BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT, BTCLS, Pelatihan btcls, Pelatihan BTCLS 2024, Pelatihan BTCLS Adalah, Pelatihan BTCLS Online

BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT (BTCLS)

BTCLS

 

BTCLS atau Basic Trauma Cardiac Life Support adalah salah satu teknik pertolongan pertama masalah kegawatdaruratan. Hal itu karena trauma dan atau gangguan kardiovaskuler seperti halnya gagal jantung. Pemberian pertolongan pertama yang tepat dapat menyelamatkan 75% harapan hidup pasien. Hal itu menjadikan kompetensi tersebut wajib di kuasai oleh perawat.

BTCLS merupakan salah satu pelatihan dasar bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardioviskuler. Penanganan masalah tersebut di tujukan untuk memberikan bantuan hidup dasar sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisirkan kerusakan organ serta kecacatan penderita.

BTCLS bertujuan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ. Sehingga produktivitasnya dapat di pertahankan setara sebelum terjadinya bencana atau peristiwa gawat darurat yang terjadi. Seperti Kecelakaan atau bencana alam dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, seperti halnya kecelakaan lalu lintas, kecelakaan rumah tangga, kecelakaan kerja, dan sebagainya. Perawat sebagai lini terdepan dalam pelayanan gawat darurat harus mampu menangani masalah yang di akibatkan kecelakaan dengan cepat dan tepat. Yaitu dengan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup aspek bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual. Oleh karena itu perawat di tuntut untuk memiliki kompetensi dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler. Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi tersebut di lakukan melalui pelatihan.

Pengetahuan dan skill yang berhubungan dengan BTCLS adalah salah satu prasyarat yang harus di miliki oleh seorang perawat, baik yang bekerja di pelayanan kesehatan dalam / luar negeri. Dengan di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) mulai tahun 2015, BTCLS menjadi syarat mutlak bagi setiap pekerja kesehatan.  Khususnya bagi perawat di berbagai rumah sakit, puskesmas dan perusahaan. Menyertakan sertifikat BTCLS sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan dan skill sangat menentukan dalam penerimaan tenaga kerjanya.

Pada kegiatan BTCLS terdapat lima fase, yaitu:

  1. Fase deteksi, fase deteksi dapat di prediksi tentang frekuensi kajadian, penyebab, korban, tempat rawan kualitas kejadian dan dampaknya. Misalnya terkait dengan kecelakaan lalu lintas, maka dapat di prediksi frekuansi kecelakaan lalu lintas, buruknya kualitas helm sepeda motor yang di pakai, jarangnya orang memakai safety belt, tempat kejadian tersering di jalan raya yang padat dan sebagainya.
  2. Fase supresi, fase supresi bertujuan untuk menekan agar terjadi penurunan korban gawat darurat di lakukan dengan berbagai cara seperti perbaikan konstruksi jalan, peningkatan pengetahuan peraturan lalu lintas dan peningkatan patroli keamanan.
  3. Fase pra rumah sakit, fase pra rumah sakit keberhasilan penanggulangan gawat darurat sangat tergantung pada adanya kemampuan akses dari masyarakat untuk memberikan informasi pertolongan kepada korban kecelakaan atau bencana.
  4. Fase rumah sakit, fase rumah sakit dan rehabilitasi merupakan lanjutan dari fase-fase sebelumnya. Karena dalam fase ini merupakan suatu pendekatan yang sistematik untuk membawa korban gawat darurat ke suatu tempat penanganan yang definitif.
  5. Fase rehabilitasi.

 

BTCLS

 

BTCLS

informasi pelatihan btcls, materi btcls, Pelatihan btcls, Pelatihan BTCLS - Training BTCLS - Jadwal pelatihan BTCLS, training btcls

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

gawat darurat

PELATIHAN KHUSUS
“BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT (BTCLS)”

Kepada Yth.

Direktur Rumah Sakit/Kepala Puskesmas, Bagian Diklat Rumah Sakit, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan, Mahasiswa Keperawatan, Mahasiswa Kebidanan dan Semua Pihak Yang Terkait di Seluruh Indonesia

Dengan Hormat,

Kecelakaan atau trauma saat ini tidak menjadi dominan sebagai penyebab kematian di Indonesia. Saat ini lima penyebab kematian atau yang membuat unit gawat darurat di Indonesia menjadi ramai adalah penyakit jantung, stroke/neurologi, trauma/kecelakaan, pediatrik dan juga kejadian beberapa bencana baik yang disebabkan oleh alam ataupun akibat ulah manusia. Banyak pasien yang tak tertolong karena keterlambatan dalam penanganan pasien gawat darurat. Akhir-akhir ini kita sadari bahwa masyarakat yang memerlukan pelayanan gawat darurat baik yang datang ke rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta cenderung meningkat, sedangkan ketrampilan tenaga kesehatan dalam memberikan Basic Life support (BLS) masih dirasa kurang memadai.

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada digaris depan dalam memberikan pelayanan kesehatan mengikuti perkembangan teknologi dan juga ilmu keperawatan saat ini, sehingga tenaga kesehatan dituntut untuk selalu meningkatkan ilmu pengatahuan agar bisa selaras dengan perkembangan tehnologi terkini dalam bidang kesehatan yang memenuhi standar baik nasional maupun internasional dalam kelengkapan fasilitas dan juga prosedur yang benar dalam mengoprasionalkan setiap alat kesehatan.

Materi

  • Aspek Legal Keperawatan Gawat Darurat
  • Sistim Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)
  • Bantuan Hidup Dasar (BHD) + AED
  • Pengkajian Awal (Initial Assesment)
  • Airway Dan Breathing Management
  • Penatalaksanaan Pasien Akibat Trauma : Kepala Dan Spinal, Thorak Dan Juga Abdomen, Musculoskeletal Dan Luka Bakar
  • Penatalaksanaan Pasien Dengan Gangguan Sirkulasi (Shock Management)
  • Penatalaksanaan Kegawatan Kardiovaskular : Acute Coronary Syndrome (ACS) Dan JUGA Tatalaksana Aritmia Yang Mengancam
  • Elektrokardiogram (EKG) : Konsep Dasar EKG, EKG Normal, EKG Mengancam Nyawa, Perekaman EKG Dan Latihan Interpretasi EKG Normal Dan Mengancam Nyawa.
  • Tatalaksana Aritmia Yang Mengancam
  • Ektrikasi Dan Transportasi
  • Triage

Tujuan

Tujuan Umum :

Peserta mampu melakukan tindakan penatalaksanaan bantuan hidup dasar dengan penggunaan AED pada pasien yang mengalami trauma dangan gangguan kardio-pulmonary dengan benar

Tujuan Khusus :

  1. Mampu menjelaskan legal aspek keperawatan gawat darurat
  2. Mampu menjelaskan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sesuai dengan pelayanan keperawatan gawat darurat yang ada di Indonesia
  3. Mampu melakukan tindakan penatalaksanaan bantuan hidup dasar dengan penggunaan AED
  4. Mampu melakukan tindakan airway dan juga breathing management
  5. Mampu melakukan tindakan initial assessment (pengkajian awal) pada pasien yang mengalami kegawat daruratan
  6. Mampu menjelaskan pengetahuan tentang managemen sirkulasi dan juga shock dalam keperawatan gawat darurat
  7. Mampu menjelaskan tehnik dan juga penatalaksanaan trauma toraks dan abdomen
  8. Mampu menjelaskan tanda dan juga gejala keracunan dan gigitan binatang
  9. Mampu menjelaskan tehnik penatalaksanaan trauma thermal
  10. Mampu menjelaskan tehnik dan juga penatalaksanaan trauma musculoskeletal
  11. Mampu melakukan tindakan Transportasi dan juga Rujukan Penderita Gawat Darurat
  12. Mampu melakukan tehnik dan juga penatalaksanaan trauma kepala dan spinal
  13. Mampu menidentifikasi cidera yang diakibatkan karena trauma
  14. Mampu mejelaskan prinsip triase
  15. Mampu memahami konsep dasar EKG
  16. Mampu melakukan tindakan perekaman EKG
  17. Mampu menginterpretasikan EKG yang normal
  18. Mampu menginterpretasikan EKG mengancam nyawa,
  19. Mampu memahami acute coronary sindrome (ACS) beserta tatalaksananya
  20. Mampu memahami penatalaksanaan kegawatan kardiovaskuler dengan terapi elektrik

Metode

  1. Ceramah.
  2. Diskusi.
  3. Tanya Jawab.
  4. Praktek

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 04 JANUARI 202506 – 08 FEBRUARI 202506 – 08 MARET 2025
13 – 15 JANUARI 202517 – 19 FEBRUARI 202517 – 19 MARET 2025
20 – 22 JANUARI 202526 – 28 FEBRUARI 202524 – 26 MARET 2025
APRILMEIJUNI
03 – 05 APRIL 202508 – 10 MEI 202502 – 04 JUNI 2025
14 – 16 APRIL 202519 – 21 MEI 202516 – 18 JUNI 2025
24 – 26 APRIL 202526 – 28 MEI 202523 – 25 JUNI 2025
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 09 JULI 202507 – 09 AGUSTUS 202508 – 10 SEPTEMBER 2025
17 – 19 JULI 202518 – 20 AGUSTUS 202518 – 20 SEPTEMBER 2025
24 – 26 JULI 202525 – 27 AGUSTUS 202525 – 27 SEPTEMBER 2025
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 08 OKTOBER 202506 – 08 NOVEMBER 202504 – 06 DESEMBER 2025
16 – 18 OKTOBER 202517 – 18 NOVEMBER 202518 – 20 DESEMBER 2025
23 – 25 OKTOBER 202527 – 29 NOVEMBER 202529 – 31 DESEMBER 2025
Pelatihan Tata Kelola, Pelatihan tata kelola rumah sakit, pelatihan tkrs, Pelatihan TKRS 2024, Tata Kelola Rumah Sakit, tkrs

TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS)

TKRS

 

TKRS merupakan Tata Kelola Rumah Sakit yang akan melibatkan semua unit dan pokja di RS sehingga terus berkoordinasi dengan pokja dan juga unit-unit terkait seperti Progam kerja unit, pedoman pengorganisasian unit, dan pedoman pelayanan unit. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan juga gawat darurat. Untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada pasien, rumah sakit di tuntut memiliki kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan efektif ini di tentukan oleh sinergi yang positif antara pemilik rumah sakit, direktur rumah sakit, para pimpinan di rumah sakit, dan juga kepala unit kerja unit pelayanan.

Direktur rumah sakit secara kolaboratif mengoperasionalkan rumah sakit bersama dengan para pimpinan, kepala unit kerja, dan juga unit pelayanan untuk mencapai visi misi yang di tetapkan serta memiliki tanggung jawab dalam pengeloaan manajemen peningkatan mutu dan juga keselamatan pasien, manajemen kontrak, serta manajemen sumber daya. Pola Tata Kelola adalah seperangkat aturan dasar dalam penyelenggaraan organisasi rumah sakit yang meliputi pengorganisasian peran, fungsi dan tanggung jawab serta hak dan juga wewenang dari pihak-pihak internal rumah sakit yang terdiri dari pemilik rumah sakit atau yang mewakili, Direktur rumah sakit dan staf medis.

Fokus pada Bab TKRS mencakup:

  • Representasi Pemilik/Dewan Pengawas
  • Akuntabilitas Direktur Utama/Direktur/Kepala Rumah Sakit
  • Akuntabilitas Pimpinan Rumah Sakit
  • Kepemimpinan Rumah Sakit Untuk Mutu dan Keselamatan Pasien
  • Kepemimpinan Rumah Sakit Terkait Kontrak
  • Kepemimpinan Rumah Sakit Terkait Keputusan Mengenai Sumber Daya
  • Pengorganisasian dan Akuntabilitas Komite Medik, Komite Keperawatan, dan Komite Tenaga Kesehatan Lain.
  • Akuntabilitas Kepala unit klinis/non klinis
  • Etika Rumah Sakit
  • Kepemimpinan Untuk Budaya Keselamatan di Rumah Sakit
  • Manajemen risiko
  • Program Penelitian Bersubjek Manusia di Rumah Sakit

 

Baca Juga : PELATIHAN TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS) 2024

 

Aspek lain yang tidak kalah penting dari pelatihan TKRS adalah peningkatan pelayanan dan pengalaman pasien. Dengan memperbaiki sistem administrasi dan manajerial. Rumah sakit dapat memberikan layanan yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih ramah kepada pasien dan keluarganya.

Dalam konteks era digital saat ini, pelatihan TKRS juga sering kali mencakup penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan pengelolaan data medis dan komunikasi internal. Ini membantu meminimalkan kesalahan administrasi dan meningkatkan kolaborasi antardepartemen dalam menyediakan perawatan yang terkoordinasi.

Secara keseluruhan, pelatihan Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) bukan hanya tentang meningkatkan efisiensi operasional. Namun juga tentang memastikan bahwa setiap aspek dari pengelolaan rumah sakit berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Dengan investasi dalam pelatihan ini, rumah sakit dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dalam industri kesehatan yang terus berubah.

 

 

asesor internal, Asesor Internal Rumah Sakit, pelatihan asesor internal, Pelatihan Asesor Internal Rs, Pelatihan Asesor Internal Rumah Sakit, Pelatihan Asesor Internal Rumah Sakit 2023, Pelatihan Asesor Internal Rumah Sakit 2024

Asesor Internal Rumah Sakit

asesor internal

 

Asesor merupakan orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian. Sedangkan asesor dengan spesifikasi internal merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk memahami prosedur pelaksanaan assessment. Biasanya asesor ini berperan untuk melakukan evaluasi kualitas pelayanan serta keselamatan pasien, serta melakukan self assessment. Biasanya para asesor ini akan melakukan tugasnya saat sedang mempersiapkan survei hingga setelah survey di lakukan. Proses survei ini juga harus di lakukan dengan benar, misalnya seorang asesor rumah sakit harus mencari bukti mengenai mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Selain itu juga sistem yang mendukung pelayanan dan keselamatan pasien, serta memantau kepatuhan para staf.

Jika Anda ingin menjadi seorang asesor maka Anda bisa mendatar melalui lembaga LSP yang sudah terdaftar BNSP. Anda bisa memilih bidang asesor yang di minati misalnya teknologi, rumah sakit atau tata boga. Biasanya untuk masa berlaku seorang asesor ini hanya dalam jangka waktu 3 tahun saja, dan bisa di terbitkan kembali jika permohonan memenuhi syarat. Perpanjangan ini juga berdasarkan kemampuan seorang asesor untuk melakukan assessment.

Kemampuan Yang Harus Di miliki Seorang Asesor

Syarat yang harus di penuhi untuk menjadi seorang asesor, salah satunya pendidikan minimal D1. Selain itu asesor juga harus memahami persyaratan dan prosedur dalam lisensi, sertifikasi lembaga dan sertifikasi tempat uji. Biasanya asesor internal ini di bagi kedalam beberapa tugas misalnya seperti medis, manajemen dan keperawatan. Ada beberapa Keuntungan yang bisa di dapatkan saat menjadi seorang asesor seperti memiliki kewenangan untuk menilai kinerja pada pihak yang di uji.

Dengan melakukan penilaian ini maka seorang asesor akan mendapat fee dari LSP karena jasanya yang telah melakukan assessment. Anda juga akan mendapat banyak teman dan relasi saat menjadi seorang asesor internal, saat menjadi seorang asesor Anda harus bisa berkomunikasi dengan baik. Meskipun begitu seorang asesor juga harus memiliki beberapa kemampuan untuk bisa menilai pihak yang di uji, karena penilaian tidak bisa di lakukan sembarangan. Nah berikut ini beberapa kemampuan yang harus di miliki seorang asesor.

  • Kemampuan Melakukan Asesmen
    Skill pertama yang harus di miliki seorang asesor adalah kemampuan untuk melakukan asesmen atau pengujian. Kemampuan ini meliputi asesmen, kode etik, proses serta hasil dari asesmen yang di lakukan.
  • Kemampuan Teknis
    Berikutnya, yang harus di miliki oleh seorang asesor adalah kemampuan dalam menguasai teknis asesmen. Seorang asesor harus bisa menguasai materi asesmen, kemampuan ini harus sesuai dengan yang akan diasesmen. Misalnya seorang asesor internal harus menguasai hal-hal mengenai rumah sakit yang akan di asesmen, mulai dari teknis hingga informasi lainnya. Misalnya seperti menguji sistem pelayanan rumah sakit dengan tujuan mencari informasi mutu pelayanan rumah sakit tersebut

 

Asesor Internal

 

Pelatihan Resusitasi Neonatus, Pelatihan Resusitasi Neonatus 2024, Pelatihan Resusitasi Neonatus Adalah, Resusitasi Neonatus, Resusitasi Neonatus Adalah, Resusitasi Neonatus Terbaru

Resusitasi Neonatus – Pelatihan Resusitasi Neonatus

Resusitasi neonatus

 

Resusitasi neonatus adalah pertolongan pertama untuk mengatasi bayi yang kesulitan bernapas akibat kekurangan oksigen. Beberapa kondisi tersebut, termasuk sesak napas hingga henti napas. Resusitasi neonatus terkadang di perlukan di waktu yang tak terduga, sehingga setiap orang tua perlu memahami cara melakukannya. Langkah pertama di lakukan dengan memeriksa kondisi kesadaran bayi. Tempatkan ia di area yang empuk dan aman. Ajak ia bicara sembari menepuk badan untuk memastikan kesadarannya. Kemudian, periksa kondisinya, apakah ia mengalami cedera atau perdarahan. Jika tidak ada respons, posisikan leher dan kepala bayi dalam keadaan lurus, tidak menekuk atau mendongak. Cara ini di lakukan untuk membuka jalan napas dan mempermudah laju pernapasan.

Langkah yang Di lakukan Saat Resusitasi Neonatus Pada Bayi

Prosedur resusitasi neonatus di lakukan bada bayi yang baru lahir, terutama saat melihat tanda kesulitan bernapas setelah memotong tali pusar. Prosedur di lakukan hingga bayi bisa bernapas dengan normal. Beberapa kondisi yang membutuhkan resusitasi neonatus, termasuk bayi prematur, bayi lahir dengan proses persalinan yang lama dan bayi dari ibu yang mengonsumsi obat penenang saat persalinan.

Tak hanya di lakukan pada bayi, prosedur juga bisa di terapkan pada anak berusia di bawah 1 tahun yang mengalami kesulitan bernapas hingga kehilangan kesadaran. Menyambung dari langkah pertama di atas, prosedur di lakukan dengan:

  • Memeriksa Pernapasan

Langkah ini di lakukan dengan meletakkan pipi ibu di dekat mulut dan hidung bayi. Rasakan tarikan dan hembusan napasnya, sembari memperhatikan gerak dada yang naik turun. Periksa juga bagian dalam mulut dan hidungnya dengan seksama. Jika ada benda asing yang menyumbat jalan napasnya, segera keluarkan. Sebab, tersedak bisa jadi salah satu pemicu sesak napas.

  • Memberikan Bantuan Pernapasan

Jika langkah sebelumnya tidak menunjukkan respons, di sarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Sembari menunggu bantuan datang, ibu bisa melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) dengan cara:

  1. Posisikan kepala dan leher bayi dalam keadaan lurus.
  2. Kemudian, angkat sedikit dagunya, Hembuskan udara dari mulut ibu ke mulut atau hidung bayi.
  3. Pastikan tidak ada celah agar udara tidak keluar kembali.
  4. Perhatikan apakah dada bayi terangkat saat ibu melakukan teknik di atas.
  5. Lihat juga apakah dadanya kembali turun saat udara keluar.
  • Melakukan Teknik Kompresi Dada

Jika terlihat tanda-tanda kesadaran setelah melakukan dua langkah di atas, terus berikan bantuan pernapasan hingga napasnya kembali normal. Setelah itu, segera buat janji rumah sakit guna memastikan kondisinya. Namun, jika bayi belum memberikan respons, lanjutkan pertolongan dengan melakukan kompresi dada. Pertama, tekanan bagian tengah dada bayi dengan jari telunjuk dan tengah. Lalu lepaskan.

Ulangi cara yang di sebutkan dengan kecepatan 100 tekanan dada per menit. Bisa juga dengan melakukan kompresi dada sebanyak 30 kali dan di selingi dengan 2 kali bantuan pernapasan langsung seperti pada poin dua. Jika ibu melihat ada yang tidak beres dengan kesehatan bayi, segera buat janji medis untuk melakukan pemeriksaan. Jangan sampai terlambat, karena gangguan pernapasan pada bayi bisa berdampak pada kematian.

 

Resusitasi neonatus

 

Resusitasi neonatus

 

 

 

manajemen rawat inap rumah sakit, Manajemen Unit Rawat Inap Rumah Sakit, pelatihan manajemen rawat inap, Pelatihan Rawat Inap, Rawat Inap Rumah Sakit

MANAJEMEN UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT

Rawat Inap

 

Rawat Inap adalah salah satu bentuk layanan perawatan yang di berikan oleh rumah sakit. Layanan ini adalah layanan yang membutuhkan tempat tidur untuk keperluan observasi, diagnosis, terapi, rehabilitasi medik, serta penunjang medik lain untuk di lakukan. Setidaknya pasien tinggal dalam waktu satu hari di rumah sakit adalah maksud dari rawat inap. Dalam manajemen rumah sakit, pelayanan rawat inap sangatlah penting, kualitas yang baik tentu saja akan membuat pasien merasa senang dan nyaman. Ruangan atau sering disebut unit rawat inap adalah fasilitas yang selalu berada dalam kondisi ramai di gunakan. Bahkan tak jarang rumah sakit harus merujuk pasien karena penuhnya ruangan tersebut.

Cara Tepat Meningkatkan Kualitas Manajemen Rawat Inap

Terdapat empat hal yang harus di perhatikan ketika ingin meningkatkan kualitas manajemen rawat inap. Di antaranya adalah :

1. Komitmen

Terdapat sebuah aturan rawat inap yang harus di taati oleh petugas maupun pengunjung dalam rawat inap. Membiarkan peraturan tersebut di langgar seringkali menjadi masalah yang terjadi, apalagi jika merasa memiliki kekuasaan, seperti halnya pelanggaran jam besuk, hingga jumlah pengunjung yang masuk.

Anda perlu mengevaluasi kembali dan coba melaksanakannya dengan lebih disiplin. Agar manajemennya bisa lebih baik dan mampu meningkatkan kepuasan pasien. Performa yang baik tentu saja di perlukan dalam hal ini.

2. Menyampaikan Informasi dengan Jelas

Penyampaian informasi harus di jelaskan sejelas mungkin pada keluarga pasien dan pasien itu sendiri pada saat pendaftaran rawat inap. Jelaskan poin – poin yang harus di taati, dan coba pahamkan pada keluarga untuk menerima semua peraturan, agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya.

Kecakapan petugas dalam memberikan informasi yang mudah di mengerti pada pasien dan keluarganya harus di tingkatkan. Apalagi jika itu menyangkut pelaksanaan tindakan tertentu. Jangan hanya memberikan informasi tanpa penjelasan, yang pasti akan menimbulkan kebingungan pasien dan keluarga.

3. Menjalankan Tugas Sesuai dengan TUPOKSI

Dalam meningkatkan manajemen rawat inap, sangat penting tugas dari kepala ruang yang kompeten sebagai manajer. Tugas dan fungsi dari setiap jabatan per individu di rumah sakit, haruslah di lakukan dengan tepat dan sesuai. Agar pengawasan kinerja jabatan di bawahnya bisa di lakukan dengan efektif. Hal ini juga sangat mendukung tercapainya peningkatan kepuasan pasien rawat inap.

4. Membuat Laporan untuk Bahan Evaluasi

Pemeriksaan rutin dan bentuk laporannya yang sistematik adalah cara lain dalam meningkatkan manajemen pelayanan pada pasien. Hal ini berfungsi untuk memberikan patokan tertentu agar lebih akurat dalam melakukan tindakan kedepannya. Sekecil apapun hal yang terjadi tidak boleh terlewatkan dalam proses penyembuhan pasien rawat inap dari awal hingga selesai.

Anda juga bisa membagikan angket kepuasan pasien sebagai laporan yang di buat. Dengan menggunakan dukungan aplikasi manajemen, tentu saja pelaporan akan lebih mudah dan terstruktur. Seperti halnya laporan jumlah pasien di tiap ruangan, jenis pendaftaran berdasarkan masuknya pasien, dan masih banyak lagi.

Klasifikasi Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan

Mutu pelayanan kesehatan adalah mengimplementasikan ilmu pelayanan kesehatan yang di gabungkan dengan penggunaan teknologi untuk memaksimalkan manfaat pelayanan kesehatan dan meminimalisir resiko. Menurut Kemenkes, klasifikasi mutu dalam pelayanan kesehatan sendiri dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan stake holder yang berkaitan, yaitu :

  1. Pengguna jasa pelayanan kesehatan menunjukkan bagaimana konsumen. Dalam artian pasien menilai layanan kesehatan yang bermutu ketika layanan kesehatan yang di terima dapat sesuai dengan kebutuhannya. Serta di laksanakan dengan cara sopan, santun, tepat waktu, dan tanggap.
  2. Pemberi jasa layanan kesehatan menunjukkan pelayanan yang bermutu adalah dengan melaksanakannya secara teratur sesuai prosedur. Kemudian di dukung dengan penggunaan teknologi kesehatan yang tepat.
  3. Penyandang dana melihat pelayanan kesehatan yang bermutu dengan mengevaluasi dampak dari pelayanan kesehatan yang di berikan. Kepada status kesehatan pasien dan efisiensinya.
  4. Pemilik sarana layanan kesehatan, melihat pelayanan kesehatan yang bermutu adalah dengan memberikan pelayanan yang maksimal dengan harga yang terjangkau. Namun tetap memperhatikan sisi profitabilitas dari faskes yang dijalankan.
  5. Administrator layanan kesehatan, berpendapat bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu adalah dapat membuat prioritas saat memberikan pelayanan. Artinya, pelayanan kesehatan yang di berikan dapat sesuai dengan kebutuhan dan urgensi pasien.

Nah, itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan berdasarkan dimensi mutu standar pelayanan kesehatan. Agar bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dengan angka yang tinggi, memang sangat penting melakukan peningkatan manajemen rumah sakit, terutama manajemen pasien rawat inapnya.

 

Rawat Inap
Rawat Inap

 

Rawat Inap
Rawat Inap
HIV/AIDS, Human Immunodeficiency Virus, Pelatihan VCT, Pelatihan VCT HIV AIDS, VCT HIV AIDS, Voluntary Counseling and Testing (VCT)

Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS

Voluntary Counseling and Testing

 

VCT adalah Voluntary Counseling and Testing, yaitu serangkaian tes untuk mengetahui apakah Anda positif atau negatif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Infeksi HIV yang tidak segera di tangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang di sebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Prosedur Pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing)

Sebelum melakukan pemeriksaan, kamu akan melalui tahapan konseling. Tahap konseling ini di lakukan untuk membantu persiapan pemeriksaan dan antisipasi terhadap hasil tes nantinya. Melalui konseling ini, kamu bisa merencanakan perawatan dan pengobatan HIV lebih cepat apabila di ketahui hasil pemeriksaan adalah positif. Tidak hanya itu, kamu juga lebih mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya penularan, baik dari orang lain maupun dari ibu ke anak apabila ibu sedang hamil dan mengidap HIV, serta mencegah terjadinya penyakit menular seksual. Namun, jika kamu tidak menghendaki adanya konseling sebelum pemeriksaan, tidak masalah. Sama seperti tes itu sendiri, konseling ini juga bersifat sukarela.

Setelah atau tanpa konseling, kamu akan melanjutkan pada tahapan pemeriksaan berikutnya, yaitu pemeriksaan antibodi HIV. Prosedur VCT ini memiliki tiga jenis tes, yaitu:

  • Tes Elisa dan Western Blot. Pemeriksaan ini di lakukan dengan mengambil sampel darah. Sampel lalu akan di kirimkan ke laboratorium untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan ini bisa kamu ketahui dalam waktu sekitar satu minggu.
  • Rapid test. Pemeriksaan ini di lakukan dengan pengambilan sampel darah melalui ujung jari. Darah tersebut kemudian akan di letakkan pada kaca objek dan di berikan larutan kimia khusus. Hasil pemeriksaan bisa kamu ketahui hanya dalam waktu 15 menit. Apabila hasilnya positif, pemeriksaan ini akan di ulangi guna memastikan diagnosis yang akurat.

Pemeriksaan antibodi HIV pada prosedur VCT di lakukan untuk mendeteksi adanya antibodi pada tubuh apabila jumlahnya telah mencukupi. Adanya teknologi terbaru membuat kamu lebih mudah untuk menjalani tes sebelum 3 bulan. Namun, tetap saja ada waktu ketika antibodi tidak bisa terdeteksi oleh darah, sehingga kamu akan mendapatkan hasil pemeriksaan negatif, meski virus sebenarnya masih ada pada tubuh.

Beberapa Manfaat Melakukan VCT

Berikut adalah beberapa manfaat melakukan VCT:

  • Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman secara detail terkait HIV/AIDS
  • Meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
  • Mendeteksi sedini mungkin risiko terkena HIV/AIDS
  • Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas hidup, bagi ODHA
  • Mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus HIV, bagi ODHA

Namun, berdasarkan hasil riset Kementerian Kesehatan RI diketahui bahwa layanan konseling VCT dan tes HIV di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh dua hal berikut:

  • Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS, sehingga menganggap diri mereka aman dan tak perlu melakukan tes HIV
  • Stigma masyarakat terhadap ODHA yang begitu kuat, sehingga ODHA enggan, malu, atau takut melakukan tes HIV
    Infeksi HIV/AIDS tergolong penyakit serius yang dapat mengancam jiwa. Tanpa pengetahuan yang cukup, penyebaran HIV akan semakin sulit dihindari.

Dengan berbekal pengetahuan yang baik, VCT tidak hanya mampu mencegah penularan HIV/AIDS, melainkan juga mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Voluntary Counseling and Testing

 

Voluntary Counseling and Testing

 

IUD Pasca Persalinan, IUD Pasca Salin, IUD Pasca Salin Adalah, pelatihan iud, pelatihan iud pasca salin, Pelatihan IUD Pasca Salin 2024

IUD Pasca Salin – IUD Pasca Persalinan

IUD Pasca Salin

 

APA ITU IUD PASCA SALIN??

Intrauterine device (IUD) dapat di pasang dini setelah persalinan ataupun di tunda. Pemasangan alat kontrasepsi IUD yang di pasang dalam waktu 10 menit setelah lepasnya plasenta (ari-ari). IUD Pasca Salin merupakan metode kontrasepsi yang sering di rekomendasikan bagi wanita pascapersalinan karena efikasinya yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Pada periode postpartum, penundaan pemasangan kontrasepsi sering di temukan. Padahal, pemasangan kontrasepsi setelah melahirkan dapat membantu memanjangkan interval antar kehamilan yang bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Mencegah kehamilan yang tidak di rencanakan dengan menggunakan kontrasepsi akan membantu menghindari beban finansial, psikologi, dan kesehatan yang tidak perlu. Interval antar kehamilan yang lebih panjang juga dapat menurunkan risiko komplikasi maternal, termasuk kematian, perdarahan postpartum, endometritis puerperal, dan anemia. Panduan WHO merekomendasikan jarak kehamilan setidaknya 24 bulan dengan tujuan menurunkan luaran buruk maternal dan kesehatan bayi.

Kenapa pilih IUD?

Sebenarnya, banyak metode kontrasepsi yang bisa di gunakan sebagai KB setelah melahirkan. Contohnya, MAL, KB implan, kontrasepsi progestin, kondom, dan sterilisasi. IUD menjadi opsi karena ia memiliki beragam keunggulan, seperti :

  • Bisa di gunakan secepatnya setelah melahirkan
  • Tidak tergantung daya ingat seperti pil KB sehingga lebih efektif
  • Aman di gunakan untuk semua wanita, termasuk mereka yang belum pernah hamil
  • Aman juga untuk ibu menyusui
  • Bisa di lepas kapan saja
  • Langsung kembali subur setelah IUD di lepas
  • Efektif hingga 10 tahun

Ada efek sampingnya nggak, sih?

Sama seperti metode kontrasepsi yang lain, IUD juga memiliki reaksi walau tak perlu risau karena umumnya bukan tanda penyakit dan tidak berbahaya. Efek samping yang mungkin terjadi adalah nyeri selama menstruasi, kram selama beberapa hari, haid lebih banyak dan lama, adanya bercak/flek selama beberapa minggu atau di antara siklus haid.

Pembagian Waktu Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Pemasangan intrauterine device (IUD) dapat di lakukan pascapersalinan baik pada pasien yang menjalani persalinan spontan maupun sectio caesarea, juga pada pasien yang menyusui ataupun tidak menyusui. Berdasarkan panduan WHO, waktu pemasangan IUD pascapersalinan terbagi menjadi 4 kelompok yaitu:

  1. Insersi dini pascaplasenta, yaitu di lakukan dalam waktu 10 menit pasca ekspulsi plasenta
  2. Insersi segera pascapersalinan, yaitu di lakukan dalam waktu lebih dari 10 menit sampai 48 jam pascapersalinan
  3. Insersi tunda pascapersalinan, yaitu di lakukan dalam waktu lebih dari 48 jam sampai 4 minggu pascapersalinan
  4. Insersi interval pascapersalinan, yaitu di lakukan dalam waktu lebih dari 4 minggu pascapersalinan

 

IUD Pasca Salin
Gambar IUD Pasca Salin

 

IUD Pasca Salin
Gambar IUD Pasca Salin
Akuntansi Dan Perpajakan Rumah Sakit, akuntansi perpajakan rumah sakit, Akuntansi Rumah Sakit, Pelatihan Akuntansi dan Perpajakan Rumah Sakit, Perpajakan Rumah Sakit

Akuntansi Dan Perpajakan Rumah Sakit

Akuntansi Dan Perpajakan

 

APA ITU AKUNTANSI DAN PERPAJAKAN RUMAH SAKIT??

 

Akuntansi Dan Perpajakan Rumah Sakit yaitu merupakan salah satu fungsi utamanya memastikan bahwa rumah sakit memenuhi kewajiban pajak mereka dengan benar. Mengelola akuntansi dan perpajakan rumah sakit merupakan salah satu sasaran pertama yang harus di perbaiki dan diutamakan agar dapat memberikan data dan informasi yang akurat dan benar sehingga akan mendukung para pimpinan/manajer rumah sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan rumah sakit. Akuntasi Rumah Sakit adalah proses mencatat, mengklasifikasikan, menginterpretasikan, dan melaporkan transaksi keuangan dan informasi keuangan yang berkaitan dengan operasional rumah sakit. Pajak rumah sakit adalah pajak yang di kenakan dan yang harus di kelola rumah sakit.

Akuntansi rumah sakit memiliki beberapa fungsi kunci yang sangat penting dalam menjalankan operasional dan manajemen keuangan rumah sakit.

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari akuntansi rumah sakit:

  • Pencatatan Transaksi Keuangan

    Fungsi dasar akuntansi adalah mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi dalam rumah sakit. Di dalamnya termasuk penerimaan uang dari pasien, pembayaran gaji staf medis dan non-medis, pembelian persediaan, peralatan medis, dan biaya operasional lainnya. Pencatatan yang akurat dan lengkap penting untuk memastikan akuntansi yang tepat.

  • Pelaporan Keuangan

    Akuntansi rumah sakit menghasilkan laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Laporan ini memberikan gambaran tentang kondisi keuangan rumah sakit selama periode tertentu. Laporan-laporan ini juga membantu pemangku kepentingan, seperti pemilik rumah sakit, manajemen, dan badan regulasi, untuk mengawasi performa keuangan dan mengambil keputusan yang tepat.

  • Pengendalian Keuangan

    Akuntansi membantu dalam pengendalian keuangan rumah sakit dengan memantau anggaran, mengidentifikasi penyimpangan, dan memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Hal ini membantu rumah sakit dalam mengelola sumber daya finansialnya dengan lebih efisien.

  • Manajemen Aset

    Akuntansi rumah sakit juga berperan dalam manajemen aset. Di dalamnya mencakup pemantauan aset fisik seperti peralatan medis, bangunan, dan inventaris, serta perencanaan perawatan dan peremajaan aset untuk memaksimalkan manfaat dan efisiensi.

  • Perhitungan Biaya Pelayanan Kesehatan

    Rumah sakit perlu menghitung biaya pelayanan kesehatan untuk menentukan harga jasa medis, menilai efisiensi operasional, dan mengelola biaya pelayanan. Akuntansi membantu dalam mengidentifikasi biaya-biaya yang terkait dengan setiap aspek perawatan pasien.

  • Kepatuhan Regulasi

    Rumah sakit harus mematuhi berbagai regulasi dan peraturan keuangan, termasuk perpajakan, peraturan asuransi kesehatan, dan standar pelaporan. Akuntansi membantu dalam memastikan bahwa rumah sakit mematuhi semua aturan ini dan menghindari masalah hukum atau sanksi.

  • Manajemen Risiko

    Akuntansi rumah sakit dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan yang mungkin di hadapi oleh rumah sakit. Ini dapat melibatkan analisis risiko kredit, risiko operasional, dan perencanaan strategi untuk mengurangi risiko-risiko ini.

Jenis Pajak Rumah Sakit

Berikut jenis-jenis pajak yang di kenakan atau wajib di kelola oleh usaha di bidang perumahsakitan:

  1. Pajak Penghasilan

    Mengacu UU PPh No. 7 Tahun 1983 s.t.d.t.d. UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh) yang di ubah dengan UU No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), segala bentuk penghasilan yang di terima merupakan objek pajak. Sehingga penghasilan yang di peroleh badan usaha atau yayasan di bidang perumahsakitan di kenakan pajak PPh Badan. Rumah sakit juga mempekerjakan pegawai atau jasa praktik dokter sehingga wajib memotong PPh Pasal 21.

  2. Pajak Bumi dan Bangunan

    Merujuk UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, mencabut UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), bahwa bumi dan/atau bangunan yang di gunakan untuk melayani kepentingan umum di bidang kesehatan dengan tujuan profit, maka memiliki kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini di pertegas dengan regulasi pelaksana pada Keputusan Menteri Keuangan No. 796/KMK.04/1993 tentang Pengenaan PBB atas Rumah Sakit Swasta.

  3. Pajak Lainnya

    Dalam aktivitas kegiatan usaha rumah sakit yang berorientasi profit dalam hal ini bukan rumah sakit pemerintah, sesuai UU PDRD juga memiliki kewajiban pajak lainnya yang di kelola seperti pajak reklame dan pajak air tanah jika dalam operasionalnya menggunakan pemanfaatan air tanah. Besar pajak air tanah ini di tentukan oleh pemerintah daerah di masing-masing wilayah di Indonesia. Sehingga tarif pajaknya akan berbeda antara daerah satu dengan lainnya.

 

Akuntansi Dan Perpajakan

 

 

pelatihan vaksin, Pelatihan Vaksinologi, Vaksin, Vaksin 2024, Vaksinologi, Vaksinologi Adalah

Vaksin – Vaksinologi – Pelatihan Vaksin – Pelatihan Vaksinologi

Vaksinologi

VAKSIN/VAKSINOLOGI

Vaksinologi yaitu ilmu yang mempelajari pengembangan dan produksi vaksin. Disiplin ilmu yang mempelajari vaksinologi untuk mencegah, mengobati, atau mengontrol penyakit.
Vaksin merupakan antigen (mikroorganisma) yang di inaktivasi atau dilemahkan yang bila di berikan kepada orang yang sehat untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisma tersebut, sehingga bila kemudian terpapar, akan kebal dan tidak terserang penyakit. Bahan dasar membuat vaksin tentu memerlukan mikroorganisma, baik virus maupun bakteri. Menumbuhkan mikroorganisma memerlukan media tumbuh yang di simpan pada suhu tertentu. Mikroorganisma yang tumbuh kemudian akan dipanen, diinaktivasi, dimurnikan, diformulasi dan kemudian dikemas.

Pentingnya Vaksin untuk Mencegah Penyakit

Setiap orang perlu mendapatkan vaksin, terutama bayi dan anak-anak, karena memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah dan berkembang.

Namun, selain bayi dan anak-anak, orang dewasa juga perlu mendapatkan vaksin. Orang dewasa disarankan untuk mendapatkan vaksin, terlebih jika ia memiliki beberapa kondisi atau faktor risiko tertentu, seperti:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Menjalani masa kehamilan atau menyusui
  • Menderita penyakit kronis, seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena kemoterapi, riwayat operasi transplantasi organ, atau menderita infeksi HIV
  • Belum mendapatkan imunisasi wajib sebelumnya
  • Bekerja di tempat yang berisiko tinggi tertular infeksi, seperti rumah sakit atau laboratorium klinik

Alasan untuk Pemberian Vaksin:

1. Aman

Vaksin merupakan pertahanan terbaik terhadap serangan penyakit serius, yaitu dengan mencehag dan mematikan sumber pembawa penyakit tersebut. Vaksin adalah produk medis paling aman, namun juga memiliki beberapa resiko. Namun, dengan adanya informasi yang akurat tentang nilai vaksin serta kemungkinan efek samping, dapat membantu seseorang untuk mau mendapatkan vaksinasi daripada harus menanggung resiko penyakit di kemudian hari.

2. Efektive

Vaksin bekerja dengan sangat baik dalam tubuh. Meskipun tidak sempurna, namun vaksin yang di berikan pada anak-anak dapat menghasilkan kekebalan tubuh hingga sekitar 90 – 100%. Semua jenis vaksin harus memiliki lisensi (di setujui) oleh Food and Drug Administration (FDA) sebelum di gunakan. Sebelum vaksin di gunakan harus melalui pengujian ekstensif untuk menunjukkan bahwa ia dapat bekerja dengan aman pada tubuh. Tes yang di lakukan di antaranya adalah dengan membandingkan kelompok orang yang mendapatkan vaksin dengan kelompok orang yang hanya mendapatkan kontrol kesehatan.

3. Tindakan Pencegahan

Infeksi merupakan penyebab timbulnya berbagai macam penyakit dlam tubuh manusia secara umum. Beberapa penyebab infeksi di antaranya adalah mikroba (patogen) yang berusaha untuk masuk ke dalam melewati kulit atau sel-sel tubuh yang melapisi bagian internal tubuh, serta sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk mengetahui apakah penyerbu (virus, bakteri, parasit) telah memasuki itu, meskipun kita tak pernah menyadarinya. Lalu tubuh akan melakukan respon terhadap sumber-suber penyakit tersebut yaitu dengan menghancurkannya. Dalam hal ini peran serta vaksin adalah untuk membantu sistem kekebalan tubuh mempersiapkan serangan-serangan terhadap sumber infeksi tersebut, yaitu dengan menghancurkan bagian atau DNA dari mikroba penyebab infeksi.

4. Tindakan Perlindungan

Ketika sebagian masyarakat sangat kritis untuk mendapatkan imunisasi vaksin terhadap penyakit menular, sebagian besar anggota masyarakat telah mendapatkan perlindungan dari penyakit, sehingga kesempatan untuk mendapatkan wabah penyakit semakin mengecil. Kekebalan tubuh dapat mengendalikan berbagai penyakit menular, termasuk influenza, campak, gondok, rotavirus, dan penyakit pneumokokus.

 

Vaksinologi
Vaksinologi

 

Vaksinologi
Vaksinologi