asi eksklusif, pelatihan asi eksklusif 2026, pelatihan asi eksklusif untuk nakes puskesmas, pelatihan laktasi untuk bidan, pelatihan manajemen laktasi tersertifikasi, sertifikasi konselor asi

PELATIHAN ASI EKSKLUSIF RUMAH SAKIT 2026

pelatihan asi eksklusif

“PELATIHAN KHUSUS”

ASI EKSKLUSIF

ASI eksklusif merupakan salah satu usaha dunia untuk mempersiapkan penerus yang sehat sejak usia dini. World Health Organization (WHO) dan United Nation Childrens Fund (UNICEF) menyarankan kepada setiap ibu yang melahirkan untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya, sehingga pemberian ASI eksklusif kepada setiap bayi dipandang dapat mencegah terjadinya infeksi dan diare pada anak serta menghemat pengeluaran pada keluarga miskin. Dalam hal ini terbukti bahwa ASI eksklusif mencegah penyakit seperti diare, pneumonia yang menyebabkan 40% dari kematian balita di Indonesia.

Menyusui adalah cara untuk memberikan makanan ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, selain itu memiliki efek biologis dan psikologis pada kesehatan ibu dan bayi. Dalam ASI, terdapat tiga zat penting yang berkaitan dengan perkembangan otak dan kecerdasan anak, yaitu asam lemak docosahexaenoic acid (DHA) dan arachinoid acid (AA) , serta laktosa. Selanjutnya, DHA dan AA telah terbukti membantu meningkatkan penglihatan dan beberapa respons motorik pada bayi dan balita.

Kandungan laktosa yang merupakan golongan karbohidrat, memproduksi zat galaktolipid yang berperan penting dalam perkembangan saraf pusat. Zat-zat anti infeksi yang terkandung dalam ASI membantu melindungi bayi terhadap berbagai penyakit. Bayi yang mendapat ASI eksklusif 14 kali lebih mungkin untuk bertahan hidup dalam enam bulan pertama kehidupan dibandingkan anak yang tidak disusui. Bayi yang mulai menyusui pada hari pertama setelah lahir dapat mengurangi risiko kematian baru lahir hingga 45%.2,3 Anak yang mendapatkan ASI eksklusif terbukti mempunyai intelligence quotient (IQ) 12,9 poin lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak diberi ASI eksklusif (Medela, 2011).

 

TUJUAN

1. Memahami konsep dasar dan manfaat ASI eksklusif bagi bayi, ibu, dan juga keluarga.
2. Menguasai teknik menyusui yang benar (perlekatan dan posisi).
3. Memahami cara memerah, menyimpan, dan juga memberikan ASI perah (ASIP) bagi ibu bekerja.
4. Mengenal cara menjaga produksi dan juga kualitas ASI (termasuk manajemen laktasi dan nutrisi ibu menyusui).
5. Membangun dukungan psikososial dari suami dan juga keluarga terdekat.

 

MATERI

  1. Kebijakan & Landasan Ilmiah ASI Eksklusif
    • Anatomi dan Fisiologi Laktasi
    • Komposisi Gizi ASI
    • Manfaat ASI
    • Bahaya Susu Formula
  2. Keterampilan Klinis Menyusui (Praktik Mandiri)
    • Kunci Keberhasilan Perlekatan
    • Variasi Posisi Menyusui
    • Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
  3. Manajemen ASI bagi Ibu Bekerja
    • Teknik Memerah ASI
    • Penyimpanan ASI Perah (ASIP)
    • Manajemen Pemberian ASIP
  4. Solusi Masalah Laktasi & Dukungan Sosial
    • Penanganan Penyulit Menyusui
    • Pijat Oksitosin
    • Komunikasi Konseling

 

METODE PELATIHAN

1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya Jawab

 

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Faks: (0274) 4436844
WA: 082324284296/081228859896
Email: Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2026

JANUARIFEBRUARIMARET
08 – 1005 – 0705 – 07
19 – 2119 – 2116 – 18
26 – 2826 – 2826 – 28
APRILMUNGKINJUNI
09 – 1107 – 0903 – 05
16 – 1818 – 2011 – 13
23 – 2528 – 3022 – 24
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
06 – 0806 – 0807 – 09
16 – 1813 – 1517 – 19
23 – 2520 – 2228 – 30
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
05 – 0705 – 0707 – 09
15 – 1716 – 1817 – 19
29 – 3126 – 2821 – 23
HIV/AIDS, Human Immunodeficiency Virus, Pelatihan VCT, Pelatihan VCT HIV AIDS, VCT HIV AIDS, Voluntary Counseling and Testing (VCT)

Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS

Voluntary Counseling and Testing

 

VCT adalah Voluntary Counseling and Testing, yaitu serangkaian tes untuk mengetahui apakah Anda positif atau negatif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Infeksi HIV yang tidak segera di tangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang di sebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Prosedur Pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing)

Sebelum melakukan pemeriksaan, kamu akan melalui tahapan konseling. Tahap konseling ini di lakukan untuk membantu persiapan pemeriksaan dan antisipasi terhadap hasil tes nantinya. Melalui konseling ini, kamu bisa merencanakan perawatan dan pengobatan HIV lebih cepat apabila di ketahui hasil pemeriksaan adalah positif. Tidak hanya itu, kamu juga lebih mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya penularan, baik dari orang lain maupun dari ibu ke anak apabila ibu sedang hamil dan mengidap HIV, serta mencegah terjadinya penyakit menular seksual. Namun, jika kamu tidak menghendaki adanya konseling sebelum pemeriksaan, tidak masalah. Sama seperti tes itu sendiri, konseling ini juga bersifat sukarela.

Setelah atau tanpa konseling, kamu akan melanjutkan pada tahapan pemeriksaan berikutnya, yaitu pemeriksaan antibodi HIV. Prosedur VCT ini memiliki tiga jenis tes, yaitu:

  • Tes Elisa dan Western Blot. Pemeriksaan ini di lakukan dengan mengambil sampel darah. Sampel lalu akan di kirimkan ke laboratorium untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan ini bisa kamu ketahui dalam waktu sekitar satu minggu.
  • Rapid test. Pemeriksaan ini di lakukan dengan pengambilan sampel darah melalui ujung jari. Darah tersebut kemudian akan di letakkan pada kaca objek dan di berikan larutan kimia khusus. Hasil pemeriksaan bisa kamu ketahui hanya dalam waktu 15 menit. Apabila hasilnya positif, pemeriksaan ini akan di ulangi guna memastikan diagnosis yang akurat.

Pemeriksaan antibodi HIV pada prosedur VCT di lakukan untuk mendeteksi adanya antibodi pada tubuh apabila jumlahnya telah mencukupi. Adanya teknologi terbaru membuat kamu lebih mudah untuk menjalani tes sebelum 3 bulan. Namun, tetap saja ada waktu ketika antibodi tidak bisa terdeteksi oleh darah, sehingga kamu akan mendapatkan hasil pemeriksaan negatif, meski virus sebenarnya masih ada pada tubuh.

Beberapa Manfaat Melakukan VCT

Berikut adalah beberapa manfaat melakukan VCT:

  • Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman secara detail terkait HIV/AIDS
  • Meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
  • Mendeteksi sedini mungkin risiko terkena HIV/AIDS
  • Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas hidup, bagi ODHA
  • Mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus HIV, bagi ODHA

Namun, berdasarkan hasil riset Kementerian Kesehatan RI diketahui bahwa layanan konseling VCT dan tes HIV di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh dua hal berikut:

  • Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS, sehingga menganggap diri mereka aman dan tak perlu melakukan tes HIV
  • Stigma masyarakat terhadap ODHA yang begitu kuat, sehingga ODHA enggan, malu, atau takut melakukan tes HIV
    Infeksi HIV/AIDS tergolong penyakit serius yang dapat mengancam jiwa. Tanpa pengetahuan yang cukup, penyebaran HIV akan semakin sulit dihindari.

Dengan berbekal pengetahuan yang baik, VCT tidak hanya mampu mencegah penularan HIV/AIDS, melainkan juga mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Voluntary Counseling and Testing

 

Voluntary Counseling and Testing