Perencanaan SDM, Perencanaan SDM Adalah, perencanaan sdm rumah sakit, SDM Rumah Sakit, SDM Rumah Sakit Adalah

Perencanaan SDM Rumah Sakit – SDM Rumah Sakit

Perencanaan SDM Rumah Sakit

 

PERENCANAAN SDM RUMAH SAKIT”

 

Perencanaan SDM Rumah Sakit adalah proses sistematis dan berkelanjutan untuk menganalisis kebutuhan organisasi terhadap SDM dalam situasi yang selalu berubah serta mengembangkan kebijakan personalia yang sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi. Rumah Sakit sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang jasa memiliki hubungan yang sangat erat dengan pengelolaan sumber daya, baik dalam bentuk sarana dan prasarana maupun manusianya. Dalam hal sumber daya manusia, rumah sakit merupakan organisasi padat SDM karena banyaknya macam profesi dan jumlah tenaga kerja yang bergerak di dalamnya. Sumber daya yang ada di dalam sebuah rumah sakit terdiri dari tenaga kesehatan (meliputi dokter, perawat, apoteker, analis, ahli gizi, fisioterapis, radiografer, perekam medis) dan juga non tenaga kesehatan (keuangan, administrasi, personalia, keamanan, dan sebagainya).

Dalam sistem manajemen rumah sakit, di perlukan sebuah sistem / model untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Terdapat 7P yang perlu di kelola secara baik. 7P dalam model manajemen sumber daya manusia tersebut terdiri dari :

1. Perencanaan.

Perencanaan merupakan aktivitas proses penetapan apa yang ingin di capai dan pengorganisasian sumber daya untuk mencapainya. Dalam hal ini, Perencanaan sumber daya manusia meliputi jenis tenaga yang di butuhkan dan berapa jumlahnya yang di sesuaikan dengan lingkup pelayanan yang akan di laksanakan. Jumlah tenaga yang di perlukan tentunya harus di sesuaikan dengan tipe layanan rumah sakit terkait. Lingkup pelayanan ini biasanya di tentukan berdasarkan tipe rumah sakitnya. Lingkup pelayanan rumah rumah sakit (tipe A/B/C/D) mempunyai standar minimal. Misalnya untuk rumah sakit tipe D minimal pelayanan medisnya adalah 2 besar. Dengan adanya ketentuan tersebut maka tentu saja perencanaan SDM di rumah sakit tipe D akan berbeda dengan tipe yang lain.

2. Penerimaan

Penerimaan karyawan merupakan tahap yang sangat kritis dalam manajemen SDM. Bukan saja karena biaya proses penerimaan karyawan sangat mahal melainkan juga diperlukan menyeleksi karyawan baru. Karyawan juga merupakan wajah dari perusahaan/organisasi tersebut sehingga karyawan yang baik tentunya akan mencerminkan citra yang baik untuk rumah sakit tersebut. Rumah sakit merupakan sebuah organisasi pelayanan jasa yang sifat produknya intangible (tidak bisa dilihat) tetapi bisa dirasakan. Pelayanan ini hampir pasti langsung diberikan oleh karyawan (bukan oleh mesin/atau alat). Sehingga sikap, perilaku dan karakter karyawan sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Oleh karena itu, proses penerimaan SDM rumah sakit harus memperhatikan sikap, perilaku dan karakter calon karyawan.

3. Pengembangan

Kompetensi SDM harus di kembangkan secara terencana sesuai dengan pengembangan usaha agar menjadi kekuatan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Di rumah sakit di perlukan karyawan yang selalu meningkatkan kompetensinya karena teknologi, ilmu pengetahuan tentang pelayanan kesehatan berkembang sangat pesat dari waktu ke waktu. Adanya peralatan baru, metode perawatan yang berubah merupakan contoh betapa perlunya pengembangan kompetensi. Pengembangan kompetensi ini antara lain pendidikan dan pelatihan, pemagangan di rumah sakit lain, rotasi, serta mutasi.

4. Pembudayaan.

Budaya perusahaan merupakan pondasi bagi organisasi dan pijakan bagi pelaku yang ada di dalamnya. Budaya organisasi adalah norma – norma dan nilai – nilai positif yang telah di pilih menjadi pedoman dan ukuran kepatutan perilaku para anggota organisasi. Kompetensi yang di miliki oleh karyawan rumah sakit harus di imbangi dengan kecerdasan emosional dan kebiasaan positif. Pembentukan budaya organisasi merupakan salah satu lingkup dalam manajemen SDM.

5. Pendayagunaan.

The right person in the right place merupakan salah satu prinsip pendayagunaan. Bagaimana kita menempatkan SDM yang ada pada tempat atau tugas yang sebaik – baiknya sehingga SDM tersebut bisa bekerja secara optimal. Ada SDM yang mudah bergaul, luwes, sabar tetapi tidak telaten dalam hal keadministrasian. Mungkin SDM ini cocok di bagian yang melayani publik daripada bekerja di kantor sebagai administrator. Lingkup pendayagunaan ini adalah mutasi, promosi, rotasi, perluasan tugas dan tanggung jawab.

6. Pemeliharaan

SDM merupakan manusia yang memiliki hak asasi yang di lindungi dengan hukum. Perusahaan/organisasi berkewajiban memperlakukan pegawai dengan baik sebagaimana hak yang di milikinya sesuai dengan peraturan yang ada. SDM perlu di pelihara dengan cara misalnya pemberian gaji sesuai standar, jamisan kesehatan, kepastian masa depan, membangun iklim kerja yang kondusif, memberikan penghargaan atas prestasi dan lain – lain.

7. Pensiun

Seiring berjalannya waktu, SDM akan memasuki masa pensiun. Rumah sakit harus menghindari kesan ” habis manis sepah dibuang”, di mana ketika karyawannya sudah masa pensiun kemudian di keluarkan begitu saja. Karena itu sepatutnya rumah sakit mempersiapkan karyawannya agar siap memasuki dunia purna waktu dengan keyakinan. Ada banyak hal yang bisa di siapkan yaitu pemberikan tunjangan hari tua yang akan di berikan pada saat karyawan pensiun, pemberikan pelatihan – pelatihan khusus untuk membekali calon purnakarya.

 

 

Pengembangan SDM Kesehatan, Pengembangan SDM Rumah Sakit, Perencanaan SDM, Perencanaan SDM Adalah, perencanaan sdm rumah sakit

Perencanaan SDM Rumah Sakit – Perencanaan SDM – Perencanaan SDM Adalah – Pengembangan SDM Rumah Sakit – Pengembangan SDM Kesehatan

 

PERENCANAAN SDM RUMAH SAKIT”

 

Perencanaan SDM adalah proses sistematis dan berkelanjutan untuk menganalisis kebutuhan organisasi terhadap SDM dalam situasi yang selalu berubah serta mengembangkan kebijakan personalia yang sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi.

Ini bagian penting dari perencanaan dan anggaran, karena pembiayaan SDM akan memengaruhi rencana jangka panjang perusahaan. Adapun perencanaan SDM meliputi:

  • Perencanaan kebutuhan tenaga kerja
  • Pengoptimalan kompetensi SDM saat ini
  • Pengembangan dan pemeliharaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini dan di
  • masa depan
  • Pengaturan arus tenaga kerja, seperti promosi, pindah tugas, dan demosi
  • Pengembangan kebijakan SDM yang sejalan dengan rencana perusahaan
  • Proses perencanaan SDM

Secara mendasar, proses perencanaan sumber daya manusia melibatkan tiga poin utama, yaitu:

1) Proses pembentukan data rekapitulasi
Pada tahap ini, perusahaan membentuk data administrasi yang ada untuk melakukan analisis dan simulasi. Tujuannya, mendapatkan gambaran tentang kekuatan SDM saat ini, termasuk ketersediaan dan kompetensi karyawan.

2) Proses pengadaan SDM
Tahap kedua melibatkan pengumpulan informasi terkait calon karyawan potensial serta penilaian dan penerapan kriteria tertentu untuk proses rekrutmen.

3) Proses alokasi SDM
Pada terkahir, data administrasi digunakan untuk menganalisis dan menentukan penempatan karyawan agar lebih tepat. Penempatan akan disesuaikan dengan kompetensi dan/atau kebutuhan perusahaan.

Dengan menjalankan ketiganya, perencanaan SDM dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan terarah, membantu perusahaan dalam mengelola kekuatan manusia, serta mengidentifikasi kebutuhan dan penempatan yang optimal.

Sistem perencanaan SDM

Sistem perencanaan SDM di rumah sakit merupakan suatu pendekatan yang penting untuk memastikan bahwa rumah sakit memiliki jumlah, kualitas, dan SDM profesional yang memadai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistem perencanaan SDM di rumah sakit antara lain:

1) Penyusunan Pedoman
Kementerian kesehatan menetapkan pedoman penyusunan perencanaan sumber daya manusia kesehatan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta rumah sakit.

2) Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan tenaga kerja dengan menggunakan metode seperti workload indicators of staffing need (WISN) untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang diperlukan berdasarkan beban kerja yang ada.

3) Pengelolaan Data
Pencatatan data menjadi bagian dari dokumentasi data pada sistem informasi manajemen rumah sakit.

4) Peraturan dan Tata Tertib Kerja
Rumah sakit perlu membuat kebijakan tentang sistem kepegawaian, peraturan, dan juga tata tertib kerja.

5) Pendidikan dan Pelatihan
Menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada SDM rumah sakit berguna untuk mengembangkan keterampilan dan juga pengetahuan mereka untuk menjalankan tugas dan fungsi kerja.

Sistem perencanaan SDM di rumah sakit bertujuan untuk memastikan bahwa rumah sakit memiliki SDM berkualitas dan juga sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Susunan Organisasi Di Rumah Sakit

  • Kepala rumah sakit
    Posisi paling tinggi dalam susunan organisasi di rumah sakit adalah kepala rumah sakit.

Ia bertanggung jawab atas keseluruhan kinerja rumah sakit, mengatur fungsi setiap bagian, mengevaluasi kinerja medis, manajemen, dan keuangan, menentukan kebijakan rumah sakit, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak seperti kementerian kesehatan dan juga ikatan dokter.

  • Wakil direktur bagian pelayanan

Mengawasi dan juga mengontrol semua pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk IGD, rawat inap, rawat jalan, dan juga farmasi. Memastikan pelayanan memenuhi standar dan kode etik, menyusun rencana pelayanan medis, serta mengontrol biaya pelayanan.

  • Wakil direktur bagian administrasi dan keuangan

Mengawasi proses perekrutan tenaga kerja medis dan nonmedis, mengontrol pencatatan keuangan, memastikan hak karyawan terpenuhi, mereviu laporan keuangan, dan juga mengalokasikan anggaran ke bagian lain.

  • Wakil direktur bagian penunjang

Memastikan semua aspek penunjang baik medis maupun nonmedis rumah sakit telah terpenuhi dengan baik, mereviu keuangan penunjang seperti fasilitas dan pemanfaatan fasilitas.

  • Divisi administrasi keuangan dan akuntansi

Mencatat data pasien dan juga arus kas rumah sakit, mengelola pembayaran asuransi, sumber penyimpanan dana, serta merencanakan anggaran pengelolaan rumah sakit.

  • Divisi SDM

Merekrut karyawan medis dan nonmedis, merekam data kinerja karyawan, memastikan pembayaran hak karyawan, memberikan pelatihan, dan juga memastikan karyawan memenuhi KPI serta kode etik.

  • Divisi public relation

Berkomunikasi dengan stakeholder eksternal, mengkomunikasikan program-program kepada masyarakat, serta mengelola laman dan juga media sosial.

  • Divisi pelayanan medik

Memastikan pasien mendapatkan pelayanan medis optimal, sesuai peraturan dan juga kode etik.

  • Divisi keperawatan

Memastikan pasien mendapatkan pelayanan keperawatan yang baik, sesuai peraturan dan juga kode etik.

  • Divisi farmasi

Menerima, mencatat, dan mengalokasikan obat-obatan; membuat perencanaan kebutuhan obat-obatan; serta memberikan obat kepada pasien sesuai resep dokter.

  • Divisi instalasi gawat darurat (IGD)

Merawat pasien gawat darurat, memindahkan pasien jika diperlukan, membuat perencanaan kebutuhan fasilitas IGD, serta mengelola fasilitas IGD dengan baik.

  • Divisi penunjang medik

Membawahi berbagai fasilitas penunjang rumah sakit seperti teknisi alat-alat medis, sopir ambulans, apotek, radiologi, rekam medis, dan juga pemulasaran jenazah.

 

 

 

 

pelatihan sdm rumah sakit, Perencanaan SDM, SDM Rumah Sakit, SDM Rumah Sakit Adalah, Staf SDM Rumah Sakit, Training perencanaan sdm rumah sakit

Pelatihan SDM Rumah Sakit – SDM Rumah Sakit – SDM Rumah Sakit Adalah – Staf SDM Rumah Sakit – Perencanaan SDM

PELATIHAN KHUSUS
“PERENCANAAN SDM RUMAH SAKIT”

Kepada Yth.
Direktur/Manajer Rumah Sakit, Ka. Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit, Admin & Staff Document Control Dept Rekam Medis Rumah Sakit,Team Akreditasi Rumah Sakit, Perwakilan Manajemen, Dept Sumber Daya Rumah Sakit

Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi Rumah Sakit baik oleh Diklat Rumah Sakit maupun HRD Rumah Sakit merupakan salah satu proses pengembangan sumber daya manusia yang sangat penting dan juga wajib di lakukan untuk meningkatkan pelayanan dan juga produktifitas kerja rumah sakit, strategi tersebut saat ini telah di laksanakan oleh hampir semua organisasi dalam berbagai bidang, baik bidang jasa maupun manufaktur. Dengan adanya perencanaan SDM atau manpower planning di harapkan bagian pengembangan sumber daya manusia rumah sakit mampu menganalisa dan juga mengevaluasi keberadaan sumber daya manusia di dalam organisasi rumah sakit dan mampu melihat kebutuhan serta bisa menentukan berbagai jenis tenaga kerja yang di butuhkan termasuk juga kompetensi yang harus di miliki.

TUJUAN

  • Peserta memiliki pemahaman dan juga pengetahuan terkait dengan peran penting pengelolaan perencanaan SDM di rumah sakit.
  • Peserta mampu melakukan pengelolaan sumber daya manusianya sesuai dengan kebutuhan dan juga kompetensi yang di syaratkan.
  • Peserta mampu menyusun perencanaan SDM baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Peserta mampu mengaplikasikan perencanaan SDM tersebut secara efektif dan juga tepat sasaran.

MATERI 

  1. Pengantar dan dasar pengetahuan perencanaan SDM: tujuan, manfaat dan aspek-aspek penting dalam perencanaan SDM.
  2. Estimasi angka kebutuhan perencanaan SDM: asumsi dan prediksi jumlah kebutuhan.
  3. Strategi penyusunan perencanaan SDM: dasar pertimbangan, perhitungan matematik, langkah dan prosedur perencanaan SDM.
  4. Prosedur dan alur kerja proses recruitment tenaga kerja terkait dengan perencanaan SDM.
  5. Seleksi Karyawan: Potensi kemampuan, posisi dan jabatan, dan efektifitas kinerja.
  6. Analisa dan konsep will do calon tenaga kerja: motivasi, minat dan typical karakter calon tenaga kerja.
  7. Analisa dan Konsep can do : Knowledge, Skill, experience, mental, psikologis dan fisik.

KRITERIA PESERTA

  • Manajer HRD/SDM, Ka. diklat rumah sakit, Direktur Rumah Sakit, Ka. Pengawas Kesehatan Pemerintahan dan staff Bagian SDM rumah sakit.

METODE BIMTEK

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grage Bussines Hotel Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grage Bussines Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No.242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

JANUARIFEBRUARIMARET
04 – 06 JANUARI 202401 – 03 FEBRUARI 202404 – 06 MARET 2024
15 – 17 JANUARI 202412 – 14 FEBRUARI 202414 – 16 MARET 2024
29 – 31 JANUARI 202426 – 28 FEBRUARI 202425 – 27 MARET 2024
APRILMEIJUNI
01 – 03 APRIL 202402 – 04 MEI 202403 – 05 JUNI 2024
22 – 24 APRIL 202413 – 15 MEI 202413 – 15 JUNI 2024
27 – 29 MEI 202424 – 26 JUNI 2024
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
01 – 03 JULI 202401 – 03 AGUSTUS 202405 – 07 SEPTEMBER 2024
15 – 17 JULI 202412 – 14 AGUSTUS 202412 – 14 SEPTEMBER 2024
29 – 31 JULI 202426 – 28 AGUSTUS 202423 – 25 SEPTEMBER 2024
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
03 – 05 OKTOBER 202404 – 06 NOVEMBER 202402 – 04 DESEMBER 2024
14 – 16 OKTOBER 202414 – 16 NOVEMBER 202412 – 14 DESEMBER 2024
28 – 30 OKTOBER 202428 – 30 NOVEMBER 202426 – 28 DESEMBER 2024