Hiperkes, Hiperkes Adalah, Hiperkes Perawat, pelatihan hiperkes, Pelatihan Hiperkes Perawat 2024

Hiperkes – Hiperkes Adalah – Hiperkes Perawat – Pelatihan Hiperkes

 

“HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA UNTUK TENAGA PERAWAT”

Hiperkes merupakan akronim dari Hygiene Perusahaan, Ergonomi, dan Kesehatan. Sesuai dengan sebutannya Hiperkes fokus pada 3 hal yaitu kebersihan (hygiene), ergonomi yakni hubungan antara pekerja dengan lingkungan serta kesehatan mereka. Selain itu, Hiperkes adalah suatu di siplin ilmu mengenai kebersihan dan berkaitan dengan penilaian dan juga pengukuran faktor-faktor dalam lingkungan kerja. Misalnya di lihat dari segi biologi, ergonomi, fisika, kimia, dan psikologi. Pengukuran dan peninjauan sendiri bertujuan untuk mencari tahu apa saja faktor yang akan memunculkan gangguan kerja, supaya perusahaan dapat melakukan tindakan preventif dengan lebih cepat. Tanpa adanya pembekalan Hiperkes kepada para tenaga kerja, risiko kecelakaan yang membahayakan kesehatan dan keselamatan akan cukup tinggi.

Hiperkes adalah salah satu ilmu dalam program K3, yang penting untuk di pahami dan di terapkan para pekerja. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sendiri wajib di terapkan dalam aktivitas kerja di berbagai jenis sektor industri dan bisnis.

Kegunaan yaitu untuk menjaga agar pegawai tidak terkena Penyakit Akibat Kerja (PAK), gangguan kesehatan karena aktivitas kerja, baik secara fisik maupun psikis. Hiperkes juga menjaga pegawai dari kecelakaan kerja yang mungkin terjadi,

Terutama dalam jenis industri yang memiliki risiko berbahaya seperti konstruksi, alat-alat berat, pengolahan bahan kimia, dan juga kesehatan. Masing-masing industri ini memiliki potensi rawan kecelakaan kerja. Jika tidak di terapkan aturan K3 dengan baik maka akan membahayakan para pekerja.

Hiperkes Bagi Dokter dan Paramedis di Perusahaan

K3 atau Hiperkes adalah hal yang berperan penting untuk mengendalikan potensi yang bisa membahayakan para pekerja selama berada di tempat kerja. Bahaya yang timbul bisa berasal dari sifat pekerjaan, proses produksi, lingkungan kerja, serta penggunaan mesin yang tidak sesuai prosedur. Penerapan K3 mampu meminimalisir kecelakaan kerja, gangguan kesehatan yang di sebabkan kondisi pekerjaan, dan keselamatan para pekerja baik secara fisik maupun psikis. Karena itulah para pekerja berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di tempat kerja. Pelayanan kesehatan diberikan oleh dokter dan paramedis perusahaan. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 1982, tentang pelayanan kesehatan kerja. Namun supaya dokter perusahaan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang di perlukan. Mereka harus mengetahui tugas serta fungsi dari dokter dan paramedis perusahaan. Penjelasan tersebut di dapatkan melalui pelatihan Hiperkes.

 

Contraceptive Technology Update, CTU, CTU Bidan, Pelatihan CTU, Pelatihan CTU 2025, Pelatihan CTU Bidan

Pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU) 2025

 

“CONTRACEPTION TECHNOLOGY UPDATE (CTU)”

Contraceptive Technology Update (CTU) adalah salah satu pelatihan yang seharusnya di ikuti oleh bidan. Sebagai salat satu syarat bagi bidan untuk memberikan pelayanan kontrasepsi IUD dan Implan. Semakin berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki keluarga yang terencana mengakibatkan penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan perlunya tenaga medis untuk dapat melayani berbagai jenis metode kontrasepsi. Yang paling cocok dengan kondisi masing-masing peserta KB. Metode kontrasepsi seperti IUD (intrauterine device) dan KB Implan memerlukan kompetensi khusus dalam pemasangan maupun pencabutannya sehingga selain memerlukan pengetahuan (kognitif) di perlukan pula kemampuan (skill) yang khusus. Oleh sebab itu di butuhkan pelatihan bagi para tenaga medis yang bersifat langsung pada pasien (hands-on) sehingga peserta pelatihan mampu melakukannya secara mandiri setelah mengikuti pelatihan CTU 2024 ini.

Oleh sebab itu di butuhkan pelatihan bagi para tenaga medis yang bersifat langsung pada pasien (hands-on) sehingga peserta pelatihan mampu melakukannya secara mandiri setelah mengikuti pelatihan CTU ini.

Dalam pelatihan CTU 2025 di tuntut menguasai tehnik dalam pemasangan dan pencabutan IUD. Mempunyai kompetensi yang tinggi dan bermanfaat untuk orang lain. Kompetensi bidan terscbut di peroleh dari perpaduan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang di refleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak

Tujuan pelatihan CTU (Contraceptive Technology Update) 2025

Untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pengetahuan para bidan dalam memberikan pelayanan KB, berupa pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implan

Program KB di lakukan dengan penggunaan jenis alat kontrapsepsi untuk Pasangan Usian Subur (PUS). Pemerintah saat ini mulai gencar menggalakan program KB dengan sasaran Psangan Usia Subur (PUS) pda usia 15 – 49 tahun. Kelompok Usia perempuan subur ini merupakan peluang perempuan untuk bisa hamil dan melahirkan anak.

Pengetahuan mengenai alat/cara KB merupakan hal yang penting di miliki sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakannya. Informasi mengenai pengetahuan dan pemakaina alat/cara KB perlu untuk mengukur keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) (BKKBN,2018). Informasi yang telah terkumpul mengcangkup alat/cara KB modern dan tradisional. Alat/cara KB modern terdiri dari metode operasi wanita (MOW) atau sterilisasi wanita, metode operasi pria (MOP) atau sterilisasi pria, pil, IUD, suntik KB, susuk KB, kondom, diafragma, metode amenore laktasi (MAL), dan kontrasepsi darurat alat/cara KB tradisional terdiri dari gelang manik, pantang berkala, senggama terputus, dan alat/cara KB tradisional lainnya.

 

Contraceptive Technology Update

 

APN, APN Adalah, APN Bidan, APN Kebidanan, Asuhan persalinan normal

APN – APN Adalah – APN Bidan – APN Kebidanan – Asuhan Persalinan Normal

 

“ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) BIDAN”

APN adalah tindakan mengeluarkan janin yang sudah cukup usia kehamilan, dan berlangsung spontan tanpa intervensi alat. Persalinan di katakan normal jika janin cukup bulan (37–42 minggu), terjadi spontan, presentasi belakang kepala janin, dan tidak terdapat komplikasi pada ibu maupun janin. Asuhan persalinan normal bertujuan agar proses melahirkan berjalan bersih dan aman, sehingga angka kematian maupun kecacatan ibu dan bayi berkurang. Asuhan persalinan normal di indikasikan bagi semua wanita hamil karena merupakan proses fisiologis.

Setelah tanda persalinan muncul, proses persalinan dapat berlangsung sesuai dengan kala persalinan. Asuhan persalinan normal memiliki 4 kala yang berlangsung tidak lebih dari 18 jam, yaitu:

  • Kala I: fase mulai dari kontraksi uterus sampai di latasi serviks lengkap 10 cm
  • Kala II: fase dari dilatasi serviks lengkap hingga bayi lahir
  • Kala III: fase mengeluarkan plasenta setelah janin lahir
  • kala IV: fase setelah plasenta lahir hingga 2 jam postpartum

Kontraindikasi dari persalinan normal di bagi dari kontraindikasi ibu dan kontraindikasi janin. Keadaan yang menjadi kontraindikasi ibu adalah cephalopelvic disproportion, plasenta abnormal, prolaps tali pusat, vaginal birth after cesarean section, miopia tinggi, dan penyakit infeksi menular seksual. Keadaan janin yang dapat menjadi kontraindikasi persalinan normal adalah malpresentasi, makrosomia, dan kadang pada janin kembar. Komplikasi asuhan persalinan normal pada ibu dapat berbeda pada setiap kala I-IV, di antaranya partus lama, distosia, retensio plasenta, atau perdarahan postpartum. Sementara, komplikasi bayi baru lahir dapat terjadi asfiksia atau sepsis neonatorum.

Edukasi yang perlu di berikan kepada ibu dan keluarga bahwa persalinan normal adalah proses fisiologis sehingga lebih baik daripada sectio caesarea. Persalinan normal memiliki penyembuhan yang lebih cepat, komplikasi lebih minimal, dan hubungan ibu bayi akan lebih kuat. Berikan penjelasan juga mengenai tanda pasti persalinan, kapan ibu harus ke fasilitas kesehatan, serta komplikasi yang mungkin terjadi kepada ibu dan bayi selama proses persalinan normal berlangsung.

Ada tujuh gerakan-gerakan janin dalam persalinan atau gerakan kardinal :

  • Engagement
  • Penurunan
  • Fleksi
  • Rotasi dalam
  • Ekstensi
  • Rotasi luar
  • Ekspulsi.

 

 

APN

Pelayanan PONED, Pelayanan PONED Adalah, PONED Puskesmas, PONED Puskesmas Adalah, SOP Pelayanan PONED Puskesmas

Pelayanan PONED – Pelayanan PONED Adalah – PONED Puskesmas – PONED Puskesmas Adalah – SOP Pelayanan PONED Puskesmas

 

“PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED)”

 

Pelayanan PONED adalah puskesmas rawat inap yang memiliki kemampuan serta fasilitas PONED siap 24 jam untuk memberikan pelayanan terhadap ibu hamil, bersalin dan juga nifas serta kegawatdaruratan bayi baru lahir dengan komplikasi baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader di masyarakat, Bidan di Desa, Puskesmas dan melakukan rujukan ke RS/RS PONEK pada kasus yang tidak mampu ditangani.

Layanan PONED merupakan layanan kesehatan yang di sediakan oleh Puskesmas rawat inap terkait kasus emergensi obstetri dan neonatus tingkat dasar selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tidak hanya PONEK yang menerima rujukan terkait kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatus, ternyata PONED pun biasa di jadikan rujukan untuk kasus-kasus rujukan masyarakat, pelayanan perorangan tingkat pertama, dan juga rujukan dari puskesmas sekitar. Rujukan masyarakat biasanya berasal dari pasien yang datang mandiri ke puskesmas PONED ataupun yang di rujuk oleh posyandu, polindes, dan juga dukun bayi. Sedangkan rujukan dari pelayanan perorangan tingkat pertama meliputi, praktik dokter atau bidan mandiri, puskesmas keliling atau puskesmas pembantu.

Pelayanan dalam menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi meliputi kemampuan untuk menangani dan merujuk:

  • Hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia, eklampsia)
  • Tindakan pertolongan Distosia Bahu dan Ekstraksi Vakum pada Pertolongan Persalinan
  • Perdarahan post partum
  • Infeksi nifas
  • BBLR dan Hipotermi, Hipoglekimia, Ikterus, Hiperbilirubinemia, masalah pemberian minum pada bayi
  • Asfiksia pada bayi
  • Gangguan nafas pada bayi
  • Kejang pada bayi baru lahir
  • Infeksi neonatal
  • Persiapan umum sebelum tindakan kedaruratan Obstetri – Neonatal antara lain Kewaspadaan Universal Standar.

Pada puskesmas PONED harus memiliki ruangan perawatan kebidanan, ruang tindakan obstetri, ruang tindakan neonatus, ruang perawatan pasca persalinan, ruang jaga perawat dan dokter, serta ruang bedah minor. Tidak hanya itu saja, untuk disebut dan difungsikan sebagai puskesmas PONED harus memenuhi kriteria berikut:

  • Di lengkapi dengan fasilitas persalinan dan tempat tidur rawat inap untuk kasus emergensi/ komplikasi obstetri dan neonatus
  • Letaknya strategis dan mudah di akses oleh puskesmas atau fasyankes non-PONED lainnya
  • Berfungsi dalam Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan tindakan mengatasi kegawatdaruratan sesuai kompetensi dan kewenangannya yang di lengkapi sarana yang di butuhkan
  • Dalam area/ wilayahnya, puskesmas telah di manfaatkan sebagai tempat pertama mencari pelayanan oleh masyarakat
  • Mampu menyelenggarakan UKM sesuai standar
  • Jarak temuh dari pemukiman atau puskesmas non-PONED ke puskesmas PONED <1 jam dengan transportasi umum, dan jarak dari puskesmas PONED ke rumah sakit minimal 2 jam
  • Memiliki tim yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan yang sudah terlatih PONED dengan jumlah minimal 1 orang untuk tiap bidang dan siap selama 24 jam dalam 7 hari
  • Memiliki peralatan medis, non-medis, obat-obatan, dan fasilitas tindakan medis serta rawat inap untuk mendukung penyelenggaraan PONED
  • Kepala puskesmas mampu memanajemen PONED
  • Puskesmas memiliki komitmen untuk menerima kasus rujukan kegawatdaruratan medis obstetri dan neonatus dari fasyankes sekitar
  • Memiliki sarana rujukan berupa ambulance yang siap setiap saat.

Selain kriteria di atas, dalam pelaksanaannya pukesmas PONED memerlukan tim pendukung yang minimal terdiri dari 1-2 orang dokter umum, 5 orang perawat D3, 5 orang bidan D3, 1 orang analis laboratorium, dan 1 orang petugas administrasi.

 

pelatihan ponek, Pelatihan Ponek 2024, pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif, ponek, PONEK Adalah

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)

 

 PELAYANAN OBSTETRIK NEONATAL EMERGENCY KOMPREHENSIF

 

“PELAYANAN OBSTETRIK NEONATAL EMERGENCY KOMPREHENSIF (PONEK)”

 

Ponek adalah pelayanan obstetri neonatal komperhensif. Tujuan utama mampu menyelamatkan ibu dan anak baru lahir melelui program rujukan berencana dalam satu wilayah kabupaten kotamadya atau profinsi. Dalam perannya menurunkan AKI, ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan handal merupakan kunci keberhasilan PONEK dan PONED. Di Indonesia sudah disusun buku pedoman manajemen penyelenggaraan PONEK maupun PONED selama 24 jam di rumah sakit dan juga puskesmas tertentu.

Rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Komperhensif) merupakan rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan 24 jam untuk kegawatdaruratan ibu dan bayi. Keberadaan PONEK dan PONED sangat membantu menurunkan AKI jika disertai petugas kesehatan serta sarana dan rasarana yang memadai. Dalam pelaksanaannya PONED dan PONEK harus bekerjasama untuk saling mendukung pelayanan ibu dan bayi sebaik mungkin.

Ruang lingkup pelayanan rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Komperhensif) di bagi dalam 2 kelas:

Kelas C

  • Pelayanan fisiologis (pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, asuhan bayi baru lahir, imunisasi dan SDIDTK)
  • Pelayanan dengan risiko tinggi (antenatal, intranatal, postnatal)
  • Pelayanan kesehatan neonatal
  • Pelayanan ginekologis
  • Perawatan khusus/ high care unit dan transfusi darah

Kelas B

  • Pada pelayanan kelas B ini juga menyediakan 5 pelayanan seperti di kelas C, hanya saja dengan sarana yang lebih memadai, seperti adanya layanan ICU dan NIC, asuhan bayi dengan level 2, dan terdapat perawatan intensif untuk neonatus.

Rumah sakit PONEK di wajibkan memiliki sarana pemeriksaan penunjang sebagai berikut:

  1. Pelayanan darah
    Meliputi penyediaan darah, pemeriksaan darah, dan juga bekerjasama dengan unit penyedia darah lainnya.
  2. Perawatan intensif
    Dalam unit ini di lakukan pemantauan cairan, pengawasan gawat napas/ ventilator, dan juga perawatan sepsis
  3. Pencitraan
    Termasuk di dalamnya radiologi dan USG ibu dan bayi
  4. Laboratorium
    Minimal mampu melakukan pemeriksaan darah dan urin rutin, kultur darah dan urin, dan pemeriksaan kimia lainnya.

Alur Pelayanan IGD PONEK :

  1. Petugas IGD menerima pasien yang datang baik rujukan/ datang sendiri
  2. Melakukan asessment awal/ pemeriksaan secara sistematis melalui pemeriksaan fisik obstetri/ginekologi, laboratorium
  3. Melaporkan pasien baru ke dokter jaga IGD
  4. Dokter jaga IGD menentukan triage
  5. Melaksanakan kolaborasi dengan dokter obstetri/ spesialis untuk pemberian therapi selanjutnya
  6. Jika pasien datang dengan inpartu kala II partus di IGD PONEK
  7. Jika Jika belum bersalin/ inpartu kala I, KU stabil pindah ruangan VK/ Kamar bersalin
  8. Jika pasien membutuhkan ruang pengawasan intensif setelah penanganan pertama di IGD dan KU sudah stabil pindah ruang HCU/ICU/ICCU
  9. Bila pasien memerlukan cito / tindakan operasi maka pasien dan juga keluarga di beri informasi mengenai tindakan operasi yang akan di lakukan dan setelah setuju maka keluarga menandatangani informed consent dan dil akukan persiapan operasi

 

jadwal pelatihan manajemen laktasi, materi pelatihan manajemen laktasi, Pelatihan Manajemen Laktasi 2025, training manajemen laktasi

Pelatihan Manajemen Laktasi 2025 – Manajemen Laktasi

 

PELATIHAN KHUSUS
“MANAJEMEN LAKTASI”

Kepada Yth
Direktur Rumah Sakit, Bagian Diklat RS, Bidan, Perawat, Dokter Umum, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, Dan Tenaga Kesehatan Lainnya yang ingin mengetahui tentang manajemen laktasi yang baik.

Dengan Hormat,
Manajemen laktasi adalah upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan ibu dalam memberikan ASI terbaik kepada buah hatinya. Keberhasilan manajemen laktasi tidak hanya diupayakan oleh ibu, melainkan juga dibutuhkan dukungan dari pasangan, keluarga, hingga ketersediaan ruang publik. ASI merupakan cairan yang mudah di cerna oleh bayi, mengandung antibodi dan juga memberikan semua nutrisi yang di perlukan bayi. Kolostrum yang di produksi saat bayi baru lahir mengandung kadar antibodi yang tinggi untuk melindungi bayi. Kandungan nutrisi dalam ASI yaitu lemak, protein, gula dan juga air berubah dalam jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan bayi seiring pertumbuhan usianya. Tidak ada komposisi susu dari makhluk lain yang sesuai untuk bayi manusia.

Bagi bayi, pemberian ASI dapat menurunkan risiko infeksi akut seperti diare, pnemonia, infeksi telinga, haemophilus influenza, meningitis dan juga infeksi saluran kemih. Dalam hal ini Menyusui juga melindungi bayi dari penyakit kronis masa depan seperti diabetes tipe 1. Menyusui selama masa bayi berhubungan dengan penurunan tekanan darah dan juga kolesterol serum total, berhubungan dengan prevalensi diabetes tipe 2 yang lebih rendah, alergi, serta kelebihan berat badan dan obesitas pada masa remaja dan dewasa.

Dalam hal ini Menyusui juga bermanfaat bagi ibu. Menyusui secara eksklusif dapat menunda kembalinya kesuburan seorang pertama, terutama pada 6 bulan pertama setelah melahirkan sehingga dapat berperan sebagai kontrasepsi alami. Menyusui juga mengurangi risiko kanker payudara dan juga kanker ovarium. Selain itu menyusui membantu menurunkan berat badan dan risiko obesitas pada Ibu. Menyusui membantu ibu dan bayi mengembangkan hubungan yang erat (bonding) dan penuh kasih sayang. Dari segi ekonomi, menyusui memiliki cost-benefit yang lebih rendah daripada konsumsi susu formula karena biaya kesehatan yang lebih rendah serta tidak menghasilkan bahan limbah.

Sering kita jumpai masalah utama dalam pemberian ASI adalah produksi ASI yang rendah, hal tersebut adalah akibat dari :

  • Kurang sering menyusui atau memerah payudara
  • Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI sewcara efektif, antara lain akibat : struktur mulut dan juga rahang yang kurang baik, teknik perlekatan yang salah
  • Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi)
  • Jaringan payudara hipoplastik
  • Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI
  • Kurangnya gizi ibu

Dalam Training Manajemen Laktasi ini akan di bahas semua permasalahan dan juga tata cara yang baik dalam menyusui sehingga penting untuk di ikuti oleh tenaga medis dan juga paramedis, para ibu dan juga calon ibu.

TUJUAN 

  1. Meningkatkan pengetahuan dan membuka wawasan peserta tentang pemahanan manajemen laktasi sehingga dapat terpeliharanya dan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat (ibu dan bayinya)
  2. Memotivasi tenaga Pelayanan kesehatan Ibu dan Bayi, semua kalangan yang peduli terhadap kesehatan bayi dan pentingnya ASI, serta pemegang kebijakan terkait untuk merancang aksi ke depan agar angka keberhasilan menyusui asi ekslusif meningkat baik secara regional maupun nasional dan juga meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia sejak awal kehidupannya.
  3. Meningkatkan pemahaman peserta akan tatalaksana menyusui
  4. Meningkatkan kemampuan peserta dalam hal konseling menyusui serta ketrampilan berkomunikasi, khususnya komunikasi dalam memberi layanan masyarakat

MATERI 

  1. Pengaruh hormonal pada produksi ASI
  2. Proses pembentukan laktogen (laktogenesis)
  3. Perilaku tidak tepat seputar menyusui
  4. Mitos menyusui
  5. ASI
  6. Manfaat ASI
  7. Kerugian pemberian Susu Formula
  8. Anatomi dan Fisiologi Laktasi
  9. Konseling Laktasi
  10. Penanggulangan masalah menyusui pada Ibu
  11. Penanggulangan masalah menyusui pada Bayi
  12. Pemberian ASI pada kondisi khusus
  13. Praktek Laktasi yang efektif

METODE BIMTEK

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Grand Puri Saron Hotel MalioboroYogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan juga sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN: Grand Puri Saron Hotel (MALIOBORO)
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 082324284296/081228859896
E-mail : Pusatdiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank Mandiri Cabang Yogyakarta a/n. CV Pusat Diklat, No. Rek. : 137-00-1698692-5 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2025

JANUARIFEBRUARIMARET
02 – 0406 – 0806 – 08
13 – 1517 – 1917 – 19
20 – 2226 – 2824 – 26
APRILMEIJUNI
03 – 0508 – 1002 – 04
14 – 1619 – 2116 – 18
24 – 2626 – 2823 – 25
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
07 – 0907 – 0908 – 10
17 – 1918 – 2018 – 20
24 – 2625 – 2725 – 27
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
06 – 0806 – 0804 – 06
16 – 1817 – 1818 – 20
23 – 2527 – 2929 – 31

Farmasi, Farmasi Adalah, Manajemen Farmasi, Manajemen Farmasi Rumah Sakit, Sistem Manjemen Farmasi

Farmasi – Farmasi Adalah – Manajemen Farmasi – Manajemen Farmasi Rumah Sakit – Sistem Manajemen Farmasi

 

“MANAJEMEN FARMASI”

 

Mengelola farmasi tentu saja bukan pekerjaan yang mudah. Banyaknya pekerjaan seperti melayani pasien, meninjau dan menafsirkan pesanan dokter, mengeluarkan obat, memantau rejimen obat pasien, melengkapi formulir asuransi, dan menagih perusahaan asuransi, belum lagi tugas keuangan, penjualan, kepegawaian, dan pemasaran, membuat proses pekerjaan farmasi semakin kompleks. Hal ini adalah hal-hal yang kita dan staf harus tangani setiap hari, dan jika kita melakukan semua ini dengan cara konvensional, manajemen menjadi lebih berat dan memakan waktu. Itulah mengapa sistem manajemen farmasi di butuhkan. Sistem manajemen farmasi di ciptakan untuk membantu pekerjaan farmasi lebih efektif dan juga efisien.

Berikut adalah beberapa keuntungan jika menggunakan Sistem Manajemen Farmasi.

  • Inventaris di perbarui secara real time, Anda tidak kekurangan data historis, dan dapat membuat
  • laporan dengan mudah. Plus, inventaris Anda mudah untuk di analisis.
  • Persiapan resep memakan waktu lebih sedikit.
  • Klaim tidak lagi di tolak karena informasi yang salah atau hilang atau kesalahan penagihan.
  • Mendokumentasikan catatan pasien dan pembayaran tidak lagi menyita jadwal apoteker.

Di era teknologi yang berkembang seperti saat ini, semua tantangan ini dapat di penuhi oleh software sistem manajemen farmasi. Sistem manajemen farmasi merupakan sistem terpadu yang mengelola produk ritel dan obat-obatan dan mengotomatiskan operasi seperti pengendalian stok, pengeluaran obat, manajemen klaim, penagihan, dan pelaporan. Perangkat lunak semacam itu memberi departemen farmasi gambaran besar tentang kinerja bisnis dan ikhtisar real-time tentang biaya, pendapatan, dan juga penjualan. Bisnis farmasi yang berpikiran maju telah beralih ke digital untuk mengelola bisnis mereka. Penggunaan sistem manajemen farmasi seperti Trustmedis sudah menjadi hal yang wajib.

Trustmedis sebagai aplikasi kesehatan online terbaik di Indonesia, menyediakan Modul Farmasi untuk membantu pekerjaan farmasi lebih efektif dan juga efisien. Modul farmasi dari Trustmedis memiliki kelebihan di antaranya yakni usulan pengadaan, rencana pengadaan, surat pesanan, terima barang, dan retur pembelian farmasi beserta layanan apotek yang menjual obat dan alkes secara mudah dan lengkap. Fitur lainnya ialah penanganan stok obat dan alkes, opname, sekaligus mutasi farmasi serta pembuangan dan pengalihannya. Fitur yang tidak kalah penting lain yang di miliki Modul Farmasi Trustmedis ialah mencetak laporan hpp, pareto, persediaan, pemakaian BHP hingga laporan stok keluar penjualan.

Modul Farmasi Trustmedis juga memiliki fitur unggulan seperti:

  • Notifikasi E-resep dan Obat Kadaluarsa.
  • Laporan Persediaan
  • Pelacakan obat secara realtime dan mudah

 

Sistem Manajemen Farmasi

Asuhan Keperawatan Kamar Operasi, K3 Rumah Sakit, Kamar Operasi Adalah, Pelayanan Kamar Operasi, Perawat Kamar Operasi

Asuhan Keperawatan Kamar Operasi – Kamar Operasi – Kamar Operasi Adalah – Pelayanan Kamar Operasi – Perawat Kamar Operasi

 

“KEPERAWATAN KAMAR OPERASI”

 

Kamar Operasi adalah ruangan khusus memberikan pelayanan berkualitas kepada pasien saat sebelum, selama, dan juga sesaat sesudah dilakukan tindakan pembedahan.

Jenis Kamar Operasi

  1. Kamar Operasi Bersih adalah ruang yang di gunakan untuk operasi pada daerah tubuh tanpa radang. Operasi di ruangan ini di lakukan tanpa membuka saluran pernapasan, saluran pencernaan, atau saluran kemih dan juga saluran billier.
  2. Kamar Operasi Bersih Terkontaminasi adalah ruang yang di gunakan untuk operasi dengan membuka saluran pernapasan. Bisa juga di lakukan untuk operasi saluran pencernaan, saluran kemih, saluran billier, atau saluran reproduksi. Pembedahan lainnya yang di lakukan di ruangan ini misalnya operasi sectio caesarea (melahirkan caesar), appendiktomi (usus buntu), jahit luka, atau pembedahan sejenis.
  3. Kamar Operasi Tidak Bersih adalah ruang yang di lakukan untuk melakukan pembedahan. Misalnya pada saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih, saluran billier, atau saluran reproduksi dengan pencemaran nyata. Pembedahan yang di lakukan pada ruangan ini misalnya adalah appendiktomi perforasi (bocor) atau pembedahan sejenis lainnya.

Ruang operasi adalah suatu unit di rumah sakit yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan tindakan pembedahan secara terencana maupun akut, yang membutuhkan kondisi steril dan juga kondisi khusus lainnya.

Ruang operasi di bagi atas beberapa ruang, antara lain;

  • Ruang Pendaftaran/admisi, Ruang tunggu pengantar
  • Ruang transfer / serah terima pasien
  • Ruang tunggu pasien (holding room)
  • Ruang persiapan pasien
  • Ruang induksi
  • Ruang penyiapan peralatan/instrument bedah
  • Ruang operasi, Ruang pemulihan/recovery room
  • Ruang resusitasi bayi/neonates
  • Ruang ganti pakaian (loker)
  • Ruang istirahat, Scrub station
  • Ruang utilitas kotor ( spoel hoek, disposal )
  • Ruang linen
  • Ruang penyimpanan perlengkapan bedah
  • Ruang penyimpanan peralatan kebersihan (janitor)
  • Dari kebutuhan ruang yang ada

Ruangan-ruangan pada bangunan ruang operasi Rumah Sakit juga dibagi kedalam 5 (lima) zona:

  1. Zona Tingkat Resiko Rendah (Normal)
  2. Zona Tingkat Resiko Sedang (Normal dengan Pre Filter)
  3. Zona Resiko Tinggi (Semi Steril dengan Medium Filter)
  4. Zona Resiko Sangat Tinggi (Steril dengan prefilter, medium filter dan juga hepa filter, Tekanan Positif)
  5. Area Nuklei Steril (Meja Operasi)

Sedangkan Tim yang terlibat dalam operasi :

  • Operator bedah/dokter spesialis bedah
  • Asisten operator
  • Perawat instrument / scrub nurse
  • Perawat sirkuler / circuler nurse
  • Dokter anestesi
  • Perawat anestesi

 

Asuhan Gizi Rumah Sakit, Gizi Rumah Sakit, Gizi Seimbang, Gizi Seimbang Adalah, Pelatihan Ahli Gizi Rumah Sakit

Asuhan Gizi Rumah Sakit – Gizi Rumah Sakit – Gizi Seimbang – Gizi Seimbang Adalah – Pelatihan Ahli Gizi Rumah Sakit

 

“GIZI SEIMBANG DI RUMAH SAKIT”

 

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan juga jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan juga mempertahankan berat badan normal secara teratur. Dalam hal ini, Gizi seimbang yaitu apabila asupan makan cukup secara kuantitas, kualitas dan juga mengandung berbagai zat gizi yang di butuhkan tubuh. Tujuannya agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan juga aktifitas dan fungsi sehari-hari berjalan optimal.

Makanan Sehat dan Bergizi

Kriteria makanan sehat dan bergizi yaitu makanan yang memiliki nilai gizi seimbang dan mengandung nilai gizi esensial tubuh seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak,kalsium, serat dan air. Pola makanan yang sehat tidak perlu menghilangkan makanan yang disukai ataupun makanan tertentu dari program diet. Tetapi hanya perlu memilih opsi paling sehat dari setiap kategori, karena sejatinya itu semua dibutuhkan oleh tubuh.

JENIS ZAT GIZI

  1. Zat gizi penghasil energi : karbohidrat, lemak dan protein
  2. Zat gizi pembangun sel : protein
  3. Zat gizi pengatur : vitamin, mineral dan air

10 PESAN GIZI SEIMBANG

  1. Syukuri dan nikmati anekaragaman jenis makanan
  2. Banyak makan sayuran dan juga cukup buah-buahan
  3. Konsumsi lauk-pauk berprotein pokok
  4. Konsumsi aneka ragam makanan pokok
  5. Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak
  6. Biasakan sarapan pagi sebelum beraktivitas
  7. Minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan baca label pada kemasan makanan
  9. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  10. Berolahraga secara teratur dan juga jaga berat badan normal

PRINSIP GIZI SEIMBANG

Prinsip Gizi seimbang terdiri dari 4 (empat) Pilar :

  1. Mengkonsumsi Makanan beragam
  2. Membiasakan perilaku hidup bersih
  3. Melakukan aktifitas fisik
  4. Mempertahankan dan memantau berat badan (BB) normal

Dampak Gizi Buruk yang Mungkin Terjadi

Secara umum, gizi buruk memiliki 2 bentuk, yaitu kurang gizi dan kelebihan gizi. Kondisi kurang gizi cukup sering dialami oleh anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa dan lansia. Pada anak-anak, kurang gizi bisa menyebabkan mereka mengalami gangguan tumbuh kembang, berkurangnya tingkat kecerdasan dan prestasi akademik, berat badan kurang, serta stunting. Sementara itu, kelebihan gizi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, bisa menyebabkan terjadinya obesitas.

 

 

 

Limbah B3, Limbah B3 Rumah Sakit, Manajemen Limbah B3, Manajemen Pengelolaan Limbah B3, Pelatihan Limbah B3

Manajemen Limbah B3 – Manajemen Pengelolaan Limbah B3 – Limbah B3 – Limbah B3 Rumah Sakit – Pelatihan Limbah B3

 

“MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH B3 RUMAH SAKIT”

 

Bahan Berbahaya dan beracun (B3) adalah bahan yang mempunyai sifat, konsentrasi, jumlah baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan juga atau merusak lingkungan hidup, dan juga atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Dasar hokum pengelolaan B3 di Rumah Sakit adalah Peraturan Pemerintah (PP) No.74 Tahun 2001 mengenai Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun B3 yang ada di rumah sakit misalnya bahan kimia, obat kanker (sitostatika), reagensia, antiseptik dan disinfektan, limbah infeksius, bahan radioaktif, insektisida, pestisida, pembersih, detergen, gas medis dan gas non medis.

Manajemen Pengelolaan B3 di RS meliputi beberapa tahapan sebagai berikut :

  1. Perencanaan kebutuhan B3
  2. Pengadaan B3
  3. Penyimpanan B3
  4. Pemanfaaatan B3 (dengan kesiapan kondisi darurat B3)
  5. Dokumentasi Penggunaan B3
  6. Penanganan Limbah B3
  7. Edukasi Staf dan Evaluasi

Tahapan Manajemen B3

  • Pengadaan B3

Pengadaan B3 di usulkan oleh satuan kerja pengguna B3 melalui Unit Pengadaan Barang dan juga Jasa. Instalasi Kesehatan Lingkungan Sub K3 RS berkoordinasi untuk memastikan bahwa vendor penyediaan B3 kompeten dalam penyediaan B3 dan juga menyertakan MSDS dari setiap B3 yang akan di sediakan untuk rumah sakit.

  • Penyimpanan B3

Mengidentifikasi jenis, lokasi, dan jumlah semua Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Instalasi yang akan ditangani untuk mengenal ciri-ciri dan karakteristiknya. Diperlukan penataan yang rapi dan teratur, hasil identifikasi diberi label atau kode untuk dapat membedakan satu dengan lainnya. Penyimpanan B3 sesuai dengan Permenkes RI Nomor 66 Tahun 2016 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit adalah sebagai berikut :

a. Terdapat lemari penyimpanan yang terpisah dengan bahan bukan B3

b. Terdapat daftar/ inventaris B3 yang di simpan

c. Terdapat safety shower, eyewash, atau eyewash alternative

d. Dilengkapi dengan Material Safety Data Sheet atau Lembar Data Keselamatan bahan (LDKB)

e. Menggunakan APD sesuai dengan resiko bahayanya

f. Menyediakan spill kit untuk menangani tumpahan B3

g. Terdapat rambu dan juga symbol B3

  • Pemanfaatan B3 di Satuan Kerja

a. Mengawasi pelaksanakan kegiatan inventarisasi, penyimpanan, penanganan, penggunaan Bahan Berbahaya dan juga Beracun (B3).

b. Menyiapkan dan juga Memiliki Lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet) Informasi mengenai bahan-bahan berbahaya terkait dengan penanganan yang aman, prosedur penanganan tumpahan, dan prosedur untuk mengelola pemaparan sudah yang terbaru dan juga selalu tersedia.

c. Menyiapkan sarana keselamatan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3):

1) Lemari Bahan Berbahaya dan Beracun (B3);

2) Penyiram badan (body wash);

3) Pencuci mata (eyewasher);

4) Alat Pelindung Diri (APD);

5) Rambu dan Simbol Bahan Berbahaya dan Beracun (B3);

6) Spill Kit

d. Pembuatan Pedoman dan Standar Prosedur Operasional Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang Aman

Limbah B3 di rumah sakit dibuang melalui pihak ketiga (vendor). Alur pengelolaan limbah B3 di rumah sakit adalah sebagai berikut :

a. Limbah dari rumah sakit akan dilakukan pemilahan, pengemasan dan penyimpanan di TPS Sementara dengan menimbangan, serah terima (manifest/festronik, bukti pengambilan limbah) terlebih dahulu

b. Pihak ketiga (vendor) akan melakukan pengangkutan limbah dengan mekanisme serah terima, penimbangan, pembongkaran dan penyimpanan

c. Selanjutnya, akan dilakukan security check dan penimbangan, penyerahan dokumen serah terima dan juga proses pembongkarn

d. Pihak ketiga akan melakukan pembakaran (insenerator), mengumpulkan abu dan juga mengirimkan abu residu ke pengumpul

a. Penggunaan vol/jumlah B3 secara bijak (tepat sesuai kebutuhan) – Mencegah B3 kadaluarsa dan mengurangi dampak B3

b. Penggantian B3 dengan bahan non B3 (Alat kesehatan non mercury, bahan kimia, pembersih ramah lingkungan, alat ME non B3)

c. Penyediaan fasilitas proteksi resiko B3 pada petugas

d. Desain tata ruang penyimpanan B3 (zoning, jarak dll)

e. Penyediaan kebijakan / SPO B3

f. Pemilihan petugas sesuai kapasitas

g. Rotasi, petugas B3 dan juga medical check up

h. Penyediaan APD petugas