat masalah di kemudian hari bahkan sampai kematian. Maka di butuhkan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan handal dalam melakukan tindakan resusitasi.

Tujuan khusus Resusitasi Neonatus

  • Menjelaskan dan mengidentifikasi tindakan pertama pada kondisi yang memerlukan resusitasi
  • Mampu membuat penilaian primer dan penilaian sekunder pada tindakan resusitasi
  • Mampu melakukan tindakan pertama dan merumuskan cara penanggulangan kondisi buruk untuk penyelamatan
  • Mampu memberikan terapi farmakologi terkait resusitasi
  • Mampu mengidentifikasi penyebab mayor dan minor dari kondisi perburukan
  • Mampu menstabilkan penderita dengan resusitasi

Pelayanan resusitasi neonatus berarti sebagai bagian intervensi klinis pada pasien atau korban yg mengalami kejadian mengancam hidupnya, seperti henti jantung atau paru. Pada saat henti jantung atau paru, pemberian kompresi pada dada atau bantuan pernapasan. Oleh karena itu akan berdampak pada hidup atau matinya pasien, setidaknya menghindari kerusakan jaringan otak.

Maksud dan tujuan pelayanan Resusitasi Neonatus sangat penting untuk dapat memberikan pelayanan intervensi yang kritikal yaitu tersedianya dengan cepat peralatan medis terstandar, obat resusitasi, staf terlatih dgn baik untuk resusitasi. Bantuan hidup dasar harus melakukannya dengan secepatnya saat menegtahui ada tanda henti jantung-paru, dan proses pemberian bantuan hidup kurang dari 5 (lima) menit. Hal ini termasuk review terhadap pelaksanaan sebenarnya resusitasi atau terhadap simulasi pelatihan resusitasi di RS.