pelatihan pkpo, Pelatihan PKPO 2024, Pelayanan Kefarmasian, Pelayanan Kefarmasian Dan Penggunaan Obat, PKPO Adalah, PKPO Rumah Sakit

Pelayanan Kefarmasian Dan Penggunaan Obat (PKPO)

pkpo

Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat (PKPO) merupakan bagian penting dalam pelayanan pasien. Pelayanan kefarmasian yang di selenggarakan di rumah sakit harus mampu menjamin ketersediaan obat dan juga alat kesehatan yang bermutu, bermanfaat, aman, dan juga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pasien. Standar Pelayanan Kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan juga bahan medis habis pakai (BMHP), serta pelayanan farmasi klinik.

Pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di rumah sakit bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian;
  2. Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian;
  3. Melindungi pasien dan juga masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit bertujuan untuk :

  1. menjamin mutu, manfaat, keamanan, serta khasiat sediaan farmasi dan juga alat kesehatan;
  2. menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian;
  3. melindungi pasien, masyarakat, dan juga staf dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety);
  4. menjamin sistem pelayanan kefarmasian dan juga penggunaan obat yang lebih aman (medication safety);
  5. menurunkan angka kesalahan penggunaan

PKPO merupakan komponen yang penting dalam pengobatan simtomatik, preventif, kuratif, paliatif, dan juga rehabilitatif terhadap penyakit dan berbagai kondisi, serta mencakup sistem dan proses yang di gunakan rumah sakit dalam memberikan farmakoterapi kepada pasien. Pelayanan kefarmasian di lakukan secara multidisiplin dalam koordinasi para staf di rumah sakit.

Rumah sakit menerapkan prinsip rancang proses yang efektif, implementasi dan juga peningkatan mutu terhadap seleksi, pengadaan, penyimpanan, peresepan atau permintaan obat atau instruksi pengobatan, penyalinan (transcribe), pendistribusian, penyiapan (dispensing), pemberian, pendokumentasian, dan juga pemantauan terapi obat. Praktik penggunaan obat yang tidak aman (unsafe medication practices) dan juga kesalahan penggunaan obat (medication errors) adalah penyebab utama cedera dan bahaya yang dapat di hindari dalam sistem pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Oleh karena itu, rumah sakit di minta untuk mematuhi peraturan perundang-undangan, membuat sistem pelayanan kefarmasian, dan juga penggunaan obat yang lebih aman yang senantiasa berupaya menurunkan kesalahan pemberian obat.

Standar PKPO membahas tentang pengelolaan sistem pelayanan farmasi dan penggunaan obat di rumah sakit. Rumah sakit harus memiliki regulasi tentang sistem pelayanan farmasi dan penggunaan obat sesuai peraturan. Dalam hal ini Rumah Sakit juga harus memastikan petugas farmasi memiliki kompetensi yang di butuhkan. Rumah sakit juga diharapkan menetapkan dan memantau pelaksanaan formularium obat, serta mengelola penyimpanan obat dan bahan kimia secara benar.

 

PKPO

 

PKPO

 

Manajemen Nyeri, Manajemen Nyeri Adalah, Pain Management, pelatihan manajemen nyeri, Pelatihan Pain Management, Pelatihan Pain Management 2024

Manajemen Nyeri (PAIN MANAGEMENT)

Manajemen nyeri

 

Apa itu Manajemen Nyeri?

Manajemen nyeri adalah pendekatan atau upaya untuk mengelola atau mengurangi rasa nyeri yang dialami seseorang. Caranya melibatkan pemahaman, penilaian, dan intervensi terhadap nyeri untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup. Manajemen nyeri dapat melibatkan berbagai metode, termasuk penggunaan obat-obatan, terapi fisik, teknik relaksasi, intervensi psikologis, dan pendekatan holistik untuk memahami dan mengatasi nyeri. Hal ini disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan pasien.

Prosedur manajemen nyeri

Prosedur sebelum dilakukan manajemen nyeri adalah:

  1. Evaluasi
  2. Tes diagnostik untuk menentukan penyebab utama nyeri
  3. Rujukan untuk operasi (bergantung pada hasil tes dan evaluasi)
  4. Intervensi seperti pemberian suntik atau stimulasi saraf tulang belakang
  5. Terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan tubuh
  6. Jika di perlukan, ada psikiater untuk mengatasi masalah kecemasan, depresi, atau keluhan mental lain yang di alami saat menderita nyeri kronis
  7. Pengobatan komplementer

Jenis-jenis Pain Management

Dokter mungkin merekomendasikan satu pendekatan atau kombinasi dari beberapa teknik manajemen nyeri. Beberapa langkahnya termasuk:

  • Pengobatan di rumah
    Metode manajemen nyeri yang dapat kamu lakukan di rumah salah satunya adalah RICE (rest, ice, compression, dan elevation). Saat beristirahat, gunakan es atau kompres dingin setiap 20 menit guna mengurangi pembengkakan dan nyeri.
  • Konseling dan terapi
    Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mengatasi nyeri kronis dengan mengubah cara berpikir untuk bereaksi terhadap ketidaknyamanan fisik. Karena nyeri kronis juga dapat menyebabkan depresi dan kecemasan, tim medis biasanya merekomendasikan jenis terapi, konseling, atau meditasi lain guna membantu mengelola emosi yang muncul.
  • Latihan fisik                                                                                                                                                  Dokter mungkin akan merekomendasikan latihan fisik seperti pilates, yoga, tai chi, berenang atau berjalan kaki untuk mengurangi nyeri kronis, memperbaiki postur tubuh, dan membantu tubuh agar bisa bekerja lebih baik secara keseluruhan. Latihan juga dapat membantu menjaga kesehatan mental pengidapnya.
  • Perawatan langsung
    Banyak pengidap nyeri juga mendapatkan pereda nyeri melalui terapi fisik, pijat, akupunktur, pengobatan manipulatif osteopati (OMT) dan penyesuaian kiropraktik. Selama perawatan langsung ini, tim medis akan menggunakan berbagai teknik. Tujuannya sama, yakni mengurangi rasa sakit, meningkatkan keselarasan dan membantu tubuh agar tetap bisa menjalankan fungsinya.
  • Suntikan dan stimulasi                                                                                                                        Selanjutnya, manajemen nyeri dapat di lakukan dengan stimulasi saraf listrik transkutan (TENS) atau ablasi frekuensi radio guna meredakan nyeri saraf. Selain itu, terkadang dokter juga merekomendasikan injeksi steroid langsung ke area yang nyeri.
  • Perubahan gaya hidup                                                                                                                         Perubahan gaya hidup tertentu dapat menghilangkan rasa sakit. Jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas, tim medis mungkin menyarankan melakukan penurunan berat badan. Pengidap juga perlu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, minum banyak air, cukup tidur, dan mengelola tingkat stres dengan melakukan berbagai aktivitas yang di sukai.

 

Manajemen Nyeri

 

Pelatihan Satuan Pengawasan Internal, Pelatihan Satuan Pengawasan Internal 2024, Satuan Pengawasan Internal (SPI, Satuan Pengawasan Internal Rs, SPI, Uncategorized

Satuan Pengawasan Internal (SPI) Rumah Sakit

Satuan Pengawasan Internal

 

Satuan Pengawasan Internal (SPI) merupakan salah satu unsur organisasi non struktural bertugas melaksanakan pemeriksaan internal kinerja Rumah Sakit meliputi pelaksanaan manajemen pelayanan, penunjang, umum dan juga sumber daya manusia, serta pengawasan manajemen keuangan.

Dalam upaya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi dan juga aman bagi pasien, pengawasan internal yang efektif sangatlah penting. Pelatihan Audit SPI (Satuan Pengawasan Internal) Rumah Sakit di rancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang praktik audit internal yang efektif dalam lingkungan rumah sakit. Dengan menerapkan standar tertinggi dalam pengawasan, rumah sakit dapat memastikan kepatuhan, meningkatkan efisiensi, dan juga mencapai tingkat pelayanan yang unggul.

Singnifikansi Audit SPI dalam Rumah Sakit:

  1. Kepatuhan dan juga Kualitas Pelayanan: Audit SPI membantu rumah sakit untuk memastikan bahwa seluruh proses dan juga operasi sesuai dengan standar kualitas dan regulasi yang berlaku. Ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan yang di berikan kepada pasien.
  2. Efisiensi Operasional: Dengan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan, audit SPI membantu rumah sakit untuk mengelola sumber daya dengan lebih baik dan mencapai penghematan biaya yang signifikan.
  3. Pengurangan Risiko: Audit SPI membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi pelayanan pasien dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan mengatasi masalah ini, rumah sakit dapat meminimalkan risiko hukum dan reputasi.
  4. Transparansi dan Pertanggungjawaban: Praktik audit internal yang teratur memberikan transparansi terhadap aktivitas rumah sakit dan meningkatkan pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

Satuan Pengawas Internal (SPI) adalah unit internal yang bersifat independen dan berfungsi untuk:

  1. Membantu Direktur agar dapat secara efektif mengamankan investasi dan aset rumah sakit.
  2. Melakukan penilaian desain dan implementasi pengendalian intern, apakah cukup memadai dan dilaksanakan sistem pengendalian intern yang diciptakan untuk dapat menjamin data-data keuangan dapat dipercaya.
  3. Melakukan analisis dan evaluasi efektifitas sistem dan prosedur pada semua bagian dan unit kegiatan rumah sakit.

Dalam menjalankan fungsinya SPI bertanggung jawab langsung kepada direktur rumah sakit. Adapun Tanggung jawab SPI adalah:

  1. Melakukan kajian dan juga analisis terhadap rencana investasi rumah sakit, khususnya sejauh mana aspek pengkajian dan juga pengelolaan risiko telah dilaksanakan oleh unit-unit kerja yang bersangkutan.
  2. Melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian pengelolaan, pemantauan efektivitas dan juga efisiensi sistem dan juga prosedur, dalam bidang-bidang :
    – Keuangan
    – Operasi dan pelayanan
    – Pemasaran
    – Sumber daya manusia
    – Pengembangan
  3. Melakukan penilaian dan juga pemantauan mengenai sistem pengendalian informasi dan juga komunikasi untuk memastikan bahwa :
    – Informasi penting rumah sakit terjamin keamanannya.
    – Fungsi sekretariat rumah sakit dalam pengendalian informasi dapat berjalan dengan efektif.
    – Penyajian laporan-laporan rumah sakit memenuhi peraturan perundang-undangan.
    – Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian internal yang di tugaskan oleh direktur.

 

Manajemen Laktasi, Manajemen Laktasi Adalah, Manajemen Laktasi Kemenkes, pelatihan manajemen laktasi, Pelatihan Manajemen Laktasi 2024

Manajemen Laktasi Untuk Ibu Menyusui

Manajemen laktasi

 

Manajemen laktasi adalah upaya yang di lakukan untuk menunjang keberhasilan ibu dalam memberikan ASI terbaik kepada buah hatinya. Keberhasilan manajemen laktasi tidak hanya di upayakan oleh ibu, melainkan juga di butuhkan dukungan dari pasangan, keluarga, hingga ketersediaan ruang publik. Laktasi sendiri adalah teknik yang di lakukan ibu dalam pemberian ASI. Penerapan manajemen laktasi penting di mulai dari sejak masa kehamilan sampai pada masa menyusui.

Periode Kehamilan

Manajemen laktasi secara alami sudah di mulai sejak awal kehamilan, di mana tahap ini di sebut juga sebagai periode antenatal atau periode kehamilan. Ibu akan mengalami beberapa perubahan fisik, yakni di tandai dengan payudara yang mulai membesar, warna areola menjadi lebih gelap, serta puting menjadi tegak. Selain pada perubahan fisik, perubahan hormon pun juga akan di alami oleh sang ibu. Perubahan hormon terjadi pada peningkatan kadar hormon prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam mempersiapkan laktasi. Hormon prolaktin yang meningkat bermanfaat dalam menunjang produksi ASI. Sedangkan hormon oksitosin bermanfaat untuk merangsang keluarnya ASI. Kedua hormon ini juga dapat menjaga perasaan ibu tetap tenang, rileks, dan siap untuk menyusui bayi.

Pada tahap ini, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Memperbanyak pengetahuan tentang ASI dan persiapan menyusui
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang secara teratu
  • Memeriksakan kehamilan secara rutin
  • Melakukan senam hamil
  • Menjaga kebersihan diri
  • Beristirahat dengan cukup

Periode Melahirkan

Periode melahirkan atau perinatal merupakan periode sesaat sebelum dan sesudah kelahiran. Saat bayi pertama kali di dekatkan pada ibu, secara naluri bayi sudah bisa mengisap puting ibu. Air susu yang pertama kali keluar dari puting ibu disebut kolostrum, di mana air susu ini adalah kandungan gizi terbaik bagi bayi baru lahir.

Berikut ini persiapan menyusui saat menjelang kelahiran bayi (perinatal):

  • Membersihkan puting sebelum melahirkan.
  • Melaksanakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) ½ jam – 2 jam pertama setelah bayi lahir.
  • Melakukan rawat gabung (rooming in) yaitu bayi tidur di tempat yang sama dengan ibu.
  • Tidak memberikan minuman/makanan selain ASI.
  • Bila dalam 2×24 jam lahir ASI belum keluar, bayi diperbolehkan untuk minum air putih dengan menggunakan sendok atau pipet.
  • Tidak memberikan dot atau empeng untuk mencegah bingung puting.
  • Berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian.
  • Minta bantuan kepada perawat/petugas laktasi untuk memberikan contoh cara menyusui yang benar.

Periode Menyusui

Setelah melahirkan (postnatal), Anda dapat memberikan gizi terbaik yakni ASI eksklusif setidaknya hingga bayi berusia 6 bulan. Namun melatih bayi untuk menyusu tidak selalu mudah. Agar proses menyusui berjalan lancar, usahakan untuk selalu menciptakan suasana yang lebih santai dan pastikan ibu berada pada posisi yang nyaman. Saat menyusui, selalu letakkan buah hati menempel pada kulit payudara Anda dan biarkan bayi yang berinisiatif untuk menyusu pada payudara. Anda dapat mulai memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) setelah bayi berusia 6 bulan dan terus berikan ASI sampai berusia 2 tahun.

Hal-Hal Penting Manajemen Laktasi

  • Frekuensi Pemberian ASI

Kebutuhan ASI bagi bayi merupakan hal terpenting dalam pemenuhan asupan gizinya. Karena itu, penting bagi ibu untuk memastikan kebutuhan ASI tercukupi. Frekuensi pemberian ASI yang baik adalah sekitar 8-12 kali dalam 24 jam dengan rata-rata durasi menyusu selama 15-20 menit untuk tiap payudara. Penting untuk memperhatikan frekuensi pemberian ASI agar kebutuhan nutrisi bayi tercukupi sekaligus menjaga produksi ASI tetap banyak. Ada kalanya, ibu mengalami kondisi di mana produksi ASI lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh bayi. Kondisi ini disebut dengan hiperlaktasi. Hiperlaktasi dapat diatasi salah satunya dengan memompa payudara sebelum menyusui untuk mengurangi arus ASI yang keluar.

  • Asupan Makanan Ibu 

Manajemen laktasi yang selanjutnya adalah memperhatikan asupan makanan untuk sang ibu. Ibu menyusui perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena dapat memengaruhi kandungan gizi dalam produksi ASI.

  • Masalah Menyusui

Beragam masalah dapat timbul saat menyusui, antara lain nyeri payudara, luka pada puting, hingga penyumbatan air susu. Saat terjadi penyumbatan air susu, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan pijat laktasi. Jika masalah menyusui berlanjut, segera periksakan diri ke dokter jika keluhan ini terjadi agar proses menyusui bisa kembali berjalan optimal.

  • Tanda Kecukupan ASI

Pahami tanda bayi sudah cukup ASI. Jika asupan ASI tercukupi, air seni bayi akan berwarna kuning jernih dan berat badan bayi akan mengalami peningkatan selama tiga bulan pertama usianya. Frekuensi hisapan akan melambat apabila bayi sudah mendapatkan asupan ASI yang cukup.

  • Kondisi Kesehatan Ibu

Proses laktasi bisa berjalan lancar jika ibu memiliki kondisi kesehatan yang baik. Terapkan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan kelola stres dengan baik. Jika ibu sedang sakit terutama mengalami flu atau batuk, sementara waktu hindari berdekatan dengan bayi agar tidak tertular. Apabila akan menyusui, gunakan masker secara baik dan benar, rutin cuci tangan, dan bersihkan area payudara serta puting sebelum dan sesudah menyusui bayi. Sementara itu, bagi ibu menyusui yang sedang menjalani pengobatan khusus, terutama yang berlangsung jangka panjang seperti kemoterapi, radioterapi, dan sejenisnya, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter.

 

Manajemen Laktasi

 

Asesor Kompetensi Tenaga Kesehatan, Pelatihan Asesor Kompetensi Tenaga Kesehatan, pelatihan asesor tenaga kesehatan lain, pelatihan asesor tenaga kesehatan lain 2024, Training Asesor Kompetensi Tenaga Kesehatan

Asesor Kompetensi Bagi Tenaga Kesehatan Lainnya

Kompetensi

Asesor Kompetensi Bagi Tenaga Kesehatan Lainnya

 

Sedang perlu di ketahui Asesor Kompetensi adalah seorang profesional dalam bidang pekerjaan tertentu, di latih, dan juga di uji oleh Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) terhadap Standar Kompetensi sebagai seorang penguji pada proses uji kompetensi.

Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non formal yang mendedikasikan diri dalam berbagai upaya yang bertujuan mencegah, mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, pengertian dari tenaga kesehatan tercantum dalam Pasal 1 angka 7 UU Kesehatan yaitu: Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki sikap profesional, pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan tinggi yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.

Kemudian, tenaga kesehatan di kelompokkan ke dalam:

  • Tenaga psikologi klinis, yaitu psikolog klinis
  • Tenaga keperawatan, yaitu perawat vokasi, ners, dan juga ners spesialis
  • Tenaga kebidanan, yaitu bidan vokasi dan juga bidan profesi
  • Tenaga kefarmasian, yaitu tenaga vokasi farmasi, apoteker, dan juga apoteker spesialis
  • Tenaga kesehatan masyarakat, yaitu tenaga kesehatan masyarakat, epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan juga ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan
  • Tenaga kesehatan lingkungan, yaitu tenaga sanitasi lingkungan dan juga entomolog kesehatan
  • Tenaga gizi, yaitu nutrisionis dan juga dietisien
  • Tenaga keterapian fisik, yaitu fisioterapis, terapis okupasional, terapis wicara, dan akupunktur
  • Tenaga keteknisian medis, yaitu perekam medis dan informasi kesehatan, teknisi kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, optometris, teknisi gigi, penata anestesi, terapis gigi dan mulut, dan audiologis
  • Tenaga teknik biomedika, yaitu radiografer, elektromedis, tenaga teknologi laboratorium medik, fisikawan medik, dan ortotik prostetik
  • Tenaga kesehatan tradisional, yaitu tenaga kesehatan tradisional ramuan atau jamu, tenaga kesehatan tradisional pengobat tradisional dan tenaga kesehatan tradisional interkontinental
  • Tenaga kesehatan lain yang di tetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Selanjutnya, setiap tenaga kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (“STR”) yang berlaku seumur hidup. STR adalah sebagai bukti tertulis yang di berikan kepada tenaga kesehatan yang telah di registrasi dan di terbitkan oleh Konsil atas nama Menteri Kesehatan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Memiliki ijazah pendidikan di bidang kesehatan dan/atau sertifikat profesi
  • Memiliki sertifikat kompetensi.

Adapun yang dimaksud dengan konsil adalah lembaga yang melaksanakan tugas secara independen. Dalam rangka meningkatkan mutu praktik dan kompetensi teknis keprofesian Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Serta memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Dalam hal ini, kami asumsikan konsil yang di maksud adalah Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia.

Kompetensi

 

Instalasi Sanitasi di Rumah Sakit', Manajemen Instalasi Sanitasi di Rumah Sakit, pelatihan manajemen instalasi sanitasi rumah sakit, Pelatihan Sanitasi Rumah Sakit, Sanitasi di Rumah Sakit, Sanitasi Rumah Sakit

Manajemen Instalasi Sanitasi di Rumah Sakit

Instalasi Sanitasi

 

Instalasi Sanitasi adalah Instalasi yang menangani kegiatan-kegiatan Sanitasi Rumah Sakit yang meliputi : Pemantauan Kualitas Lingkungan, Pengelolaan Limbah dan juga Penyehatan Air, Sanitasi Ruang, Lingkungan dan Pengendalian Vektor.

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang di dalamnya terdapat bangunan, peralatan, manusia(petugas, pasien dan juga pengunjung) dan juga kegiatan pelayanan kesehatan, di samping dapat menghasilkan dampak positif berupa produk pelayanan kesehatan dan juga dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan, sumber penularan penyakit yang dapat menghambat proses penyembuhan dan juga pemulihan pasien untuk itu instalasi sanitasi rumah sakit di arahkan untuk mengawasi faktor-faktor tersebut agar tidak membahayakan. Dengan demikian, sesuai dengan pengertian sanitasi, lingkup sanitasi rumah sakit menjadi luas mencakup upaya-upaya yang besifat fisik seperti pembangunan sarana pengolahan limbah cair, penyediaan air bersih, fasilitas cuci tangan, fasilitas pembuangan sampah, serta upaya non fisik seperti pemeriksaan, pengendalian, pengawasan, penyuluhan dan  juga pelatihan.

Jenis Sanitasi

Sanitasi memiliki beberapa jenis. Menurut Public Health, berikut 7 jenis sanitasi:

1. Sanitasi Dasar

  • Sanitasi dasar adalah syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus di miliki setiap keluarga untuk memenuhi keperluan sehari-harinya. Sanitasi dasar ini meliputi penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan juga sarana pembuangan air limbah.

2. Sanitasi Lingkungan

  • Sanitasi lingkungan merupakan salah satu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya yang mempunyai dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan juga kelangsungan hidup manusia. Ruang lingkup kesehatan lingkungan itu mencakup perumahan, pembuangan kotoran manusia, penyediaan air bersih, dan sebagainya.

3. Sanitasi Berbasis Wadah

  • Sanitasi berbasis wadah ini mengacu pada sistem sanitasi di mana kotoran manusia di kumpulkan dalam wadah (kontainer) yang dapat di tutup dan juga dapat di lepas yang di angkut ke fasilitas pengolahan. Sanitasi berbasis wadah ini biasanya di berikan sebagai layanan yang melibatkan penyediaan toilet portabel, dan juga pengumpulan kotoran yang di tanggung pengguna.
  • Dengan lingkungan yang sesuai, sistem sanitasi ini bisa di gunakan untuk menyediakan pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan kotoran yang aman bagi penduduk perkotaan berpenghasilan rendah dengan biaya yang lebih murah di bandingkan memasang dan memelihara saluran pembuangan.

4. Sanitasi Berbasis Masyarakat

  • Sanitasi berbasis masyarakat merupakan salah satu pendekatan untuk mengubah perilaku, khususnya masyarakat perkotaan dengan proses ‘pemicu’ yang mengarah pada kebiasaan buang air besar sembarangan. Sistem sanitasi ini menggunakan pendekatan yang berfokus pada perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat bukan pembangunan sarana secara fisik.

5. Sanitasi Ekologis

  • Menurut Yeang (2006) dalam Jurnal Ronim Agung yang diterbitkan Universitas Negeri Semarang, sanitasi ekologis adalah suatu sistem yang memanfaatkan limbah manusia dan mengubahnya menjadi sumber energi yang berharga yang dapat digunakan untuk pertanian tanpa menimbulkan polusi dan menghemat air serta mencegah pencemaran air.
  • Teknologi pengolahan limbah yang bisa digunakan dalam sanitasi ekologis di antaranya menggunakan bakteri pencerna limbah, dan fermentasi sampah menggunakan anaerobik yang menghasilkan biogas.

6. Sanitasi Darurat

Sanitasi darurat biasanya dilakukan saat terjadi bencana alam atau bantuan di lokasi pengungsian. Ada tiga fase darurat yakni fase segera, jangka pendek, dan jangka panjang.

Berikut penjelasannya:

  • Fase Darurat

Pada tahap ini fokus tindakan pada pengelolaan buang air besar sembarangan, jamban dasar, toilet ember.

  • Fase Jangka Pendek

Pada fase ini bisa jadi melibatkan teknologi seperti toilet kering yang mengalihkan urine, tangki septik, sistem air limbah yang terdesentralisasi. Penyediaan tempat cuci tangan dan pengelolaan tinja menjadi bagian dari fase ini.

  • Fase Jangka Panjang

Pada tahap ini meliputi upaya pemulihan dan penyelesaian. Fase ini bertujuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan penduduk terdampak.

7. Sanitasi Kering

  • Sanitasi kering merupakan salah satu jenis sanitasi yang tidak terlalu populer. Sistem sanitasi ini biasanya mengacu pada sistem yang menggunakan jenis toilet kering dan tidak ada saluran pembuangan untuk mengangkut kotoran. Seringkali yang dimaksud dengan sanitasi kering ini adalah sanitasi yang menggunakan toilet kering dan mengalihkan urine.

 

 

hospital by laws, pelatihan hospital by laws, pelatihan penyusunan statuta rumah sakit, training penyusunan statuta rumah sakit, Training Penyusunan Statuta Rumah Sakit (Hospital By laws) - BIMTEK/PELATIHAN PENYUSUNAN STATUTA RUMAH SAKIT - hospital by laws rumah sakit

Training Penyusunan Statuta Rumah Sakit (Hospital By laws) 2025

rumah sakit

rumah sakit

PELATIHAN KHUSUS
“PENYUSUNAN STATUTA RUMAH SAKIT (HOSPITAL BY LAWS)”

Kepada Yth.
Direktur/Manajer Rumah Sakit, Ka. Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit, Admin & Staff Document Control Dept Rekam Medis Rumah Sakit,Team Akreditasi Rumah Sakit, Perwakilan Manajemen, Dept Sumber Daya Rumah Sakit

Tuntutan perkembangan bisnis saat ini, menuntut Rs agar senantiasa siap dengan manajemen yang handal dan juga prima yaitu atas dasar suatu statuta (bylaws) konstitusi Rs. Adanya statuta di rumah sakit saat ini, kedepanya tidak hanya untuk sekedar kepentingan melainkan tuntutan kedepan Rs akan wajib harus memiliki satuta (bylaws) oleh regulasi berwenang. Tentunya hal ini merupakan bentuk komitmen Rs dalam menunjukkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan jasa pelayanan kesehatannya. Selain itu juga saat ini, kendala yang kerap di hadapi Rs yaitu, pada umumnya rumah sakit masih mengalami kesulitan dalam menyusun statuta (bylaws) karena kurangnya pengetahuan maupun adanya persepsi yang salah terhadap statuta Rs.

TUJUAN Statuta (bylaws)

  • Memberikan pengetahuan dan juga pemahaman kepada peserta terhadap konsep kinerja bagian SDM di Rs
  • Mampu memahami dan mengeluarkan kebijakan, serta mampu melakukan penilaian kerja di bagian SDM Rs.
  • Peserta mampu memahami teori, konsep, menyusun dan juga implementasi sistem remunerasi SDM RS

MATERI

  • Konsep dan prinsip dasar kinerja manajemen
  • Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja manajemen
  • Indikator utama dan kuncian kinerja rumah sakit, SDM dan seluruh unit kerja dirumah sakit
  • Strategi penilaian dan pengembangan kinerja SDM rumah sakit
  • Aplikasi dan evaluasi hasil penilaian kerja SDM di rumah sakit
  • Konsep dasar dan rugulasi remunerasi dalam pengelolahan SDM
  • Strategi penyusunan remunerasi sistem I: tujuan, kebijakan, persyaratan, jenis remunerasi, karakteristik sistem remunerasi yang baik
  • Strategi penyusunan remunerasi sistem II (medis dan non medis): Jobs Analysis, Job Clasifikasi Class job, Patokan besaran nilai Remunerasi, tunjangan dan jaiminan, serta fasilitas.

METODE BIMTEK Statuta (bylaws)

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025