Manajemen Diklat Rs, Manajemen Diklat Rumah Sakit, Pelaihan Manajemen Diklat Rumah Sakit, Pelatihan Manajemen Diklat Rs, Pelatihan Manajemen Diklat Rs 2024

Manajemen Diklat Pada Rumah Sakit

Manajemen Diklat

 

 

Program Manajemen Diklat Rumah Sakit merupakan suatu upaya strategis manajemen yang bertujuan untuk mengembangkan SDM dalam rangka meningkatkan kinerja suatu organisasi. Hampir setiap organisasi yang besar memilikinya, namun tidak semua dapat menyelenggarakan diklat secara baik. Suatu upaya strategis manajemen yang bertujuan untuk mengembangkan SDM dalam rangka meningkatkan kinerja suatu organisasi. Akan pentingnya pelatihan dan juga pengembangan tenaga rumah sakit sudah menjadi isu global dan juga banyak di sebar dalam berbagai bentuk publikasi, pelatihan dan juga pengembangan di rumah sakit seringkali tidak di jadikan prioritas. Salah satu alasannya adalah karena terbentur dengan alokasi pendanaan yang cukup besar dan juga merasa tidak menghasilkan apa-apa secara signifikan. Padahal program pelatihan dan juga pengembangan merupakan hal yang perlu di lakukan secara berkala dan juga kontinyu. Pengembangan dan pelatihan tenaga di rumah sakit dapat menjadi suatu langkah strategis manajemen rumah sakit dalam menyediakan pelayanan kesehatan dengan optimal.

Rumah Sakit dalam memberikan pelayanannya tentunya staff rumah sakit secara berkala memperoleh pelatihan dari bagian rumah sakit. Adapun tugas dan fungsi bagian rumah sakit selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia rumah sakit juga mampu menjalin kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan dan juga pelatihan. Dalam penyelenggaraan tentunya di sesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan di lapangan. Oleh karena itu di perlukan pengetahuan dan juga keterampilan dalam merencanakan sampai dengan evaluasi program pendidikan dan juga latihan bagi SDM di rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan yang prima kepada pasien dan juga keluarga.

MATERI

  1. Filosofi pelatihan
  2. Siklus diklat
  3. Pengkajian kebutuhan pelatihan (TNA)
  4. Perumusan Tujuan pelatihan
  5. Rancangan Diklat
  6. Penyusunan Kurikulum dan GBPP
  7. Penyelenggaraan Pelatihan (Training Delivery)
  8. Master of Training
  9. Metode Pembelajaran
  10. Akreditasi Pelatihan
  11. Evaluasi Pelatihan
  12. Pengendalian Mutu Pelatihan

BIAYA & FASILITAS

Paket A Rp 5.500.000,- /peserta
Menginap di Grage Bussines Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training kit, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket B Rp 4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel selama 2 hari. Training kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Untuk Info Pelatihan Lebih Lanjut KLIK DI SINI

 

manajemen laundry rumah sakit, manajemen linen rumah sakit, Pelatihan Linen & Laundry, pelatihan manajemen linen dan laundry rumah sakit

Pengelolaan Manajemen Linen & Laundry Rumah Sakit

Manajemen Linen

 

Manajemen Linen dan Laundry adalah upaya pengelolaan dan pengawasan terhadap tahapan-tahapan pencucian linen di rumah sakit untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan dan juga lingkungan hidup yang di timbulkan. Maksud dari “Linen” adalah bahan atau kain yang di gunakan di rumah sakit untuk kebutuhan sprei, bantal, guling, selimut, baju petugas, baju pasien dan juga alat instrument steril lainnya.

Linen yang akan di gunakan harus dalam kondisi bersih dan bebas dari kuman penyakit; maka di lakukan pencucian atau di sebut juga Laundry Rumah Sakit yang di dalamnya termasuknya juag proses Sterilisasi. Linen juga harus nyaman di gunakan oleh pasien; maka di lakukan pemeliharaan, perbaiakan atau penggantian.

Aktifitas Manajemen Linen dan Laundry antara lain :

  •  Perencenaan kebutuhan linen dan bahan pencuciannya untuk pelayanan pasien dan pencuciannya untuk pelayanan pasien dan keperluan pakkeperluan pakaaian petugas sesuai dengan tugas ian petugas sesuai dengan tugas dan fungsinyadan fungsinya
  • Perbaikan bahan linen yang rusak
  • Pengaturan distribusi linen dan pekerjaan laundry
  • Pemeliharaan peralatan laundry
  • Pengendalian penggunaan bahan linen.
  • Pengawasan kegiatan di unit linen dan laundry.

Manajemen Linen dan Laundry adalah upaya pengelolaan dan pengawasan terhadap tahapan-tahapan pencucian linen di rumah sakit untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan dan lingkungan hidup yang di timbulkan. Linen merupakan salah satu kebutuhan pasien di rumah sakit yang dapat memberikan dampak kenyamanan dan jaminan kesehatan. Pengelolaan linen yang buruk akan menyebabkan potensi penularan penyakit bagi pasien, staf dan pengguna linen lainnya.

Perlakuan terhadap Liinen di Rumah Sakit :

A. Pengumpulan

  1. Pemilahan antara linen infeksius dan non infeksius di mulai dari sumber dan memasukkan linen kedalam kantong plastik sesuai jenisnya serta di beri label.
  2. Menghitung dan mencatat linen diruangan.
  3. Di larang melakukan perendaman linen kotor di ruangan sumber.

B. Penerimaan

  1. Mencatat linen yang di terima dan telah di pilah antara infeksius dan non infeksius.
  2. Linen di pilah berdasarkan tingkat kekotorannya.

C. Pencucian

  1. Menimbang berat linen untuk menyesuaikan dengan kapasitas mensin cuci dan kebutuhan deterjen dan disinfektan.
  2. Membersihkan linen kotor dari tinja, urin, darah dan muntahan dengan menggunakan mesin cuci infeksius.
  3. Mencuci dikelompokan berdasarkan tingkat kekotorannya.
  4. Pengeringan linen dengan mesin pengering (dryer) sehingga didapat hasil pengeringan yang baik.
  5. Penyeterikaan dengan mesin seterika uap, mesin flat ironer sehingga didapat hasil seterikaan yang baik.
  6. Linen bersih harus di tata sesuai jenisnya dan juga sistem stok linen (minimal 4 bagian) dengan sistem first in first out.

D. Distribusi; Di lakukan berdasarkan kartu tanda terima dari petugas penerima, kemudian petugas menyerahkan linen bersih kepada petugas ruangan sesuai kartu tanda terima.

E. Pengangkutan

  1. Kantong untuk membungkus linen bersih harus di bedakan dengan kantong yang di gunakan untuk membungkus linen kotor.
  2. Menggunakan kereta yang berbeda dan juga tertutup antara linen bersih dan juga linen kotor. Untuk kereta linen kotor di desain dengan pintu membuka keatas dan juga untuk linen bersih dengan pintu membuka ke samping, dan pada setiap sudut sambungan permukaan kereta harus di tutup dengan pelapis (siller) yang kuat agar tidak bocor.
  3. Kereta dorong harus di cuci dengan di sinfektan setelah di gunakan mengangkut linen kotor.
  4. Waktu pengangkutan linen bersih dan juga kotor tidak boleh di lakukan bersamaan.
  5. Linen bersih di angkut dengan kereta dorong yang berbeda warna.
  6. Rumah sakit yang tidak mempunyai laundry tersendiri, pengangkutannya dari dan juga ketempat laundry harus menggunakan mobil khusus.

F. APD; Petugas yang bekerja dalam pengelolan laundry linen harus menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, apron, sepatu boot, penutup kepala, selain itu di lakukan pemeriksaaan kesehatan secara berkala, serta harus memperoleh imunisasi hepatitis B setiap 6 (enam) bulan sekali.

G. Pihak Ketiga; untuk rumah sakit yang tidak mempunyai laundry tersendiri, pencuciannya dapat bekerjasama dengan pihak lain dan juga pihak lain tersebut harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta di lakukan pengawasan penyelenggaraan linen secara rutin oleh pihak rumah sakit.

Pengelolaan Linen dan Laundry di Krakatau Medika telah memenuhi aturan dan regulasi yang berlaku; sesuai dengan surveilance Sertifikasi Akreditasi Rumah Sakit SNARS.

pelatihan pmkp, Pelatihan PMKP 2024, Pelatihan PMKP Adalah, PMKP, PMKP Adalah, pmkp rumah sakit

Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien (PMKP)

Peningkatan Mutu

 

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) adalah suatu pendekatan yang sistematis dan terencana untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Tujuan PMKP adalah untuk memastikan bahwa pasien menerima asuhan yang aman, efektif, efisien, dan memuaskan. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan hal yang penting untuk dilakukan di rumah sakit. Hal ini karena rumah sakit merupakan tempat yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, rumah sakit harus memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien adalah yang terbaik.

Mutu dan keselamatan sejatinya berakar dari pekerjaan sehari-hari dari seluruh staf di unit pelayanan seperti staf klinis melakukan asesmen kebutuhan pasien dan juga memberikan pelayanan. Standar PMKP membantu staf klinis untuk memahami bagaimana melakukan peningkatan nyata dalam memberikan asuhan pasien dan juga menurunkan risiko. Demikian pula staf nonklinis dapat memasukkan standar dalam pekerjaan sehari-hari mereka untuk memahami bagaimana suatu proses dapat lebih efisien, sumber daya dapat di gunakan dengan lebih bijaksana, dan juga risiko fisik dapat di kurangi.

Fokus area standar peningkatan mutu dan juga keselamatan pasien adalah:

  1. Pengelolaan kegiatan peningkatan mutu dan juga keselamatan pasien
  2. Pemilihan, pengumpulan, analisis dan juga validasi data indikator mutu
  3. Pelaporan dan juga analisis insiden keselamatan pasien
  4. Pencapaian dan juga mempertahankan perbaikan
  5. Manajemen risiko

Tujuan Kegiatan PMKP 2024

Adapun Tujuan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) antara lain;

  1. Memperkuat dan meningkatkan secara berkelanjutan budaya mutu dan juga keselamatan pasien
    – Kepatuhan terhadap standar Akreditasi tentang Keselamatan Pasien
    – Kepuasan pelanggan
    – Pencapaian Sasaran Keselamatan Pasien (IPSG)
  2.  Menurunkan angka infeksi
    – Pencegahan dan pengendalian infeksi
  3. Memantau kepatuhan terhadap aturan eksternal
    – Kepatuhan terhadap ILM (Library of Measures)
    – Identifikasi tingkat kesalahan (error)
  4. Meningkatkan sistem pengukuran dan juga pelaporan
    – Pengukuran data indikator mutu yang representatif
    – Kepatuhan pelaporan
    – Validasi data hasil pemantauan indikator klinis

Manfaat PMKP antara lain:

  • Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
  • Meningkatkan keselamatan pasien
  • Meningkatkan kepuasan pasien
  • Meningkatkan efisiensi dan juga efektifitas pelayanan kesehatan
  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat