pelatihan k3 rs, Pelatihan K3 RS 2023, Pelatihan k3 rs 2024, Pelatihan K3 RS Adalah, Tujuan Pelatihan K3 RS

Pelatihan K3 RS – Pelatihan K3 RS Adalah – Pelatihan K3 RS 2023 – Pelatihan K3 RS 2024 – Tujuan Pelatihan K3 RS

 

”  KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA ( K3 ) RUMAH SAKIT”

Pelatihan K3 Rs – Penerapan K3 di rumah sakit merupakan bentuk tanggung jawab manajemen terhadap penerapan regulasi di bidang K3. Yang menjadi wajib sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan secara hukum dan kualitas dari pelayanan kesehatan yang diberikan.

Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan Rumah Sakit yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan. Sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) yang pada akhirnya dapat meningkatan efisiensi dan produktifitas kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu jalannya kegiatan secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.

Potensi bahaya di RS, selain penyakit-penyakit infeksi juga ada potensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di RS. Yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan yang berhubungan dengan instalasi listrik, dan sumber-sumber cidera lainnya), radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas anastesi, gangguan psikososial dan ergonomi semua potensi bahaya tersebut jelas mengancam jiwa dan kehidupan. Bagi pada karyawan di RS, para pasien maupun para pengunjung yang ada di lingkukan RS.

Upaya K3 Rumah Sakit perlu dikelola dengan baik agar tujuan K3 di Rumah Sakit dapat tercapai. Yaitu tercapainya derajat kesehatan yang optimal dan peningkatan produktivitas kerja. Yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan Rumah Sakit.

Manfaat dari Pelatihan K3 Rs

Sangat komprehensif karena berdampak langsung ke rumah sakit, karyawan, tenaga medis serta pasien rumah sakit. Manfaat utama dari pelatihan ini tentunya untuk mempertahankan kelangsungan operasional rumah sakit dengan mutu layanan yang baik. Hal ini akan berdampak langsung pada citra baik rumah sakit. Bagi tenaga medis dan karyawan, hal ini melindungi mereka dari potensi penyakit dan kecelakaan akibat kerja (PAK). Selain itu, setifikasi K3 Rumah sakit akan membantu mereka untuk menambah value diri. Sehingga bisa berkompetensi dengan berbagai perusahaan yang lebih besar. Mitra kerja juga tidak akan ragu untuk menjalin kerjasama yang lebih lama. Atau lebih besar karena kualitas K3 di rumah sakit terjamin.

 

 

Bimtek Manajemen Keprotokolan dan Master Of Ceremony (MC) - Bimtek Diklat Protokol dan MC Archives - Workshop Master Of Ceremony Archives

Pelatihan Manajemen Keprotokolan dan Master Of Ceremony (MC) – Bimtek Diklat Protokol dan MC Archives – Workshop Master Of Ceremony Archives

“MANAJEMEN KEPROTOKOLAN DAN MC BAGI HUMAS PROTOKOL RUMAH SAKIT
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG RI NO. 09 TAHUN 2010″

 

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit,Kabag Humas Dan Protokol Rumah Sakit

Dengan Hormat,

Salah satu fungsi utama Pembawa (master of ceremony/MC) acara adalah memandu, mengendalikan, dan mengatur suatu acara secara sistematis, efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu dari sebuah kegiatan. MC berperan mengumumkan susunan acara dan memperkenalkan orang yang akan tampil mengisi acara. Selain itu, MC bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancer dan tepat waktu, serta meriah atau khidmat dari awal hingga akhir. Adanya prasyarat yang memadai bagi MC tersebut dapat mempengaruhi sebuah citra dan reputasi keprotokolan bagi sebuah institusi. Karena, disadari atau tidak, MC yang bias tampil dengan memikatakan mendorong partisipasi  audien untuk terlibat secara proaktif dalam serangkaian agenda yang ditawarkan oleh pihak-pihak terkait. Maka, mempersiapkan kapasitas MC yang professional menjadi unsure penting yang perlu didesain dalam kegiatan keprotokolan.

Sehubungan dengan hal semua diatas, maka kami dari Pusat Diklat bersama para Pakar dan Nara sumber yang berkompeten akan mengadakan BIMTEK  KHUSUS MASTER OF CEREMONY (MC) RUMAH SAKIT : “MANAJEMEN KEPROTOKOLAN DAN MC BAGI HUMAS PROTOKOL RUMAH SAKIT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG RI NO. 09 TAHUN 2010″

TUJUAN BIMTEK

Untuk memberikan bekal pengetahuan yang memadai tentang “Membentuk Pribadi Sigap dan Dinamis Seorang Ajudan, Sekpri, Aspri, dan Peningkatan Tupoksi Keprotokolan Didalam Acara Formal, Non Formal, dan Kehumasan Terhadap Pencitraan Daerah” dan tukar pengalaman dengan diskusi bersama antar peserta dan antara peserta dengan Pemateri.

MATERI

  1. Fungsi dan Signifikansi MC Dalam Kegiatan Keprotokolan Rumah sakit.
  2. Merumuskan Schedule Acara Yang Efektif dan Efisien
  3. Gaya Busana Yang Sesuai Dengan Masing-Masing Karakteristik Acara
  4. Tehnik Mengatur Suara dan Artikulasi Kata Yang Proporsional
  5. Studi kasus: Etika dan Teknik Komunikasi Pembawa Acara Untuk Kegiatan Acara Resmi keprotokolan
  6. Praktik MC

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Simulasi
  4. Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A      Rp  5.500.000,- /peserta

Menginap di Grage Bussines Hotel MalioboroYogyakarta (1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makanmalam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B        Rp  4.500.000,-/peserta

Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grage Bussines Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat,  No. Rek. : 137-00-1698692-5

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025

 

Pelatihan Manajemen Rumah Sakit Dalam Rangka PERSIAPAN AKREDITASI RUMAH SAKIT VERSI JCI (JOINT COMISSION INTERNATIONAL) - Training Khusus Manajemen Instalasi Sanitasi Rumah Sakit Menuju Akreditasi JCI, pelatihan sanitasi rs - TRAINING MANAJEMEN INSTALASI SANITASI RUMAH SAKIT - Pelatihan diklat manajemen rumah sakit instalasi sanitasi, Pelatihan Sanitasi Rumah Sakit, Pelatihan Strategi Pelayanan Keperawatan Sesuai Standar JCI - strategi pelayanan keperawatan sesuai standar jci - Bimtek / Diklat Strategi Pelayanan Keperawatan, Training Pengenalan Tahapan Awal Menuju Akreditasi Rumah Sakit - Pelatihan Pengenalan Tahap Awal Sesuai Akreditasi Rumah Sakit - BIMTEK/PELATIHAN Pengenalan Tahapan Awal Menuju Akreditasi Rumah Sakit, Training/ Pelatihan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit

Pelatihan Manajemen Rumah Sakit Dalam Rangka PERSIAPAN AKREDITASI RUMAH SAKIT VERSI JCI (JOINT COMISSION INTERNATIONAL) – Training Khusus Manajemen Instalasi Sanitasi Rumah Sakit Menuju Akreditasi JCI

PELATIHAN KHUSUS
MANAGEMEN SANITASI RUMAH SAKIT YANG RAMAH LINGKUNGAN GUNA MENUNJANG MUTU LAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT BERDASARKAN KETENTUAN JOINT COMMITE INTERNATIONAL (JCI)

 

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit, Kabag. K3 Rumah Sakit, Kabag.  IPAL Rumah Sakit

Dengan Hormat,

Rumah sakit merupakan lembaga kesehatan yang rentan dengan peredaran penyakit yang disebabkan oleh virus, baik yang disebabkan oleh bahan-bahan medis maupun non medis. Karena disadari atau tidak penularan penyakit serta segala sesuatu yang memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan menjadi salah persoalan mendasar yang harus selalu ditangani dengan baik .Dalam hal ini, sanitasi adalah suatu cara untuk mencegah terjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari berbagai sumber.

Upaya ini meliputi kegiatan-kegiatan yang kompleks serta membutuhkan persyaratan untuk bisa menunjang bagi terciptanya kesehatan lingkungan rumah sakit. Adapun persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit berdasarkan Permenkes No.1204/Menkes/SK/X/2004 adalah meliputi : sanitasi pengendalian berbagai faktor lingkungan fisik, kimiawi, biologi, dan sosial psikologi di rumah sakit

Oleh karena itu, dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana mendukung kesehatan lingkungan melalui managemen sanitasi yang maksimal, kami Pusat Diklat akan menyelenggarakan PELATIHAN  tentang : “MANAGEMEN SANITASI RUMAH SAKIT YANG RAMAH LINGKUNGAN GUNA MENUNJANG MUTU LAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT BERDASARKAN KETENTUAN JOINT COMMITE INTERNATIONAL (JCI)”. 

TUJUAN 

Untuk memberikan bekal pengetahuan yang memadai tentang managemen sanitasi rumah sakit yang ramah lingkungan guna menunjang mutu layanan kesehatan rumah sakit berdasarkan ketentuan JCI dan membangun sharing pemikiran yang interaktif berdasarkan pengalaman peserta.

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Simulasi
  4. Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025

 

pelatihan pkrs, Pelatihan PKRS 2024, PKRS Adalah, PKRS Kemenkes, PKRS RSUD

Pelatihan PKRS, PKRS Adalah, PKRS RSUD, PKRS Kemenkes, Pelatihan PKRS 2024

 

“EDUKATOR PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) UNTUK TIM PKRS”

 

Promosi Kesehatan Rumah Sakit adalah upaya memberdayakan individu, kelompok dan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan kemauan dan kemampuan, serta mengembangkan suasana yang mendukung sesuai dengan sosial budaya dan kondisi setempat (Depkes RI, 1999).

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) atau yang sekarang disebut dengan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) adalah penyuluhan kesehatan yang khusus dikembangkan untuk membantu pasien dan keluarganya. Untuk bisa menangani kesehatannya, hal ini merupakan tanggung jawab bersama yang berkesinambungan antara dokter dan pasien atau petugas kesehatan dengan pasien dan keluarganya. Selain itu efektivitas suatu pengobatan dapat terpengaruh oleh pola pelayanan masyarakat yang ada sikap dan keterampilan. Para pelaksananya serta lingkungan, sikap dan pola hidup pasien serta keluarganya.

PKRS di awali pada saat pasien masuk Rumah Sakit atau sejak ia berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Pengalaman pertama pasien tersebut sangat mempengaruhi kesuksesan Program Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit. Penyuluhan kesehatan di Rumah Sakit berusaha menggugah kesadaran dan minat pasien serta keluarganya untuk berperan serta secara positif dalam usaha penyembuhan dan pencegahan penyakit. Karena itu penyuluhan kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari program pelayanan Rumah Sakit.

PKRS di beberapa Rumah Sakit memang sudah dilaksanakan sejak lama, namun dalam pelaksanaannya tidak sistematik dan tidak terorganisir. Secara terarah melainkan hanya berdasarkan minat dan kesempatan oleh bebrapa petugas tertentu saja. Berbagai reaksi baik pro maupun kontra muncul terhadap penyuluhan kesehatan Rumah Sakit. Antara lain kegiatan pelayanan demikian padat sehingga tidak ada waktu, tidak ada biaya. Namun pendapat positif menyatakan bahwa upaya PKRS dapat berkembang di Rumah Sakit asal ada pengertian dan kemauan pengelola dan penyelenggaranya. Training Edukator PKRS adalah training untuk menjadi personil PKRS menjadi seorang trainer yang kompeten. Sehingga bisa merencanakan, merancang dan memberikan pelatihan dengan baik bagi semua karyawan yang berada di perusahaan.

TUJUAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

Membantu rumah sakit dalam menerapakan perilaku hidup bersih dan sehat untuk memulai perubahan sikap dan perilaku pasien klien Rumah Sakit. Serta dapat pemeliharan lingkungan Rumah Sakit dan bisa di manfaatkan dengan baik semua pelayan yang di sediakan oleh Rumah Sakit.

 

Biaya Pelatihan PPGD, Materi Pelatihan PPGD, pelatihan ppgd, Pelatihan PPGD Adalah, Pelatihan PPGD Perawat

Pelatihan PPGD – Pelatihan PPGD Adalah – Pelatihan PPGD Perawat – Biaya Pelatihan PPGD – Materi Pelatihan PPGD

 

“PENANGGULANGAN PENDERITA GAWAT DARURAT”

Penanggulangan Penderita Gawat Darurat adalah suatu pelayanan kesehatan yang optimal, searah dan terpadu bagi setiap anggota masyarakat yang berada dalam keadaan gawat darurat. Cedera bahkan kematian dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan dapat dialami oleh siapa saja. Keadaan gawat darurat dapat disebabkan oleh penyakit maupun kecelakaan dan bencana alam. Penyakit dapat berupa : kejiwaan, kejang demam, stroke, muntaber, demam berdarah dan lain-lain. Sedangkan kecelakaan dapat berupa : kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, bencana alam, dan lain-lain. Pada umumnya yang menangani pertama kali penderita gawat darurat di tempat kejadian adalah masyarakat.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan titik masuk yang sangat penting untuk pelayanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan penanganan dan perawatan mendesak (Sunyoto dkk, 2014). Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Tahun 2 009, Jumlah kunjungan ke RSU di Indonesia pada tahun 2007 sebanyak 33.094.000 dengan pasien yang melakukan kunjungan ke IGD sebanyak 4.402.205 atau 13,3% dari total seluruh kunjungan di RSU (Keputusan Menteri Kesehatan, 2009).

TUJUAN PELATIHAN PPGD

  • Memahami tentang PPGD
  • Dapat mengetahui seseorang gawat, mengalami sumbatan jalan nafas, pernafasan terganggu dan memberikan pertolongan dasar
  • Dapat mengetahui dan melakukan nafas buatan, pijat jantung tanpa alat dan menggunakan alat
  • Mampu dan melakukan pembebatan dan pembidaian
  • Mampu dan melakukan transportasi pasien
  • Mampu dan melakukan penanganan gawat darurat

 

Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya rumah sakit untuk penanganan Pelatihan (PPGD) Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat yaitu melakukan usaha agar kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian. Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak sama dalam memperoleh derajat pelayanan kesehatan yang optimal, setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungannya. Pemerintah bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat, pemerintah bertanggungjawab untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Dengan bertambahnya penduduk, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan bencana alam juga meningkat. Tim Medis dan Paramedis Rumah Sakit Umum harus siap menghadapi situasi. Dalam hal ini dapat memberikan pertolongan pertama mulai dari tempat kejadian s/d unit gawat darurat masing-masing Rumah Sakit. Dan dapat mencapai respon time yang pendek pada penanganan pasien, transportasi pelayanan ambulans serta dan komunikasi radiomedik yang benar.

 

 

Pelatihan CTU, Pelatihan CTU 2024, Pelatihan CTU 2025, Pelatihan CTU Bidan, Pelatihan CTU Bidan 2023

PELATIHAN CONTRACEPTION TECHNOLOGY UPDATE (CTU) 2025

Pelatihan CTU

 

 

PELATIHAN KHUSUS
“CONTRACEPTION TECHNOLOGY UPDATE (CTU)”

 

Pelatihan CTU (Contraception Technology Update) bagi Tenaga Kesehatan adalah untuk mempersiapkan peserta agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan perilaku sebagaimana. Yang menjadi tujuan pelatihan berbasis kompetensi ini sehingga mampu berkontribusi penuh pada pelayanan KB di masyarakat.

Semakin berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki keluarga yang terencana mengakibatkan penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan perlunya tenaga medis untuk dapat melayani berbagai jenis metode kontrasepsi yang paling cocok dengan kondisi masing-masing peserta KB. Seseorang yang memiliki kompetensi khusus memerlukan untuk memasang dan mencabut IUD (intrauterine device) serta KB Implan sehingga diperlukan pengetahuan (kognitif) dan kemampuan (skill) yang khusus. Tenaga medis (dokter dan bidan) memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya dalam pemasangan IUD pasca melahirkan dengan metode inserter dan meningkatkan kualitas pelayanan serta kemampuan tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko atau tingkat kegagalan dalam penggunaan alat kontrasepsi. Mampu memiliki action plan untuk mensosialisasikan metode baru ini kepada para provider di tempatnya masing-masing.

Tenaga medis yang bersifat langsung pada pasien memerlukan pelatihan sehingga mampu melakukannya secara mandiri setelah mengikuti pelatihan CTU ini. Pelatihan CTU (Contraception Technology Update) bagi Tenaga Kesehatan adalah untuk mempersiapkan peserta agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan perilaku sebagaimana yang menjadi tujuan pelatihan berbasis kompetensi ini sehingga mampu berkontribusi penuh pada pelayanan KB di masyarakat. Pasangan usia melakukan program KB dengan berbagai jenis alat kontrasepsi
Subur (PUS). Pemerintah saat ini mulai gencar menggalakkan program KB dengan sasaran
Pasangan Usia Subur (PUS) pada usia 15-49 tahun. Kelompok Usia perempuan subur ini
merupakan peluang perempuan untuk bisa hamil dan melahirkan anak.
Pengetahuan mengenai alat/cara KB penting untuk dimiliki sebagai bahan.

Alat/cara KB modern dan tradisional

  • Alat/cara KB modern terdiri dari metode operasi wanita (MOW) atau strilisasi wanita, metode operasi pria (MOP) atau sterilisasi pria, pil, IUD, suntik KB, susuk KB, kondom, diafragma, metode amenore laktasi (MAL), dan kontrasepsi darurat.
  • Alat/cara KB tradisional terdiri dari gelang manik, pantang berkala, senggama terputus, dan alat/cara KB tradisional lainnya.

 

pelatihan poned, pelatihan poned 2024, pelatihan poned adalah, poned adalah, poned itu apa

PELATIHAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED) 2025

 

 

PELATIHAN KHUSUS

“PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED)”

Kepada Yth. 

Direktur Rumah Sakit dan Puskesmas/Pimpinan/Manajer, Perawat, Bidan, Dokter Rumah sakit & Tenaga Kesehatan, Anggota P2K3 Rumah Sakit (Klinik, Lab, RS), Seluruh Team Gawat Darurat Rumah Sakit & Terlibat Dalam PONED Rumah Sakit.

 

Pelatihan PONED merupakan pelayanan gawat darurat di bidang neonatus. Puskesmas yang melayani PONED merupakan puskesmas induk yang merupakan puskesmas rawat inap standby 24 jam dalam sehari. Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) adalah pelayanan untuk menanggulangi kasus gawat darurat obstetri dan neonatal. Kegawatan tersebut dapat terjadi pada ibu hamil, bersalin maupun dalam masa nifas dengan komplikasi obstetri dalam hal ini dapat mengancam ibu maupun janinnya.

Pelatihan (PONED) Ketrampilan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar ini dirancang untuk mempersiapkan petugas pelayanan kesehatan. Agar mampu melakukan pengelolaan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal Esensial Dasar di tingkat pelayanan kesehatan primer. Serta memanfaatkan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan kegiatan belajar. Fokus pelatihan adalah bagaimana mereka mengerjakan bukan hanya sekedar mengetahui. Dalam hal ini upaya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kegawatdaruratan di seluruh wilayah Kabupaten/Kota. Dibutuhkan minimal 4 Puskesmas mampu PONED yang dapat berfungsi baik dan tersedianya Rumah Sakit.

PONED yaitu sebagai tempat rujukan. Oleh karena itu ketersediaan PONED menjadi salah satu bagian sistem pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang sangat perlu di prioritaskan. Oleh karena itu PONED merupakan intervensi yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi di daerah miskin. Selain itu pelayanan emergensi maternal merupakan salah satu strategi untuk mengurangi angka kematian ibu. Dalam hal ini FKRTL dapat mengurangi kematian dan kecacatan ibu secara signifikan.

Tujuan Pelatihan Poned Adalah Melaksanakan Prosedur Standar Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Dan Neonatal Pada Tingkat Pelayanan Kesehatan Primer. Melakukan Pengambilan Keputusan Klinik Secara Tepat Dan Cepat Pada Kasus Dengan Kegawatdaruratan Obstetri Dan Neonatal. Mengenali Dan Mengambil Keputusan Klinik Secara Benar Pada Kasus Kegawatdaruratan Tunggal Maupun Yang Terintegrasi.

 

 

 

pelatihan APN, pelatihan apn 2024, Pelatihan Apn Berapa Hari, pelatihan apn dokter, Pelatihan APN Jogja, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal 2025

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (2025)

 

PELATIHAN KHUSUS
“ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN)”

 

Pelatihan APN merupakan pelatihan teknis kesehatan berbasis kompetensi yang mana komponen praktiknya lebih banyak dibandingkan komponen teoritis di dalam kelas. Pada sertifikasi Pelatihan APN, peserta akan mendapatkan sertifikat yang menyatakan telah mencapai sasaran kompetensi yang dipersyaratkan. Seperti yang di lansir www.unicef.org. Setiap dua menit, seorang perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan kemungkinan bayinya yang baru lahir untuk bertahan hidup meskipun sangat kecil. Sehingga pada setiap wanita yang meninggal, 20 sampai 30 menderita masalah yang signifikan dan kadang-kadang seumur hidup karena kehamilan mereka. Oleh karena itu hal ini membuat para praktisi rumah sakit dan anggota tim medis berusaha untuk mengurangi kematian ibu di negara berkembang dengan akibat persalinan. Dan melakukan hal-hal yang efektif dalam rangka mengurangi kematian ibu dengan sebab persalinan. Pendekatan seperti ini berarti bahwa: dalam asuhan persalinan normal harus ada alasan yang kuat dan bukti manfaat apabila akan melakukan
intervensi terhadap jalannya proses persalinan yang fisiologis/alamiah.

Asuhan Persalinan Normal demikian sehingga tindakan mengeluarkan janin yang sudah cukup usia kehamilan, dan berlangsung spontan tanpa intervensi alat. Persalinan terjadi spontan, presentasi belakang kepala janin oleh karena itu tidak terdapat komplikasi pada ibu maupun janin. Pelatihan APN merupakan pelatihan teknis pelayanan kesehatan berbasis kompetensi. Komponen praktis dari kursus ini lebih dari sekedar bagian teoritis di kelas. Oleh karena itu dengan adanya sertifikasi pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat bahwa mereka telah mencapai target kompetensi. Asuhan persalinan normal bertujuan agar proses melahirkan berjalan bersih dan aman, sehingga angka kematian maupun kecacatan ibu dan bayi berkurang. Jadi setelah tanda persalinan muncul, proses persalinan dapat berlangsung sesuai dengan kala persalinan.

TUJUAN Pelatihan APN adalah Meningkatkan sikap bersahabat, ramah serta memperhatikan keamanan dan keselamatan klien dalam memberikan Asuhan Persalinan Normal (APN) dan penanganan awal penyakit serta merujuk pada saat yang tepat.

Informasi terkait Pelatihan APN yang diselenggarakan Pusat Diklat KLIK DISINI

 

 

 

BIMTEK PENYUSUNAN SOP DI RUMAH SAKIT - Penyusunan Dokumentasi Akreditasi JCI - Pelatihan SOP Akreditasi Rumah Sakit, pelatihan penyusunan sop rumah sakit, pelatihan penyususnan sop akreditasi, penyusunan sop akreditasi menurut jci, standar akreditasi jci, Workshop Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Archives

Pelatihan SOP – Penyusunan Dokumentasi Akreditasi JCI – Pelatihan SOP Akreditasi Rumah Sakit

PELATIHAN KHUSUS
“BIMBINGAN TEKNIS KHUSUS PENYUSUNAN STANDAR OPERATING PROCEDUR (SOP) AKREDITASI RUMAH SAKIT BERDASARKAN KETENTUAN JOINT COMISSION INTERNASIONAL (JCI)”

KepadaYth.
Direktur RS, Kabag. Humas RS

DenganHormat,

Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dalam lingkup RSUD berdasarkan aturan dan criteria yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Dalam hal ini, join commission internasional (JCI) merupakan sistem akreditasi yang tidak hanya fokus kepada penilaian alat-alat medis dengan standar internasional semata, namun yang lebih penting adalah layanan terhadap pasien sejak mendaftar hingga perawatan yang berlaku di RSUD. Apalagi, saat ini mulai mengarahkan Sistem akreditasi RSUD Indonesia berkiblat pada badan akreditasi internasional JCI. Untuk mendapatkan akreditasi itu harus dilakukan perbaikan-perbaikan dalam hal peningkatan mutu pelayanan, SDM, sarana prasarana, administrasi dan komunikasi yang mengarah kepada pencapaian akreditasi international. Perbaikan-perbaikan itu dikelompokkan dalam Standar Pelayanan Berfokus Pada Pasien, Standar Manajemen RSUD, Sasaran Keselamatan Pasien RSUD dan Sasaran Milenium Development Goals.

Dalam hal ini, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK)dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, menegaskan bahwa akreditasi yang mengacu kepada ketentuan JCI ini mengacu kepada SK Menteri Kesehatan No. 1195 Tahun 2010 tentang Lembaga Akreditasi RSUD Bertaraf Internasional yang mengisyaratkan bahwa arah pengembangan mutu pelayanan RSUD adalah menuju pelayanan Internasional. Sehingga, apa yang dikembangkan oleh RS bisa sesuai dengan target milineum development goals (MDGs) yang ingin dicapai oleh pemerintah Indonesia. Dan target ini harus tercapai pada tahun 2013 yang sementara ini diawali oleh 19 RSUD sudah terakreditasi.

Untuk melakukan akreditasi RS yang sesuai dengan ketentuan JCI, tentu pihak RSUD harus mempersiapkan diri dan memenuhi berbagai prosedur dan persyaratan akreditasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah, melalui kementrian kesehatan. Dan guna memudahkan langkah tersebut, tentu membutuhkan perancangan standart operating procedure (SOP) penyusunan system akreditasi yang sistematis. Supaya, masing-masing RS bisa membuat agenda penyusunan system akreditasi yang baik dan benar.

Sehubungan dengan hal semua diatas, maka kami dari PUSAT DIKLAT bersama para Pakar dan Narasumber yang berkompeten akan mengadakan PELATIHAN KHUSUS “BIMBINGAN TEKNIS KHUSUS PENYUSUNAN STANDAR OPERATING PROCEDUR (SOP) AKREDITASI RUMAH SAKITBERDASARKAN KETENTUAN JOINT COMISSION INTERNASIONAL (JCI)”

Tujuan

Untuk memberikan bekal pengetahuan yang memadai tentang Penyusunan standart operating procedur (SOP) akreditasi RSUD berdasarkan ketentuan joint commission internasional (JCI) guna mengoptimalkan mutu layanan kesehatan yang sesuai dengan target milineum development goals (MDGs) dan membangun sharing pengalaman tentang kiat praktis penyusunan akresitasi melalui prosedur yang tepat dan terarah.

MATERI

  1. Fungsi dan signifikansi sistem akreditasi berdasarkan model JCI dan Memahami tingkatan level akreditasi berdasarkan tahap pratam, madya, utama dan paripurna dalam model JCI sebagai kerangka penilaian angka pencapaian poin akreditasi secara mandiri.
  2. Menentukan langkah prosedur pengisian barang akreditasi yang sesuai dengan standar JC dan Mengarahkan pencapaian target pengembangan mutu pelayanan R yang sesuai dengan sasaran JCI.
  3. Penyusunan SOP akreditasi RS berdasarkan ketentuan JCI guna mengoptimalkan mutu layanan kesehatan yang sesuai dengan target (MDGS)

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Simulasi
  4. Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025
BIMTEK PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN, PELATIHAN PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN, PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN

Pelatihan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Kesehatan

PELATIHAN KHUSUS
“PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN”

Pelatihan Penilian Angka Keridit Jabatan Fungsional Kesehatan adalah Keberhasilan pencapaian visi dan misi aparatur pemerintah antara lain ditentukan oleh para pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan tugas masing-masing satuan organisasi. Pada dasarnya setiap satuan organisasi dituntut untuk berupaya agar selalu memiliki pegawai sesuai kebutuhan riil pelaksanaan tugas-tugasnya. Dalam menentukan kebutuhan pegawai tersebut diperlukan adanya informasi jabatan yang memadai sehingga dapat dilaksanakan perencanaan kepegawaian dan penyusunan formasi pegawai yang berdaya guna dan berhasil guna.

Untuk dapat memperoleh informasi jabatan yang akurat dan up to date perlu dilaksanakan analisis jabatan dan analisis beban kerja yang akan dipakai dalam menetapkan kelas jabatan dalam rangka remunerasi dalam upaya tercapainya reformasi birokrasi individu dan instansi dalam menyelenggarakan tugas-tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

MATERI

  1. Pengertian dan Manfaat Analisis Jabatan
  2. Penyususnan Uraian Tugas
  3. Analisis Perhitungan Beban Kerja
  4. Kaitan Antara Perhitungan Bebab Kerja Dengan Uraian Tugas
  5. Penilaian Kinerja PNS

METODE BIMTEK

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025