manajemen rawat inap rumah sakit, Manajemen Unit Rawat Inap Rumah Sakit, pelatihan manajemen rawat inap, Pelatihan Rawat Inap, Rawat Inap Rumah Sakit

MANAJEMEN UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT

Rawat Inap

 

Rawat Inap adalah salah satu bentuk layanan perawatan yang di berikan oleh rumah sakit. Layanan ini adalah layanan yang membutuhkan tempat tidur untuk keperluan observasi, diagnosis, terapi, rehabilitasi medik, serta penunjang medik lain untuk di lakukan. Setidaknya pasien tinggal dalam waktu satu hari di rumah sakit adalah maksud dari rawat inap. Dalam manajemen rumah sakit, pelayanan rawat inap sangatlah penting, kualitas yang baik tentu saja akan membuat pasien merasa senang dan nyaman. Ruangan atau sering disebut unit rawat inap adalah fasilitas yang selalu berada dalam kondisi ramai di gunakan. Bahkan tak jarang rumah sakit harus merujuk pasien karena penuhnya ruangan tersebut.

Cara Tepat Meningkatkan Kualitas Manajemen Rawat Inap

Terdapat empat hal yang harus di perhatikan ketika ingin meningkatkan kualitas manajemen rawat inap. Di antaranya adalah :

1. Komitmen

Terdapat sebuah aturan rawat inap yang harus di taati oleh petugas maupun pengunjung dalam rawat inap. Membiarkan peraturan tersebut di langgar seringkali menjadi masalah yang terjadi, apalagi jika merasa memiliki kekuasaan, seperti halnya pelanggaran jam besuk, hingga jumlah pengunjung yang masuk.

Anda perlu mengevaluasi kembali dan coba melaksanakannya dengan lebih disiplin. Agar manajemennya bisa lebih baik dan mampu meningkatkan kepuasan pasien. Performa yang baik tentu saja di perlukan dalam hal ini.

2. Menyampaikan Informasi dengan Jelas

Penyampaian informasi harus di jelaskan sejelas mungkin pada keluarga pasien dan pasien itu sendiri pada saat pendaftaran rawat inap. Jelaskan poin – poin yang harus di taati, dan coba pahamkan pada keluarga untuk menerima semua peraturan, agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya.

Kecakapan petugas dalam memberikan informasi yang mudah di mengerti pada pasien dan keluarganya harus di tingkatkan. Apalagi jika itu menyangkut pelaksanaan tindakan tertentu. Jangan hanya memberikan informasi tanpa penjelasan, yang pasti akan menimbulkan kebingungan pasien dan keluarga.

3. Menjalankan Tugas Sesuai dengan TUPOKSI

Dalam meningkatkan manajemen rawat inap, sangat penting tugas dari kepala ruang yang kompeten sebagai manajer. Tugas dan fungsi dari setiap jabatan per individu di rumah sakit, haruslah di lakukan dengan tepat dan sesuai. Agar pengawasan kinerja jabatan di bawahnya bisa di lakukan dengan efektif. Hal ini juga sangat mendukung tercapainya peningkatan kepuasan pasien rawat inap.

4. Membuat Laporan untuk Bahan Evaluasi

Pemeriksaan rutin dan bentuk laporannya yang sistematik adalah cara lain dalam meningkatkan manajemen pelayanan pada pasien. Hal ini berfungsi untuk memberikan patokan tertentu agar lebih akurat dalam melakukan tindakan kedepannya. Sekecil apapun hal yang terjadi tidak boleh terlewatkan dalam proses penyembuhan pasien rawat inap dari awal hingga selesai.

Anda juga bisa membagikan angket kepuasan pasien sebagai laporan yang di buat. Dengan menggunakan dukungan aplikasi manajemen, tentu saja pelaporan akan lebih mudah dan terstruktur. Seperti halnya laporan jumlah pasien di tiap ruangan, jenis pendaftaran berdasarkan masuknya pasien, dan masih banyak lagi.

Klasifikasi Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan

Mutu pelayanan kesehatan adalah mengimplementasikan ilmu pelayanan kesehatan yang di gabungkan dengan penggunaan teknologi untuk memaksimalkan manfaat pelayanan kesehatan dan meminimalisir resiko. Menurut Kemenkes, klasifikasi mutu dalam pelayanan kesehatan sendiri dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan stake holder yang berkaitan, yaitu :

  1. Pengguna jasa pelayanan kesehatan menunjukkan bagaimana konsumen. Dalam artian pasien menilai layanan kesehatan yang bermutu ketika layanan kesehatan yang di terima dapat sesuai dengan kebutuhannya. Serta di laksanakan dengan cara sopan, santun, tepat waktu, dan tanggap.
  2. Pemberi jasa layanan kesehatan menunjukkan pelayanan yang bermutu adalah dengan melaksanakannya secara teratur sesuai prosedur. Kemudian di dukung dengan penggunaan teknologi kesehatan yang tepat.
  3. Penyandang dana melihat pelayanan kesehatan yang bermutu dengan mengevaluasi dampak dari pelayanan kesehatan yang di berikan. Kepada status kesehatan pasien dan efisiensinya.
  4. Pemilik sarana layanan kesehatan, melihat pelayanan kesehatan yang bermutu adalah dengan memberikan pelayanan yang maksimal dengan harga yang terjangkau. Namun tetap memperhatikan sisi profitabilitas dari faskes yang dijalankan.
  5. Administrator layanan kesehatan, berpendapat bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu adalah dapat membuat prioritas saat memberikan pelayanan. Artinya, pelayanan kesehatan yang di berikan dapat sesuai dengan kebutuhan dan urgensi pasien.

Nah, itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan berdasarkan dimensi mutu standar pelayanan kesehatan. Agar bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dengan angka yang tinggi, memang sangat penting melakukan peningkatan manajemen rumah sakit, terutama manajemen pasien rawat inapnya.

 

Rawat Inap
Rawat Inap

 

Rawat Inap
Rawat Inap
HIV/AIDS, Human Immunodeficiency Virus, Pelatihan VCT, Pelatihan VCT HIV AIDS, VCT HIV AIDS, Voluntary Counseling and Testing (VCT)

Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS

Voluntary Counseling and Testing

 

VCT adalah Voluntary Counseling and Testing, yaitu serangkaian tes untuk mengetahui apakah Anda positif atau negatif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Infeksi HIV yang tidak segera di tangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang di sebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Prosedur Pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing)

Sebelum melakukan pemeriksaan, kamu akan melalui tahapan konseling. Tahap konseling ini di lakukan untuk membantu persiapan pemeriksaan dan antisipasi terhadap hasil tes nantinya. Melalui konseling ini, kamu bisa merencanakan perawatan dan pengobatan HIV lebih cepat apabila di ketahui hasil pemeriksaan adalah positif. Tidak hanya itu, kamu juga lebih mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya penularan, baik dari orang lain maupun dari ibu ke anak apabila ibu sedang hamil dan mengidap HIV, serta mencegah terjadinya penyakit menular seksual. Namun, jika kamu tidak menghendaki adanya konseling sebelum pemeriksaan, tidak masalah. Sama seperti tes itu sendiri, konseling ini juga bersifat sukarela.

Setelah atau tanpa konseling, kamu akan melanjutkan pada tahapan pemeriksaan berikutnya, yaitu pemeriksaan antibodi HIV. Prosedur VCT ini memiliki tiga jenis tes, yaitu:

  • Tes Elisa dan Western Blot. Pemeriksaan ini di lakukan dengan mengambil sampel darah. Sampel lalu akan di kirimkan ke laboratorium untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan ini bisa kamu ketahui dalam waktu sekitar satu minggu.
  • Rapid test. Pemeriksaan ini di lakukan dengan pengambilan sampel darah melalui ujung jari. Darah tersebut kemudian akan di letakkan pada kaca objek dan di berikan larutan kimia khusus. Hasil pemeriksaan bisa kamu ketahui hanya dalam waktu 15 menit. Apabila hasilnya positif, pemeriksaan ini akan di ulangi guna memastikan diagnosis yang akurat.

Pemeriksaan antibodi HIV pada prosedur VCT di lakukan untuk mendeteksi adanya antibodi pada tubuh apabila jumlahnya telah mencukupi. Adanya teknologi terbaru membuat kamu lebih mudah untuk menjalani tes sebelum 3 bulan. Namun, tetap saja ada waktu ketika antibodi tidak bisa terdeteksi oleh darah, sehingga kamu akan mendapatkan hasil pemeriksaan negatif, meski virus sebenarnya masih ada pada tubuh.

Beberapa Manfaat Melakukan VCT

Berikut adalah beberapa manfaat melakukan VCT:

  • Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman secara detail terkait HIV/AIDS
  • Meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
  • Mendeteksi sedini mungkin risiko terkena HIV/AIDS
  • Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas hidup, bagi ODHA
  • Mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus HIV, bagi ODHA

Namun, berdasarkan hasil riset Kementerian Kesehatan RI diketahui bahwa layanan konseling VCT dan tes HIV di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh dua hal berikut:

  • Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS, sehingga menganggap diri mereka aman dan tak perlu melakukan tes HIV
  • Stigma masyarakat terhadap ODHA yang begitu kuat, sehingga ODHA enggan, malu, atau takut melakukan tes HIV
    Infeksi HIV/AIDS tergolong penyakit serius yang dapat mengancam jiwa. Tanpa pengetahuan yang cukup, penyebaran HIV akan semakin sulit dihindari.

Dengan berbekal pengetahuan yang baik, VCT tidak hanya mampu mencegah penularan HIV/AIDS, melainkan juga mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Voluntary Counseling and Testing

 

Voluntary Counseling and Testing

 

IUD Pasca Persalinan, IUD Pasca Salin, IUD Pasca Salin Adalah, pelatihan iud, pelatihan iud pasca salin, Pelatihan IUD Pasca Salin 2024

IUD Pasca Salin – IUD Pasca Persalinan

IUD Pasca Salin

 

APA ITU IUD PASCA SALIN??

Intrauterine device (IUD) dapat di pasang dini setelah persalinan ataupun di tunda. Pemasangan alat kontrasepsi IUD yang di pasang dalam waktu 10 menit setelah lepasnya plasenta (ari-ari). IUD Pasca Salin merupakan metode kontrasepsi yang sering di rekomendasikan bagi wanita pascapersalinan karena efikasinya yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Pada periode postpartum, penundaan pemasangan kontrasepsi sering di temukan. Padahal, pemasangan kontrasepsi setelah melahirkan dapat membantu memanjangkan interval antar kehamilan yang bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Mencegah kehamilan yang tidak di rencanakan dengan menggunakan kontrasepsi akan membantu menghindari beban finansial, psikologi, dan kesehatan yang tidak perlu. Interval antar kehamilan yang lebih panjang juga dapat menurunkan risiko komplikasi maternal, termasuk kematian, perdarahan postpartum, endometritis puerperal, dan anemia. Panduan WHO merekomendasikan jarak kehamilan setidaknya 24 bulan dengan tujuan menurunkan luaran buruk maternal dan kesehatan bayi.

Kenapa pilih IUD?

Sebenarnya, banyak metode kontrasepsi yang bisa di gunakan sebagai KB setelah melahirkan. Contohnya, MAL, KB implan, kontrasepsi progestin, kondom, dan sterilisasi. IUD menjadi opsi karena ia memiliki beragam keunggulan, seperti :

  • Bisa di gunakan secepatnya setelah melahirkan
  • Tidak tergantung daya ingat seperti pil KB sehingga lebih efektif
  • Aman di gunakan untuk semua wanita, termasuk mereka yang belum pernah hamil
  • Aman juga untuk ibu menyusui
  • Bisa di lepas kapan saja
  • Langsung kembali subur setelah IUD di lepas
  • Efektif hingga 10 tahun

Ada efek sampingnya nggak, sih?

Sama seperti metode kontrasepsi yang lain, IUD juga memiliki reaksi walau tak perlu risau karena umumnya bukan tanda penyakit dan tidak berbahaya. Efek samping yang mungkin terjadi adalah nyeri selama menstruasi, kram selama beberapa hari, haid lebih banyak dan lama, adanya bercak/flek selama beberapa minggu atau di antara siklus haid.

Pembagian Waktu Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Pemasangan intrauterine device (IUD) dapat di lakukan pascapersalinan baik pada pasien yang menjalani persalinan spontan maupun sectio caesarea, juga pada pasien yang menyusui ataupun tidak menyusui. Berdasarkan panduan WHO, waktu pemasangan IUD pascapersalinan terbagi menjadi 4 kelompok yaitu:

  1. Insersi dini pascaplasenta, yaitu di lakukan dalam waktu 10 menit pasca ekspulsi plasenta
  2. Insersi segera pascapersalinan, yaitu di lakukan dalam waktu lebih dari 10 menit sampai 48 jam pascapersalinan
  3. Insersi tunda pascapersalinan, yaitu di lakukan dalam waktu lebih dari 48 jam sampai 4 minggu pascapersalinan
  4. Insersi interval pascapersalinan, yaitu di lakukan dalam waktu lebih dari 4 minggu pascapersalinan

 

IUD Pasca Salin
Gambar IUD Pasca Salin

 

IUD Pasca Salin
Gambar IUD Pasca Salin
Akuntansi Dan Perpajakan Rumah Sakit, akuntansi perpajakan rumah sakit, Akuntansi Rumah Sakit, Pelatihan Akuntansi dan Perpajakan Rumah Sakit, Perpajakan Rumah Sakit

Akuntansi Dan Perpajakan Rumah Sakit

Akuntansi Dan Perpajakan

 

APA ITU AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN RUMAH SAKIT??

 

Akuntansi Dan Perpajakan Rumah Sakit yaitu merupakan salah satu fungsi utamanya memastikan bahwa rumah sakit memenuhi kewajiban pajak mereka dengan benar. Mengelola akuntansi dan perpajakan rumah sakit merupakan salah satu sasaran pertama yang harus di perbaiki dan diutamakan agar dapat memberikan data dan informasi yang akurat dan benar sehingga akan mendukung para pimpinan/manajer rumah sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan rumah sakit. Akuntasi Rumah Sakit adalah proses mencatat, mengklasifikasikan, menginterpretasikan, dan melaporkan transaksi keuangan dan informasi keuangan yang berkaitan dengan operasional rumah sakit. Pajak rumah sakit adalah pajak yang di kenakan dan yang harus di kelola rumah sakit.

Akuntansi rumah sakit memiliki beberapa fungsi kunci yang sangat penting dalam menjalankan operasional dan manajemen keuangan rumah sakit.

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari akuntansi rumah sakit:

  • Pencatatan Transaksi Keuangan

    Fungsi dasar akuntansi adalah mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi dalam rumah sakit. Di dalamnya termasuk penerimaan uang dari pasien, pembayaran gaji staf medis dan non-medis, pembelian persediaan, peralatan medis, dan biaya operasional lainnya. Pencatatan yang akurat dan lengkap penting untuk memastikan akuntansi yang tepat.

  • Pelaporan Keuangan

    Akuntansi rumah sakit menghasilkan laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Laporan ini memberikan gambaran tentang kondisi keuangan rumah sakit selama periode tertentu. Laporan-laporan ini juga membantu pemangku kepentingan, seperti pemilik rumah sakit, manajemen, dan badan regulasi, untuk mengawasi performa keuangan dan mengambil keputusan yang tepat.

  • Pengendalian Keuangan

    Akuntansi membantu dalam pengendalian keuangan rumah sakit dengan memantau anggaran, mengidentifikasi penyimpangan, dan memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Hal ini membantu rumah sakit dalam mengelola sumber daya finansialnya dengan lebih efisien.

  • Manajemen Aset

    Akuntansi rumah sakit juga berperan dalam manajemen aset. Di dalamnya mencakup pemantauan aset fisik seperti peralatan medis, bangunan, dan inventaris, serta perencanaan perawatan dan peremajaan aset untuk memaksimalkan manfaat dan efisiensi.

  • Perhitungan Biaya Pelayanan Kesehatan

    Rumah sakit perlu menghitung biaya pelayanan kesehatan untuk menentukan harga jasa medis, menilai efisiensi operasional, dan mengelola biaya pelayanan. Akuntansi membantu dalam mengidentifikasi biaya-biaya yang terkait dengan setiap aspek perawatan pasien.

  • Kepatuhan Regulasi

    Rumah sakit harus mematuhi berbagai regulasi dan peraturan keuangan, termasuk perpajakan, peraturan asuransi kesehatan, dan standar pelaporan. Akuntansi membantu dalam memastikan bahwa rumah sakit mematuhi semua aturan ini dan menghindari masalah hukum atau sanksi.

  • Manajemen Risiko

    Akuntansi rumah sakit dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan yang mungkin di hadapi oleh rumah sakit. Ini dapat melibatkan analisis risiko kredit, risiko operasional, dan perencanaan strategi untuk mengurangi risiko-risiko ini.

Jenis Pajak Rumah Sakit

Berikut jenis-jenis pajak yang di kenakan atau wajib di kelola oleh usaha di bidang perumahsakitan:

  1. Pajak Penghasilan

    Mengacu UU PPh No. 7 Tahun 1983 s.t.d.t.d. UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh) yang di ubah dengan UU No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), segala bentuk penghasilan yang di terima merupakan objek pajak. Sehingga penghasilan yang di peroleh badan usaha atau yayasan di bidang perumahsakitan di kenakan pajak PPh Badan. Rumah sakit juga mempekerjakan pegawai atau jasa praktik dokter sehingga wajib memotong PPh Pasal 21.

  2. Pajak Bumi dan Bangunan

    Merujuk UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, mencabut UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), bahwa bumi dan/atau bangunan yang di gunakan untuk melayani kepentingan umum di bidang kesehatan dengan tujuan profit, maka memiliki kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini di pertegas dengan regulasi pelaksana pada Keputusan Menteri Keuangan No. 796/KMK.04/1993 tentang Pengenaan PBB atas Rumah Sakit Swasta.

  3. Pajak Lainnya

    Dalam aktivitas kegiatan usaha rumah sakit yang berorientasi profit dalam hal ini bukan rumah sakit pemerintah, sesuai UU PDRD juga memiliki kewajiban pajak lainnya yang di kelola seperti pajak reklame dan pajak air tanah jika dalam operasionalnya menggunakan pemanfaatan air tanah. Besar pajak air tanah ini di tentukan oleh pemerintah daerah di masing-masing wilayah di Indonesia. Sehingga tarif pajaknya akan berbeda antara daerah satu dengan lainnya.

 

Akuntansi Dan Perpajakan

 

 

pelatihan vaksin, Pelatihan Vaksinologi, Vaksin, Vaksin 2024, Vaksinologi, Vaksinologi Adalah

Vaksin – Vaksinologi – Pelatihan Vaksin – Pelatihan Vaksinologi

Vaksinologi

VAKSIN/VAKSINOLOGI

Vaksinologi yaitu ilmu yang mempelajari pengembangan dan produksi vaksin. Disiplin ilmu yang mempelajari vaksinologi untuk mencegah, mengobati, atau mengontrol penyakit.
Vaksin merupakan antigen (mikroorganisma) yang di inaktivasi atau dilemahkan yang bila di berikan kepada orang yang sehat untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisma tersebut, sehingga bila kemudian terpapar, akan kebal dan tidak terserang penyakit. Bahan dasar membuat vaksin tentu memerlukan mikroorganisma, baik virus maupun bakteri. Menumbuhkan mikroorganisma memerlukan media tumbuh yang di simpan pada suhu tertentu. Mikroorganisma yang tumbuh kemudian akan dipanen, diinaktivasi, dimurnikan, diformulasi dan kemudian dikemas.

Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Penyakit

Setiap orang perlu mendapatkan vaksin, terutama bayi dan anak-anak, karena memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah dan berkembang.

Namun, selain bayi dan anak-anak, orang dewasa juga perlu mendapatkan vaksin. Orang dewasa disarankan untuk mendapatkan vaksin, terlebih jika ia memiliki beberapa kondisi atau faktor risiko tertentu, seperti:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Menjalani masa kehamilan atau menyusui
  • Menderita penyakit kronis, seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena kemoterapi, riwayat operasi transplantasi organ, atau menderita infeksi HIV
  • Belum mendapatkan imunisasi wajib sebelumnya
  • Bekerja di tempat yang berisiko tinggi tertular infeksi, seperti rumah sakit atau laboratorium klinik

Alasan untuk Pemberian Vaksin:

1. Aman

Vaksin merupakan pertahanan terbaik terhadap serangan penyakit serius, yaitu dengan mencehag dan mematikan sumber pembawa penyakit tersebut. Vaksin adalah produk medis paling aman, namun juga memiliki beberapa resiko. Namun, dengan adanya informasi yang akurat tentang nilai vaksin serta kemungkinan efek samping, dapat membantu seseorang untuk mau mendapatkan vaksinasi daripada harus menanggung resiko penyakit di kemudian hari.

2. Efektive

Vaksin bekerja dengan sangat baik dalam tubuh. Meskipun tidak sempurna, namun vaksin yang di berikan pada anak-anak dapat menghasilkan kekebalan tubuh hingga sekitar 90 – 100%. Semua jenis vaksin harus memiliki lisensi (di setujui) oleh Food and Drug Administration (FDA) sebelum di gunakan. Sebelum vaksin di gunakan harus melalui pengujian ekstensif untuk menunjukkan bahwa ia dapat bekerja dengan aman pada tubuh. Tes yang di lakukan di antaranya adalah dengan membandingkan kelompok orang yang mendapatkan vaksin dengan kelompok orang yang hanya mendapatkan kontrol kesehatan.

3. Tindakan Pencegahan

Infeksi merupakan penyebab timbulnya berbagai macam penyakit dlam tubuh manusia secara umum. Beberapa penyebab infeksi di antaranya adalah mikroba (patogen) yang berusaha untuk masuk ke dalam melewati kulit atau sel-sel tubuh yang melapisi bagian internal tubuh, serta sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengetahui apakah penyerbu (virus, bakteri, parasit) telah memasuki itu, meskipun kita tak pernah menyadarinya. Lalu tubuh akan melakukan respon terhadap sumber-suber penyakit tersebut yaitu dengan menghancurkannya. Dalam hal ini peran serta vaksin adalah untuk membantu sistem kekebalan tubuh mempersiapkan serangan-serangan terhadap sumber infeksi tersebut, yaitu dengan menghancurkan bagian atau DNA dari mikroba penyebab infeksi.

4. Tindakan Perlindungan

Ketika sebagian masyarakat sangat kritis untuk mendapatkan imunisasi vaksin terhadap penyakit menular, sebagian besar anggota masyarakat telah mendapatkan perlindungan dari penyakit, sehingga kesempatan untuk mendapatkan wabah penyakit semakin mengecil. Kekebalan tubuh dapat mengendalikan berbagai penyakit menular, termasuk influenza, campak, gondok, rotavirus, dan penyakit pneumokokus.

 

Vaksinologi
Vaksinologi

 

Vaksinologi
Vaksinologi

 

Manajemen Aset, Manajemen Aset Rumah Sakit, Pelatihan Manajemen Aset, pelatihan sarana dan prasarana rumah sakit

Pelatihan Manajemen Aset Rumah Sakit 2025

Pelatihan Manajemen Aset

PELATIHAN KHUSUS
“MANAJEMEN ASET, INVENTARISASI, PEMELIHARAAN SARANA-PRASARANA DAN FASILITAS RUMAH SAKIT”

KepadaYth.
Direktur/Wakil Direktur RS, Financial accounting & staff, Financial manager & controller, Project officer & analyst, Accounting manager, Purchasing manager, Operation manager, Corporate planner & analysis.

Pelatihan Manajemen AsetAsset dalam perusahaan meliputi: kantor, peralatan mesin produksi/peralatan operasional, plant site/fisik pabrik merupakan, sumber daya, teknologi dan juga sebagainya merupakan kepemilikan yang mempunyai nilai kapital sangat besar dan menunjang proses bisnis serta ekspansi bisnis kedepan. Karena pentingnya hal tersebut maka diperlukan sumber daya manusia yang mampu dan berkompeten dalam pengelolaan asset yang baik dan tepat guna, dengan memanfaatkan penggunaan teknologi terkini secara optimal diantaranya seperti database management yang bisa mencatat dan mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi dan rotasi asset, serta status siapa penggunanya. Training ini akan membahas secara tuntas mengenai pengelolaan aset rumah sakit yang efektif dan efisien sehingga kedepan di harapkan rumah sakit akan mampu mengelola aset mereka dengan tepat guna, efektif dan efisien.

Sehubungan dengan hal semua diatas, maka kami dari  PUSAT DIKLAT bersama para Pakar dan Narasumber yang berkompeten akan mengadakan PELATIHAN KHUSUS : “MANAJEMEN ASET, INVENTARISASI, PEMELIHARAAN SARANA-PRASARANA DAN FASILITAS RUMAH SAKIT”

TUJUAN

  1. Peserta memahami pentingnya pengelolaan aset secara profesional dan juga terintegrasi.
  2. Peserta memahami mengenai planning, pengadaan, verifikasi, pencatatan, layout, pergudangan, pemeliharaan, sistem informasi aset, serta monitoring dan juga evaluasi.
  3. Peserta mampu melakukan pengelolaan aset secara efektif dan efisien sihingga dapat mengurangi pemborosan.
  4. Peserta mampu mengatasi masalah yang timbut terkait dengan aset perusahaan seperti konflik aset dan juga  kehilangan aset.
  5. Peserta mampu mengimplementasikan sistem informasi manajemen aset di perusahaan/instansi masing-masing.

MATERI

  1. Konsep Dasar Manajemen Aset dan Ruang lingkup Manajemen Aset Rumah Sakit
  2. Perencanaan Manajemen Aset: prosedur perencanaan kebutuhan aset dan penganggarannya
  3. Pengadaan Aset (Procurement): sistem dan prosedur pengadaan aset : swakelola/ outsourcing, penyimpangan dalam pengadaan, pengawasan pengadaan, formulir –formulir prosedur pengadaan.
  4. Manajemen Penggudangan Aset (Warehousing): prosedur penerimaan, verifikasi, pendistribusian dan prinsip penyimpanan aset dan formulir inventarisasi asset di Gudang.
  5. Kodifikasi dan Sistem informasi Asset: Perencanaan kodifikasi dan SIM
  6. Manajemen Keuangan Aset dan Penilaian Aset Rumah Sakit
  7. Pengukuran dan Evaluasi Aset Rumah Sakit
  8. Pemeliharaan dan pengawasan aset Rumah Sakit
  9. Sumberdaya Manusia dalam Penanganan Aset Perusahaan: Struktur Organisasi Manajemen Aset, Pengaturan Tugas dan Wewenang Pengelolaan Aset, dan Mengatasi Konflik Terkait dengan Aset.
  10. Administrasi dan database aset Rumah Sakit
  11. Metode Lelang dan Penghapusan Aset Rumah Sakit

METODE

1.Ceramah
2.Diskusi
3.Simulasi
4.Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025
Early Warning System, materi pelatihan ews, Pelatihan EWS

Pelatihan Early Warning System (EWS) Rumah Sakit 2025

Pelatihan Early Warning System
Pelatihan Early Warning System

BIMTEK KHUSUS
“EWS (EARLY WARNING SYSTEM) RUMAH SAKIT”

Kepada Yth.
Direktur/ Wakil Direktur Rumah Sakit, Perawat, Bidan, Dokter Rumah sakit, Tenaga Kesehatan Lainnya Yang Ada Di Rumah Sakit, Profesi Kesehatan Lainnya

Pelatihan Early Warning System – Pelayanan gawat darurat adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan metodologi keperawatan gawat darurat berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada pasien yang mempunyai masalah aktual atau resiko yang mengancam kehidupan terjadinya secara mendadak atau tidak dapat diperkirakan, dan tanpa atau disertai kondisi lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau cacat yang mungkin terjadi.

Asuhan keperawatan dan medis gawat darurat adalah rangkaian kegiatan praktek gawat darurat yang di berikan kepada klien oleh perawat yang berkompeten di ruang gawat darurat. Asuhan yang di berikan meliputi biologis, psikologis, dan sosial klien baik aktual yang timbul secara bertahap maupun mendadak. (Dep.Kes RI, 2005). Proses asuhan gawat darurat berbeda dengan asuhan keperawatan, asuhan medis yang ada di ruangan lain, karena ketika perawat melakukan pengkajian faktor waktu dan informasi terbatas, Prioritasnya adalah mengkaji dan mengatasi masalah yang mengancam kehidupan. Intervensi yang di lakukan berdasarkan masalah yang ada , Sedangkan sifat evaluasi dalam menit, bukan jam atau hari.

Code Blue

Code blue adalah isyarat yang di gunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami henti jantung (Cardiac Arrest) atau mengalami situasi henti nafas (Respiratory Arrest) dan situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan nyawa pasien.Sedangkan Tim code blue adalah kelompok tenaga medis yang ditujukan untuk menangani kejadian henti jantung atau henti nafas di area rumah sakit.

Early Warning Scoring System adalah sebuah sistem skoring fisiologis yang umumnya di gunakan di unit medikal bedah sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan. Skoring EWSS disertai dengan algoritme tindakan berdasarkan hasil skoring dari pengkajian pasien. (Duncan & McMullan, 2012). Penerapan EWSS di gawat darurat karena terjadinya over crowding, sehingga memperpanjang waktu tunggu rawat di IGD, Monitoring yang di lakukan tidak optimal menyebabkan pasien mengalami perburukan dari katagori kuning menjadi merah.

Early warning scores lebih berfokus kepada mendeteksi kegawatan sebelum hal tersebut terjadi. Sehingga di harapkan dengan tatalaksana yang lebih dini, kondisi yang mengancam jiwa dapat tertangani lebih cepat atau bahkan dapat di hindari, sehingga output yang di hasilkan lebih baik (Firmansyah, 2013). Sistem dalam early warning scoring di kenal dengan sistem “Melacak dan Memicu’. Pendeteksian dini untuk melacak atau menemukan pasien yang mengalami perburukan kondisi dengan hasil analisa tanda-tanda vital dalam parameter fisiologis sesuai hasil scoring. Dan Memicu panggilan team medik reaksi cepat untuk memberikan intervensi secara cepat pada pasien dengan status kondisi yang memburuk. (NHS, Report 2012).

TUJUAN

Setelah Mengikuti Training Ini Di harapkan Peserta Mampu :

  1. Memahami Tentang Prinsip EWS, Komponen EWS Code Blue
  2. Memahami Tentang Parameter Fisiologi EWS Code Blue
  3. Memahami Tentang Pelaksanaan EWS Code Blue
  4. Memahami Tentang Langkah Penggunaan NEWS 2 Versi 2017

MATERI

  1. Prinsip EWS (Early Warning Score)
  2. Komponen EWS
  3. Pelaksanaan EWS
  4. Parameter Fisiologi EWS Pasien Dewasa, Anak, Obstetric
  5. Pemantauan EWS
  6. Lembar Rekam Medis EWS
  7. Code Blue
  8. Pengenalan Dini Kegawatdaruratan
  9. Penyusunan Panduan Spo Tentang EWS
  10. Langkah Penggunaan News 2 Versi 2017
  11. Tingkat Kesadaran ACVPU
  12. FMEA (Failure Mode Effect Analysis)

METODE BIMTEK

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025

 

pelatihan KPS, Training KPS, training kualifikasi dan pendidikan staf, Training kualifikasi dan pendidikan staff

Pelatihan Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS) 2025

 

PELATIHAN KHUSUS
“KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAFF (KPS)”

Kepada Yth.
Direktur RS,Team Akreditasi Rumah Sakit, Perwakilan Manajemen, Dept Sumber Daya Rumah Sakit dan semua pihak yang terlibat secara langsung ataupun tidak dalam pengelolahan dan manajerial Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit, serta perwakilan instalasi yang terlibat dalam proses akreditasi rumah sakit.

Rumah sakit membutuhkan cukup banyak orang dengan berbagai keterampilan, dan orang yang kompeten untuk melaksanakan misi rumah sakit dan juga memenuhi kebutuhan pasien. Pemimpin rumah sakit bekerja sama untuk mengetahui jumlah dan jenis staff yang di butuhkan berdasarkan rekomendasi dari unit kerja dan juga direktur pelayanan. Rumah sakit harus memberikan kesempatan bagi staf untuk belajar dan mengembangkan kepribadian dan profesionalitasnya. Dimana kesempatan pembelajaran lain harus di tawarkan kepada staff terutama sekali dari staf medis dan perawat , sebab mereka terlibat dalam proses asuhan klinis dan bekerja langsung dengan pasien. Maka itu perlu Training Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS) sesuai standar akreditasi rumah sakit.

Sehubungan dengan hal semua di atas, maka kami dari PUSAT DIKLAT bersama para Pakar dan Nara sumber yang berkompetenakan mengadakan PELATIHAN KHUSUS : “KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAFF (KPS)”

TUJUAN

  1. Peserta di harapkan dapat menetapkan pendidian , ketrampilan, pengetahuan dan persyaratan lainnya bagi seluruh staff.
  2. Peserta dapat mengembangkan dan mengimplementasikan proses untuk rekruitmen, evaluasi dan penetapan staf serta prosedur terkait lainnyya yang di tetapkan rumah sakit
  3. Peserta dapat memastikan bahwa pengetahuan keterampilan staf klinis sesuai dengan kebutuhan pasien.
  4. Peserta di harapkan dapat memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan staf non klinis konsisten dengan kebutuhan rumah sakit.
  5. Peserta dapat merencanakan susunan kepegawaian di riview secara terus menerus sesuai kebutuhan

MATERI

  1. Perencanaan dalam menetapkan pendidikan, keterampilan, pengetahuan seluruh staf
  2. Orientasi dan pendidikan seluruh staf
  3. Menetapkan keanggotaan staf medis
  4. Penetapan kewenangan klinis staff medis
  5. Monitoring berkelanjutan staff medis(ongoing monitoring) dan evaluasi anggota staff medis
  6. Mengumpulkan, memverifikasi dan mengevaluasi kredensial staff keperawatan
  7. Praktisi pelayanan kesehatan

METODE BIMTEK

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025

Pelatihan Kualifikasi dan Pendidikan Staff