Akuntansi Rumah Sakit, Pelatihan Akuntansi Perpajakan, Pelatihan Akuntansi Rumah Sakit, pelatihan perpajakan rumah sakit, Perpajakan Rumah Sakit

Pelatihan Akuntansi Perpajakan – Pelatihan Akuntansi Rumah Sakit – Pelatihan Perpajakan Rumah Sakit – Akuntansi Rumah Sakit – Perpajakan Rumah Sakit

 

“AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN RUMAH SAKIT”

 

Rumah sakit merupakan organisasi yang kompleks, antara lain fungsionalisasi dan juga spesialisasi yang banyak ragamnya. Demikian pula rumah sakit yang merupakan suatu mata rantai pelayanan kesehatan yang mempunyai fungsi utama penyembuhan serta pemulihan kesehatan. Di mana fungsi ini di laksanakan secara terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan dan juga pencegahan penyakit sehiangga merupakan layanan kesehatan paripurna. Sebagai subjek pajak, dalam upaya untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Rumah sakit perlu melakukan langkah – langkah manajemen perpajakan secara baik sehingga di harapkan tercipta pelaksanaan kewajiban perpajakan yang efektif dan juga efisien.

Perencanaan pajak merupakan langkah awal dalam manajemen pajak. Tujuan utama dari perencanaan pajak adalah mengetahui seberapa besar penghematan bisa di lakukan institusi dalam melakukan pembayaran pajak di masa yang akan datang melalui cara-cara yang legal yaitu cara-cara yang di perkenakan undang-undang. Untuk itulah akuntansi rumah sakit harus tetap di terapkan dengan karakter dari rumah sakit. Dan juga kompleksitas operasi yang di jalankan. Dimana rumah sakit merupakan instansi yang memiliki karyawan yang tidak sedikit serta kebutuhan akan obat yang sangat besar sehingga terjadi perputaran uang di dalam rumah sakit yang begitu tinggi. Selain itu Rumah Sakit juga instansi yang wajib pajak dan berpotensi besar terhadap penerimaan pajak negara.

Objek dari Pajak Penghasilan itu sendiri. Penghasilan terdiri atas penghasilan yang bukan merupakan objek pajak, penghasilan yag berupakan objek pajak dan juga penghasilan yang merupakan objek pajak PPh final. Penerimaan bruto adalah semua penerimaan/penghasilan yang di terima atau di perboleh dalam suatu tahun pajak. Tidak termasuk penghasilan yang telah di kenakan pajak penghasilan yang bersifat final. Seperti PPh atas bunga deposito, jasa giro, dan pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan, walaupun tetap di laporkan dalam lampiran SPT Tahunan PPh badan dan laporan keuangan rumah sakit.

Aspek Khusus Dalam Akuntansi Rumah Sakit:

  • Penghitungan dan Pelaporan Biaya Pelayanan

Melibatkan penghitungan biaya pelayanan yang di berikan kepada pasien. Ini mencakup pencatatan biaya-biaya medis, seperti biaya tenaga medis, biaya obat-obatan, biaya laboratorium, biaya perawatan, dan biaya fasilitas.

  • Pengendalian Persediaan

Persediaan obat-obatan, alat medis, dan juga perlengkapan kesehatan lainnya merupakan bagian penting dari operasional rumah sakit. Akuntansi membantu dalam pengendalian persediaan dengan mencatat masuk dan keluarnya persediaan, memonitoring stok, dan melakukan penilaian atas nilai persediaan yang tersedia.

  • Manajemen Pendapatan dan Klaim Asuransi

Rumah sakit menerima pendapatan dari pasien dan lembaga asuransi kesehatan. Akuntansi terlibat dalam pencatatan dan pengelolaan pendapatan dari pelayanan medis yang di berikan termasuk penghitungan biaya yang harus di bayarkan oleh pasien atau asuransi, pemantauan tagihan, serta penagihan dan penyelesaian klaim asuransi.

  • Pelaporan Keuangan dan Kepatuhan Perpajakan

Melibatkan penyusunan laporan keuangan seperti laporan laba-rugi, neraca, dan arus kas. Laporan ini memberikan gambaran tentang kinerja keuangan rumah sakit kepada pihak-pihak terkait.

Selain itu, akuntansi juga memastikan kepatuhan perpajakan dengan memenuhi kewajiban pelaporan dan pembayaran pajak yang berlaku.