Pelatihan SPI 2024, pelatihan spi rs, Pelatihan SPI Rumah Sakit, SPI, SPI Rumah Sakit

Internal Audit Untuk Satuan Pengawasan Internal (SPI) Rumah Sakit

Satuan Pengawas Internal

 

Satuan Pengawas Internal (SPI) adalah unit kerja independen di rumah sakit yang melakukan kegiatan konsultasi dan jaminan (assurance) untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kepercayaan pemangku kepentingan. SPI bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit. SPI melaksanakan tugasnya sebagai auditor internal sesuai amanat UU RS no 44 tahun 2009. Untuk melakukan ini, SPI harus memiliki akses terhadap Standar Prosedur Operasional (SPO) unit-unit pelayanan di rumah sakit.

SPI memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Membantu direktur mengamankan aset dan juga investasi rumah sakit
  2. Menilai desain dan juga implementasi pengendalian internal, termasuk keandalan pelaporan keuangan
  3. Menganalisis dan juga mengevaluasi efektivitas sistem dan prosedur di semua bagian rumah sakit
  4. Melakukan pengawalan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mencegah kerugian dana jaminan sosial nasional
  5. Mengamankan kekayaan
  6. Menciptakan akurasi sistem informasi keuangan
  7. Menciptakan efisiensi dan juga produktivitas
  8. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dalam menjalankan praktik bisnis yang sehat

Syarat untuk diangkat sebagai Satuan Pengawas Internal

  1. Sehat jasmani dan juga rohani
  2. Memliki keahlian, integritas, pengalaman, jujur, perilaku yang baik, dan juga dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan BLUD
  3. Memahami penyelenggaraan pemerintah daerah
  4. Memahami tugas dan juga fungsi BLUD
  5. Memiliki pengalaman teknis pada BLUD
  6. Berijazah paling rendah D-3 (Diploma 3)
  7. Pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun
  8. Berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun dan juga paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat mendaftar pertama kali
  9. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan nergara atau keuangan daerah
  10. Tidak sedang menjalani sanksi pidana
  11. Mempunyai sikap independen dan juga obyektif

Melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian pengelolaan, pemantauan efektivitas dan juga efisiensi sistem dan prosedur, dalam bidang-bidang :

  • Keuangan
  • Operasi dan juga pelayanan
  • Pemasaran
  • Sumber daya manusia
  • Pengembangan

Melakukan penilaian dan juga pemantauan mengenai sistem pengendalian informasi dan komunikasi untuk memastikan bahwa :

  • Informasi penting rumah sakit terjamin keamanannya.
  • Fungsi sekretariat rumah sakit dalam pengendalian informasi dapat berjalan dengan efektif.
  • Penyajian laporan-laporan rumah sakit memenuhi peraturan perundang-undangan.
  • Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian internal yang ditugaskan oleh direktur.

 

Bank Darah, Bank Darah Adalah, Bank Darah Rumah Sakit, pelatihan bank darah, Pelatihan Bank Darah 2024, pelatihan bank darah rumah sakit

Manajemen Penggunaan Darah Rumah Sakit (Bank Darah)

 

“MANAJEMEN PENGGUNAAN DARAH RUMAH SAKIT”

Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) adalah suatu unit pelayanan di Rumah Sakit yang bertanggung jawab atas tersedianya darah untuk transfusi yang aman, bermutu, dan juga dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan juga fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Di setiap rumah sakit di wajibkan memiliki Bank Darah Rs (BDRS) yang di lengkapi dengan bangunan, infrastruktur, sarana, oprasarana serta kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan dalam kebijakan kesehatan nasional. Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 83 Tahun 2014, pelayanan transfusi darah adalah sebuah upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia. Darah menjadi bahan dasar untuk tujuan kemanusiaan, bukan untuk tujuan komersial. Karenanya, dengan alasan apapun darah di larang untuk di perjual belikan.

Fungsi Bank Darah

Pelayanan transfusi darah adalah sebuah upaya medis untuk pemulihan kesehatan dan juga penyembuhan penyakit. Untuk itu, penting untuk memastikan ketersediaan darah maupun komponen darah lain yang aman serta mudah di akses.

Di sinilah bank darah berperan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan darah di rs untuk tranfusi. Sesuai pengertian bank darah, semuanya merupakan bagian dari usaha untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Tugas Bank Darah Rumah Sakit :

  • Menyiapkan SPO setiap langkah kegiatan.
  • Merencanakan kebutuhan darah di Mitra Keluarga .
  • Menerima darah dari UTD yang telah memenuhi syarat uji saring non-reaktif dan juga telah dikonfirmasi golongan darah.
  • Menyimpan darah dan juga memantau suhu simpan darah.
  • Memantau persediaan darah harian/ mingguan.
  • Melakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan juga Rhesus pada darah donor dan darah resipien.
  • Melakukan uji silang serasi.
  • Melakukan rujukan uji silang serasi dan juga golongan darah ABO atau Rhesus ke UTD secara berjenjang.
  • Menyerahkan darah yang cocok untuk pasien para dokter yang meminta atau petugas rumah sakit yang diberi wewenang.
  • Melacak penyebab terjadinya transfusi.
  • Meningkatkan pengetahuan dan juga keterampilan petugas BDRS dalam pendidikan dan pelatihan di bidang transfusi darah.
  • Melaksanakan penelitian praktis untuk peningkatan mutu layanan transfusi darah.
  • Melakukan pencatatan dan juga pelaporan.

 

 Rumah Sakit

 

 

EEG, eeg rumah sakit, Electroencephalography (EEG), pelatihan eeg, Pelatihan EEG 2024, pelatihan Electroencephalography

Pelayanan Pemeriksaan Electroencephalography (EEG)

Electroencephalography

 

Electroencephalography (EEG) atau pemeriksaan electroencephalography adalah alat yang berfungsi untuk mempelajari gambar dari rekaman aktivitas listrik di otak, termasuk teknik perekaman EEG dan interpretasinya. Pemeriksaan EEG berguna untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang di lekatkan pada kulit kepala. Sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan ketika sedang tidur. Aktivitas ini kemudian di tampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG.

Pemeriksaan EEG adalah salah satu tes diagnostik utama untuk epilepsi. Pemeriksaan ini juga dapat berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lainnya. Mendapatkan rekaman EEG yang baik dan benar adalah salah satu dari tujuan utama dari pemeriksaan EEG, selain interpretasi yang benar.

Sebelum melakukan pemeriksaan electroencephalography, ada tiga tahapan yang harus di lakukan, yaitu:

1. Sebelum Pemeriksaan
Hal yang perlu kamu lakukan sebelum melakukan pemeriksaan EEG adalah memberi tahu dokter mengenai obat apa saja, baik resep maupun yang di jual bebas, serta suplemen yang mungkin selama ini kamu konsumsi. Sehari sebelum pemeriksaan, dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk mencuci rambut. Namun, jangan gunakan produk kondisioner atau produk penataan rambut lainnya sesudahnya.

2. Selama Pemeriksaan
Selama pemeriksaan berlangsung, kamu akan di minta untuk berbaring di meja atau tempat tidur yang sudah di sediakan. Kemudian, seorang teknisi akan menempatkan 20 sensor kecil pada kulit kepala. Sensor-sensor kecil yang di sebut elektroda inilah yang akan mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang di sebut neuron.

3. Setelah Pemeriksaan
Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, teknisi akan melepas elektroda dan membasuh lem perekat. Kamu juga dapat menggunakan penghapus cat kuku di rumah untuk menghilangkan sisa-sisa lem yang masih terasa lengket. Kecuali apabila kamu secara aktif mengalami kejang atau dokter menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan, kamu biasanya sudah diperbolehkan pulang begitu tes selesai dilakukan.

Perlu kamu ingat bahwa pemeriksaan EEG ini biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai adanya gangguan otak atau saat seseorang mengalami gejala-gejala penyakit yang berhubungan dengan gangguan otak. Karena itu, untuk melakukan pemeriksaan ini, kamu perlu mendiskusikan terlebih dahulu gejala kesehatan yang kamu rasakan pada dokter.

Apa Saja Risiko dari Pemeriksaan Electroencephalography (EEG)?

EEG termasuk pemeriksaan yang telah di gunakan bertahun-tahun lamanya dan terbilang aman untuk di lakukan. Selama di lakukan, tes ini tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada seseorang yang di periksa serta tidak berisiko untuk menimbulkan sengatan listrik meskipun menggunakan elektroda.

Pada kasus yang jarang terjadi, pemeriksaan electroencephalography dapat menyebabkan kejang pada seseorang dengan gangguan kejang. Hal ini bisa di sebabkan oleh lampu yang berkedip atau pernapasan dalam yang perlu di lakukan selama tes di lakukan. Maka dari itu, jika kamu memiliki gangguan kejang, ada baiknya beritahu ahli medis yang mengurus pemeriksaan tersebut sebelumnya.

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat mengganggu pembacaan dari pemeriksaan ini, seperti:

  • Gula darah rendah (hipoglikemia) saat berpuasa.
  • Gerakan tubuh atau mata selama tes yang berlebihan.
  • Penerangan, terutama lampu yang terang atau berkedip.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penenang.
  • Mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein.
  • Memiliki rambut yang berminyak atau adanya semprotan rambut.

 

Electroencephalography (EEG)

 

Central Sterile Supply Departement, Central Sterile Supply Department, CSSD, cssd di rumah sakit, pelatihan cssd, Pelatihan CSSD 2024, Pelatihan CSSD Adalah

Central Sterile Supply Departement (CSSD) Rumah Sakit

Central Sterile

 

CSSD (Central Sterile Supply Department) adalah instalasi di rumah sakit yang mengkoordinasikan sistem kerja untuk alat dan juga bahan steril. CSSD bertanggung jawab atas proses pencucian, dekontaminasi, pengemasan, dan juga sterilisasi peralatan bedah dan peralatan lain yang di butuhkan rumah sakit untuk merawat pasien. Dan CSSD juga membantu unit lain di rumah sakit yang membutuhkan alat dan juga bahan steril untuk mencegah infeksi.

Dalam hal ini, CSSD memerlukan kemampuan teknis khusus, hal ini dapat di artikan bahwa instalasi ini mengontrol semua kegiatan dan juga manajemen aset yang secara tidak langsung juga memengaruhi pembelian alat-alat operasi umum dan khusus serta inventaris lainnya. CSSD di satu rumah sakit mencerminkan satu layanan berkualitas yang langka. Bertambahnya jumlah penderita yang mengalami infeksi di rumah sakit (nosocomial infection), telah membuka mata akan pentingnya CSSD. Jika CSSD tidak ada, maka ada kemungkinan peningkatan terjadinya infeksi nosocomial. Kemungkinan terjadinya infeksi nosocomial yang menyebabkan peningkatan angka kematian, peningkatan jangka waktu rawat inap dan pengeluaran dapat diturunkan dengan membangun CSSD yang baik.

Secara umum CSSD (Central Sterile Supply Department) dilihat sebagai bagian penting dari sebuah tindakan operasi di Instlasi bedah Sentral/OK karena pengguna terbanyak dari alat-alat steril adalah Instalasi bedah Sentral. Namun CSSD juga menunjang steriliasi bagi ruangan lain seperti kinik gigi, klinik bedah serta ruangan perawatan bedah, serta ruang lainnya yang di haruskan untuk menggunakan alat-alat steril.

Salah satu faktor penting dalam menjalankan CSSD adalah sistem kerja yang baik. Untuk memiliki sistem kerja yang baik, proses sterilisasi membutuhkan fungsional dan juga kordinasi yang baik dari 3 area: area kotor (soiled zone), yang juga dikenal sebagai area pencucian, area bersih (clean zone) yang juga dikenal sebagai area assembly atau area packing, dan area steril (sterile zone) yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat alat steril.

Proses pengolahan CSSD alat kesehatan secara khusus meliputi:

  • Daur ulang
  • Klasifikasi
  • Pembersihan
  • Desinfeksi
  • Pengeringan
  • Pengujian
  • Pemeliharaan
  • Pengemasan
  • Sterilisasi
  • Penyimpanan
  • Distribusi

Kemajuan teknologi sangat mendukung terciptanya berbagai fasilitas untuk proses sterilisasi rumah sakit yang modern. Lalu apa saja fasilitas CSSD, berikut fasilitas yang di gunakan :

  1. Alat sterilisasi Suhu Rendah Plasma
  2. Alat sterilisasi suhu rendah Etilen Oxide (EO)
  3. Alat sterilisasi suhu tinggi/steam
  4. Washer disenfektor
  5. Ultra sonic Cleaner
  6. Drying Cabinet
  7. Eye washer
  8. Sealer
  9. Alat pemotong pouces
  10. Auto reader 490
  11. Auto reader 390
  12. Auto reader Etilen Oxide (EO)
  13. Inkubator plasma
  14. Alat tekanan positif
  15. Mesin RO
  16. Medicindo magnifying lamp

 

Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Rumah Sakit, Alkes Rumah Sakit, Pelatihan Alat Kesehatan, Pelatihan Alkes Rs

Pengelolaan Alat Kesehatan (ALKES) Di Rumah Sakit

Alat kesehatan

 

 

Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang di gunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan juga meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

Alat Kesehatan Standar di Rumah

Siapa pun bisa mengalami luka atau cedera di dalam rumah. Cedera tersebut bisa berupa luka goresan benda tajam, luka bakar, gigitan serangga, atau keseleo. Tak hanya luka, Anda terkadang bisa mengalami keluhan tertentu selama di rumah, misalnya gatal-gatal karena alergi, batuk, pilek, atau demam.

Untuk mengantisipasinya, ada beberapa standar dan juga obat-obatan yang sebaiknya selalu tersedia di rumah, yaitu:

  • Perban, kain kasa, dan juga plester secukupnya untuk menutup luka
  • Gunting untuk memotong kain kasa, perban, atau plester
  • Pinset untuk mengambil serpihan kecil yang menancap pada lapisan kulit atau benda yang tidak sengaja masuk ke lubang telinga atau hidung
  • Sarung tangan medis yang terbuat dari lateks sebagai APD untuk membersihkan luka dan mencegah luka terkena infeksi
  • Termometer untuk memeriksa suhu tubuh

Alat Kesehatan untuk Kondisi yang Lebih Darurat

Selain alat kesehatan sederhana di atas, sebagian orang dengan kondisi atau penyakit tertentu, sebaiknya mempersiapkan sesuai kebutuhan. Beberapa jenis alat kesehatan tersebut di antaranya:

1.  Inhaler dan nebulizer
Inhaler dan nebulizer adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk menyalurkan obat-obatan melalui saluran pernapasan dan di gunakan dengan cara dihirup.

2. Alat tes gula darah
Jika Anda memiliki diabetes dan rutin menggunakan obat diabetes, misalnya suntikan insulin. Anda di sarankan untuk selalu menyediakan alat tes gula darah. Alat kesehatan ini berbentuk mesin kecil tanpa kabel yang menggunakan baterai dan di lengkapi jarum kecil steril untuk pengambilan sampel darah, beserta strip untuk menampung sampel darah.

3. Tensimeter
Tensimeter merupakan alat kesehatan yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah. Alat kesehatan ini penting untuk tersedia di rumah, khususnya bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Dengan adanya alat kesehatan tersebut, Anda dapat memonitor tekanan darah setiap saat, sehingga tidak perlu ke puskesmas atau tempat praktik dokter. Alat kesehatan ini juga berfungsi untuk memantau apakah pengobatan hipertensi yang di berikan oleh dokter sudah efektif dalam mengontrol tekanan darah Anda.

4. Pulse oximeter
Pulse oximeter adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk mengukur detak jantung dan kadar oksigen dalam darah. Alat ini perlu tersedia jika Anda memiliki penyakit tertentu, misalnya asma, PPOK, stroke, atau penyakit jantung. Ada beberapa tipe pulse oximeter yang tersedia di pasaran, namun yang paling umum digunakan adalah pulse oximeter berukuran kecil yang digunakan di ujung jari.

5. Tabung oksigen
Tabung oksigen umum di gunakan untuk terapi pengobatan bagi penderita penyakit tertentu, khususnya penyakit kronis, seperti asma, PPOK, stroke, dan gagal jantung. Dokter akan menentukan jenis tabung oksigen dan banyaknya oksigen yang perlu di berikan bila Anda atau anggota keluarga memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan terapi oksigen di rumah.

 

Manajemen Farmasi, Manajemen Farmasi Adalah, Manajemen Farmasi Apotek, Manajemen Farmasi di Puskesmas, Manajemen Farmasi Rumah Sakit

Manajemen Farmasi Pengelolaan Di Rumah Sakit

Manajemen Farmasi

 

 

Sistem manajemen farmasi merupakan sistem terpadu yang mengelola produk ritel dan obat-obatan dan mengotomatiskan operasi seperti pengendalian stok, pengeluaran obat, manajemen klaim, penagihan, dan juga pelaporan. Manajemen Farmasi Rumah Sakit (MFRS) dapat didefinisikan sebagai suatu departemen atau unit di suatu rumah sakit di bawah pimpinan seorang apoteker dan dibantu oleh asisten apoteker yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan juga kompeten secara professional, tempat atau fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan serta pelayanan kefarmasian, yang terdiri dari pelayanan paripurna, mencakup perencanaan, mencakup perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan perbekalan kesehatan atau sediaan farmasi; dispensing obat berdasarkan resep bagi penderita rawat inap dan juga rawat jalan; pengendalian mutu; dan pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh perbekalan kesehatan di rumah sakit; pelayanan farmasi klinik umum dan spesialis, mencakup pelayanan langsung pada penderita dan pelayanan klinik yang merupakan program rumah sakit secara keseluruhan.

Sistem manajemen farmasi merupakan sistem terpadu yang mengelola produk ritel dan obat-obatan dan mengotomatiskan operasi seperti: 

  • Pengendalian stok
  • Pengeluaran obat
  • Manajemen klaim
  • Penagihan
  • Pelaporan

Pelayanan farmasi klinik meliputi:

  1. Pengkajian Resep
  2. Dispensing
  3. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
  4. Konseling
  5. Pelayanan Kefarmasian di rumah (home pharmacy care)
  6. Pemantauan Terapi Obat (PTO)
  7. Monitoring Efek Samping Obat (MESO).

Berikut adalah beberapa keuntungan jika menggunakan Sistem Manajemen Farmasi.

  • Inventaris di perbarui secara real time, Anda tidak kekurangan data historis, dan dapat membuat
  • laporan dengan mudah. Plus, inventaris Anda mudah untuk di analisis.
  • Persiapan resep memakan waktu lebih sedikit.
  • Klaim tidak lagi di tolak karena informasi yang salah atau hilang atau kesalahan penagihan.
  • Mendokumentasikan catatan pasien dan pembayaran tidak lagi menyita jadwal apoteker.

Di era teknologi yang berkembang seperti saat ini, semua tantangan ini dapat di penuhi oleh software sistem manajemen farmasi. Sistem manajemen farmasi merupakan sistem terpadu yang mengelola produk ritel dan obat-obatan dan mengotomatiskan operasi seperti pengendalian stok, pengeluaran obat, manajemen klaim, penagihan, dan pelaporan. Perangkat lunak semacam itu memberi departemen farmasi gambaran besar tentang kinerja bisnis dan ikhtisar real-time tentang biaya, pendapatan, dan juga penjualan. Bisnis farmasi yang berpikiran maju telah beralih ke digital untuk mengelola bisnis mereka. Penggunaan sistem manajemen farmasi seperti Trustmedis sudah menjadi hal yang wajib.

Trustmedis sebagai aplikasi kesehatan online terbaik di Indonesia, menyediakan Modul Farmasi untuk membantu pekerjaan farmasi lebih efektif dan juga efisien. Modul farmasi dari Trustmedis memiliki kelebihan di antaranya yakni usulan pengadaan, rencana pengadaan, surat pesanan, terima barang, dan retur pembelian farmasi beserta layanan apotek yang menjual obat dan alkes secara mudah dan lengkap. Fitur lainnya ialah penanganan stok obat dan alkes, opname, sekaligus mutasi farmasi serta pembuangan dan pengalihannya. Fitur yang tidak kalah penting lain yang di miliki Modul Farmasi Trustmedis ialah mencetak laporan hpp, pareto, persediaan, pemakaian BHP hingga laporan stok keluar penjualan.

Modul Farmasi Trustmedis juga memiliki fitur unggulan seperti:

  • Notifikasi E-resep dan Obat Kadaluarsa.
  • Laporan Persediaan
  • Pelacakan obat secara realtime dan mudah

 

Manajemen Farmasi

Hygiene Dan Sanitasi, hygiene sanitasi rumah sakit, pelatihan hygiene dan sanitasi, Pelatihan Hygiene Dan Sanitasi 2024, Pelatihan Hygiene Dan Sanitasi Rs, pelatihan hygiene dan sanitasi rumah sakit, pelatihan hygiene sanitasi

Hygiene Dan Sanitasi Di Rumah Sakit

Hygiene dan sanitasi

 

Hygiene dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau upaya untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan melalui pemeliharaan dini setiap individu dan juga faktor lingkungan yang mempengaruhinya, agar individu terhindar dari ancaman kuman penyebab penyakit (Depkes RI, 2005). Hygiene adalah suatu pencegahan penyakit yang menitikberatkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada Sedangkan Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

Di samping itu rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang di sediakan untuk umum, tempat berkumpulnya orang sakit maupun sehat, yang memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan juga atau sumber penularan penyakit. Untuk menghindari hal yang tidak menguntungkan tersebut, maka lingkungan maupun prasarana rumah sakit perlu di pelihara dengan baik termasuk juga kebersihan personal seluruh sumber daya manusia rumah sakit sesuai dengan persyaratan kesehatan. Hal ini menjadikan para pengembang jasa pelayanan masyarakat dari waktu ke waktu untuk senantiasa mengembangkan pengetahuan dan juga kompetensi sumber daya manusia (SDM) salah satunya adalah yang terkait dengan Hygiene dan Sanitasi di rumah sakit.

Manfaat penerapan Hygiene dan Sanitasi di lingkungan adalah :

  1. Mencegah penyakit menular,
  2. Mencegah kecelakaan,
  3. Mencegah timbulnya bau tidak sedap,
  4. Menghindari pencemaran,
  5. Mengurangi jumlah (persentase sakit),
  6. Lingkungan menjadi bersih, sehat dan juga nyaman.

Contoh Hygiene Berikut ini adalah contoh tindakan personal hygiene:

  1. Mencuci tangan hingga bersih setiap kali akan makan.
  2. Mandi dan juga menggosok gigi secara teratur untuk menjaga kebersihan tubuh.
  3. Menjaga kebersihan bahan makanan dan juga makanan yang telah di olah.

Sasaran Pengelolan Sanitasi lingkup rumah sakit:

  • Seluruh ruangan dan bangunan Rumah Sakit.
  • Fasilitas dan peralatan sanitasi.
  • Fasilitas dan peralatan tempat pengelolaan makanan dan minuman.
  • Fasilitas dan peralatan tempat pencucian/linen.
  • Fasilitas sterilisasi.
  • Instalasi air bersih.
  • Instalasi pengolahan air Limbah.

Kegiatan Higiene dan Sanitasi di Rumah Sakit

Sanitarian/Kesehatan Lingkungan
Sanitasi rumah sakit pertama yang perlu dipahami adalah berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan ini dibagi lagi menjadi beberapa subjek sesuai dengan fokusnya. Adapun subjek yang dimaksud langsung cek semuanya di bawah ini!

Penyehatan Ruang Bangunan Rumah Sakit

Kegiatan sanitasi yang di lakukan oleh penyehatan ruang bangunan rumah sakit berkaitan dengan:

  • Proses pemantauan kelembaban, suhu, pencahayaan dan kebisingan
  • Pengawasan dan pemantauan ventilasi udara maupun pengaturannya
  • Pengawasan mikrobiologi di udara.
  • Memberikan arahan kepada supervisor petugas kebersihan
  • Pemantauan kebersihan ruangan, halaman rumah sakit dan parkir
  • Membuat laporan evaluasi pekerjaan kebersihan
  • Mengawasi kegiatan petugas kebersihan/cleaning service

 

hygiene dan sanitasi

 

Manajemen Keuangan Rs, Manajemen Keuangan Rumah Sakit, Manajemen Keuangan Rumah Sakit Adalah, pelatihan keuangan rumah sakit, Pelatihan manajemen keuangan rumah sakit

Manajemen Keuangan Rumah Sakit

Manajemen Keuangan

 

Manajemen keuangan rumah sakit merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan juga pengawasan atas semua aktivitas keuangan yang terkait dengan operasional rumah sakit.

Strategi Manajemen Keuangan Rumah Sakit

Agar dapat mengelola keuangan rumah sakit dengan baik dan juga mencapai keberhasilan keuangan, di perlukan strategi yang efektif dalam manajemen keuangan. Beberapa strategi yang dapat di lakukan antara lain:

  • Perencanaan Anggaran
    Membuat perencanaan anggaran dengan mempertimbangkan biaya operasional dan juga investasi jangka panjang. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan.
  • Pengelolaan Kas
    Mengelola kas dengan baik dan juga menjaga likuiditas. Rumah sakit harus memastikan bahwa arus kas masuk dan juga keluar seimbang, serta memiliki cadangan kas yang cukup untuk menghadapi kondisi darurat.
  • Pengelolaan Aset
    Mengelola aset dengan baik dan juga memastikan aset di gunakan secara efektif. Rumah sakit harus mengidentifikasi aset yang tidak produktif dan juga mengalokasikan aset yang dapat menghasilkan keuntungan lebih besar.
  • Peningkatan Pelayanan Kesehatan
    Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan reputasi dan juga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Hal ini dapat meningkatkan jumlah pasien dan juga pendapatan rumah sakit.
  • Pengelolaan Risiko Medis
    Mengelola risiko medis dengan baik dan juga memastikan rumah sakit memiliki asuransi malpraktik yang memadai. Hal ini dapat membantu rumah sakit menghindari risiko finansial yang tinggi akibat tuntutan klaim malpraktik.
  • Peningkatan Efisiensi Operasional
    Meningkatkan efisiensi operasional dengan melakukan analisis biaya dan juga keuntungan. Hal ini dapat membantu rumah sakit mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan juga meminimalkan biaya operasional yang tidak perlu.
  • Teknologi dan Inovasi
    Menggunakan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Teknologi dapat membantu rumah sakit dalam pengelolaan data, monitoring pasien, dan proses diagnosa serta pengobatan.

Keuntungan Manajemen Keuangan Rumah Sakit

Manajemen keuangan rumah sakit yang efektif dapat memberikan banyak keuntungan bagi rumah sakit, antara lain:

  • Mencapai Keberhasilan Keuangan
    Dapat membantu rumah sakit mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Hal ini dapat meningkatkan keberlangsungan rumah sakit dan memberikan keuntungan finansial.
  • Peningkatan Kualitas Pelayanan
    Manajemen keuangan yang efektif dapat membantu rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan jumlah pasien yang datang.
  • Pengendalian Biaya Operasional
    Manajemen keuangan yang baik dapat membantu rumah sakit dalam mengendalikan biaya operasional yang tinggi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya.
  • Meningkatkan Reputasi Rumah Sakit
    Manajemen keuangan yang baik dapat membantu meningkatkan reputasi rumah sakit dalam masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan jumlah pasien yang datang.
kredensial keperawatan, Kredensial Keperawatan Adalah, kredensial keperawatan dasar, Kredensial Keperawatan Rumah Sakit, pelatihan kredensial perawat

Kredensial Keperawatan Di Rumah Sakit

Kredensial Keperawatan

 

Kredensial adalah proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk menentukan kelayakan pemberian Kewenangan Klinis. Salah satu upaya yang dilakukan profesi keperawatan adalah dengan adanya kredensial keperawatan di rumah sakit. Kredensial adalah proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klinis.

Untuk menjaga keselamatan pasien adalah dengan menjaga standar profesi dan juga kompetensi para staf medisnya yang melakukan tindakan medis terhadap pasien. Walaupun seseorang telah memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan medis, hal itu harus di buktikan lagi dengan pemeriksaan kembali kompetensi seseorang tersebut dalam melakukan tindakan medis dan juga tindakan-tindakan yang berhubungan dengan spesialisasi tersebut. Proses pembuktian tersebut berpengaruh terhadap pengakuan profesi yang di berikan kepada individu, yang mempunyai otoritas atau di anggap kompeten dalam melakukan suatu tindakan tersebut, dan hal itu akan tercakup dalam proses kredensial.

Kredensial Penunjang Medis perlu di lakukan mengingat lingkup suatu cabang ilmu kesehatan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu, sehingga tenaga kesehatan harus mengikuti perkembangan agar dapat menjaga kompetensinya untuk kelaikan mengemban kewenangan klinis tersebut. Melalui penyelenggaraan kredensial dan juga rekredensial, evaluasi di lakukan terhadap pemenuhan kompetensi tersebut. Faktor lain yang melatarbelakangi kredensial adalah keadaan fisik dan mental seorang tenaga kesehatan dapat menurun akibat penyakit tertentu atau bertambahnya usia yang dapat memengaruhi kompetensinya.

 

Tujuan Kredensial Proses kredensial sangat penting dilaksanakan oleh rumah sakit dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan
  2. Menetapkan standar pelayanan
  3. Menilai boleh tidaknya praktik
  4. Menentukan dan juga mempertahankan kompetensi
  5. Membatasi pemberian kewenangan melaksanakan praktik hanya untuk yang kompeten
  6. Melidungi pasien serta staf medis yang bersangkutan, atas tindakan yang dilakukan.

Ketentuan mengenai tim kredensial adalah sebagai berikut:

  • Persyaratan tim kredensial

A. Umum

  1. Memiliki jenis profesi yang sama dengan tenaga kesehatan yang akan dikredensial/rekredensial
  2. Tidak pernah terkena sanksi etika, disiplin, dan juga hukum
  3. Tidak memiliki konflik kepentingan
  4. Memiliki kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya sama dengan tenaga kesehatan yang akan di kredensial/ di rekredensial;

B. Khusus untuk perwakilan dinas kesehatan daerah kabupaten/kota

  1. Memiliki jenis jabatan fungsional yang sama dengan tenaga kesehatan yang akan di kredensial dan/atau rekredensial
  2. Memiliki jenjang jabatan sekurang-kurangnya sama dengan jabatan fungsional tenaga kesehatan yang akan di kredensial dan/atau rekredensial

C. Khusus untuk perwakilan organisasi profesi

1. Memiliki surat penugasan dari organisasi profesi
2. Tugas tim kredensial

  • Menyusun instrumen penilaian
  • Melakukan penilaian kewenangan klinis
  • Merekomendasikan kewenangan klinis

3. Kewenangan tim kredensial

  • Melaksanakan proses kredensi secara independen
  • Memeriksa kelengkapan berkas pengusulan tenaga kesehatan yang akan mengikuti kredensial/rekredensial
  • Meminta data/dokumen tambahan kepada peserta maupun pihak yang terkait bila di perlukan

Tim kredensial bertugas untuk periode waktu tertentu yang di tetapkan oleh kepala dinas kesehatan daerah kabupatan/ kota dengan mempertimbangkan mobilitas dari anggota tim. Dengan demikian, tim tersebut dapat melakukan kredensial dan/atau rekredensial lebih dari satu kali selama masa penugasannya. Contoh surat keputusan kepala dinas kesehatan daerah kabupaten/kota tentang penetapan tim kredensial terdapat dalam Lampiran A.

Kredensial Keperawatan

Manajemen Radiologi, Manajemen Radiologi Adalah, manajemen radiologi rumah sakit, pelatihan manajemen radiologi, Pelatihan radiologi

Manajemen Radiologi Di Rumah Sakit

Manajemen Radiologi

 

“MANAJEMEN RADIOLOGI RUMAH SAKIT ”

Manajemen Radiologi adalah suatu sistem yang mengurus, mengatur dan juga mengelola suatu kegiatan dalam Radiologi. Radiologi adalah bagian dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang teknologi pencitraan, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik guna memindai bagian dalam tubuh manusia untuk mendeteksi suatu penyakit. Dalam hal ini, Manajemen Radiologi memiliki peran dalam penanganan kondisi medis pasien, dalam tiga bidang radiologi yang dapat membantu dokter utama yang menangani pasien dalam penegakan diagnosis dan juga pengobatan penyakit, peran lain manajemen radiologi adalah juga untuk mencegah operasi invasif yang tidak perlu.

Radiologi umum (radiologi diagnostik)

Bidang radiologi ini memiliki fokus pada pemeriksaan dan juga diagnosis terhadap penyebab dan juga gejala yang dialami pasien. Radiologi umum juga berperan dalam mengevaluasi kondisi dan juga hasil perawatan pasien. Ada beberapa jenis pemeriksaan radiologi diagnostik yang paling umum dilakukan, di antaranya:

  1. Foto Rontgen
  2. USG (ultrasonografi)
  3. Fluoroskopi
  4. Mammografi
  5. Angiografi
  6. CT scan (computed tomography scan)
  7. MRI (magnetic resonance imaging)
  8. PET scan (positron emission tomography scan)
  9. Pencitraan nuklir

Pada kondisi tertentu, dokter spesialis radiologi akan menggunakan zat khusus yang di sebut zat kontras untuk mempertajam dan juga meningkatkan kualitas gambar yang di hasilkan, sehingga di agnosis penyakit dapat di lakukan dengan lebih baik.

Secara keilmuan, bidang radiologi umum terbagi dalam beberapa subspesialis yang meliputi:

  • Radiologi kepala dan leher
  • Radiologi dada (toraks)
  • Radiologi anak
  • Radiologi saluran kemih dan organ genital
  • Radiologi payudara
  • Radiologi intervensional dan jantung pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Radiologi tulang dan otot (muskuloskeletal)
  • Radiologi saluran cerna
  • Neuroradiologi atau radiologi sistem saraf dan otak
  • Kedokteran nuklir

Radiologi intervensi

Dalam kedokteran radiologi intervensi, dokter spesialis radiologi menggunakan pencitraan, seperti CT scan, USG, MRI, dan juga fluoroskopi, untuk memandu prosedur medis tertentu.

Metode pencitraan ini bertujuan untuk membantu dokter saat memasang kateter atau memasukkan instrumen bedah melalui sayatan kecil ke dalam tubuh pasien.

Pemeriksaan radiologi intervensi sering terlibat dalam penanganan kanker atau tumor, penyumbatan di pembuluh darah arteri dan vena, fibroid rahim, nyeri punggung, penyakit hati dan juga ginjal, kelainan paru-paru, gangguan sistem saluran kemih dan juga saluran cerna, hingga masalah pada otak seperti stroke.

Prosedur radiologi intervensi meliputi angiografi dan pemasangan ring pada pembuluh darah, embolisasi untuk mengontrol pendarahan, ablasi tumor, biopsi jarum halus pada organ tertentu, biopsi payudara, penempatan selang makan (NGT atau pipa nasogastrik), hingga pemasangan kateter akses vena.

Radiologi Onkologi

Dokter radiologi dalam bidang ini bertugas meresepkan dan juga mengawasi setiap rencana perawatan pasien kanker menggunakan terapi radiasi (radioterapi). Dokter radiologi onkologi juga akan memantau kemajuan kondisi pasien dan menyesuaikan pengobatan pasien.

Tugas Dokter Spesialis Radiologi

Tugas pokok seorang dokter spesialis radiologi meliputi:

  • Menentukan metode tes pencitraan yang paling efektif dan aman bagi pasien
  • Melaksanakan pemeriksaan radiologi bersama radiografer atau teknisi radiologi
  • Menganalisis, mengevaluasi, dan membacakan hasil pemeriksaan radiologi pasien
  • Menentukan jenis kelainan dan tingkat keparahan kondisi yang diderita pasien
  • Menyarankan pemeriksaan lanjutan atau pengobatan untuk pasien, jika diperlukan

Kewenangan Klinis Dokter Spesialis Radiologi

Ada beragam kewenangan klinis seorang dokter spesialis radiologi menurut bidangnya, yaitu:

1. Bidang radiologi dada (toraks)
Prosedur pemeriksaan radiologi yang di lakukan meliputi radiografi konvensional atau foto Rontgen dada, CT scan rongga dada, dan juga USG pleura.

2. Bidang muskuloskeletal
Jenis pemeriksaan radiologi yang dapat di lakukan meliputi foto Rontgen tulang dan otot, CT scan tulang, MRI tulang, pemindaian tulang (bone scan), serta USG Doppler sendi dan juga jaringan lunak.

3. Bidang saluran kemih dan organ genital
Metode pemeriksaan radiologi yang dapat di lakukan meliputi urografi intravena, uretrosistografi, micturating cysto urethrography (MCU), uretrografi, USG Doppler saluran kemih, USG testis, genitografi, CT/MR urografi, dan MRI organ kelamin dalam.

4. Bidang saluran cerna
Prosedur pemeriksaan radiologi yang di lakukan meliputi foto Rontgen perut (abdomen), barium meal, barium enema, lopografi, fistulografi, CT kolonoskopi, ERCP, dan juga CT/MRI saluran cerna.

5. Bidang neuroradiologi (saraf dan otak)
Jenis pemeriksaan radiologi yang di lakukan adalah CT scan dan MRI otak serta saraf tulang belakang, MR myelography, dan USG otak.

6. Bidang radiologi intervensional dan juga kardiovaskular
Prosedur pemeriksaan radiologi yang di lakukan meliputi angiografi, venografi, limfografi, mielografi, embolisasi transarterial, dan biopsi terpimpin (guiding biopsy).

7. Bidang pencitraan payudara
Prosedur pemeriksaan radiologi pada payudara meliputi mammografi, USG payudara, MRI dan CT scan payudara, serta duktulografi atau pemeriksaan saluran susu.

8. Bidang pencitraan kepala-leher
Prosedur pemeriksaan radiologi yang di lakukan meliputi radiografi konvensional, CT scan kepala dan leher, MRI kepala dan leher, USG leher, sialografi atau pemeriksaan kelenjar liur, dan juga dakriosistografi atau pemeriksaan kelenjar air mata.

9. Bidang kedokteran nuklir
Jenis pemeriksaan yang dapat di lakukan meliputi skintigrafi tulang, skintigrafi ginjal, limfoskintigrafi, skintigrafi tiroid, dan juga skintigrafi hepatobiliar.

Kondisi Medis yang dapat Di deteksi Melalui Pemeriksaan Radiologi

Berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang dapat di deteksi oleh dokter spesialis radiologi melalui pemeriksaan radiologi:

  1. Kanker dan tumor
  2. Kelainan pada paru-paru, seperti pneumonia, bronkopnemonia, tuberkulosis, bronkitis, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), pneumotoraks, dan juga hematotoraks
  3. Kelainan pada saluran cerna, seperti gangguan menelan karena akalasia, penyakit asam lambung, kolesistitis, peritonitis, perdarahan pada saluran cerna, hernia, hingga adanya luka pada di nding saluran cerna akibat infeksi atau radang
  4. Kelainan pada saluran kemih, seperti infeksi saluran kemih, infeksi ginjal atau pielonefritis, sumbatan pada saluran kemih atau kandung kemih, pembesaran prostat, dan juga batu saluran kemih
  5. Kelainan pada jantung dan juga pembuluh darah, seperti gagal jantung kongestif, penyakit jantung, aterosklerosis, penyakit katup jantung, gangguan otot jantung, varises, trombosis vena dalam (DVT), dan malformasi arteri vena
  6. Kelainan pada saraf dan otak, seperti meningitis, ensefalitis, infark serebal, stroke, perdarahan otak, hematoma subdural, dan juga hidrosefalus
  7. Kelainan pada organ reproduksi, seperti torsio testis, varikokel, kista ovarium, miom uteri (fibroid rahim), dan juga infeksi rahim
  8. Kelainan pada sistem muskuloskeletal, seperti patah tulang tertutup, pergeseran tulang dan juga sendi, tumor tulang, serta massa jaringan lunak